
Terkadang orang yang terlihat kuat bisa jadi merupakan orang yang paling rapuh
_Author_
****
2 hari
Dua hari Agatha menginap di markas DBD, tidak memberi kabar pada keluarga beserta sahabat-sahabatnya, dan dua hari itu pula dia diberi keterangan alpha di buku absensi.
Dia gak masuk sekolah? Nggk dong, masa iya dia masuk tapi di kasih alpha.
Dua hari itu ia lewatkan dengan berlatih senjata dan bela diri. Mulai dari menembak, memanah, menusuk, mematahkan tulang leher,kaki,tangan, semua ia lakukan dalam jangka waktu dua hari yang menurutnya tidak ada apa-apanya.
Saat ini Agatha tengah duduk di balkon kamarnya.
"Sweetheart sampai kapan kamu mau terus disini?" Tanya Kenzo. "Bukan bermaksud ngusir tapi apa keluarga kamu gak khawatir?" Lanjutnya.
"Gak tau" Jawab Agatha dengan nada dingin.
"Ck dasar es batu, mendingan kita pergi ke taman dari pada kamu duduk disitu kayak patung," Ajak Kenzo. Kenzo tak habis pikir dengan Agatha yang tahan duduk di balkon tanpa melakukan apapun selama berjam-jam. Apa dia tidak bosan?
"Ayo" Agatha pikir itu bukan ide yang buruk. Lagi pula sebenarnya dia sedari tadi sudah bosan hanya saja dia terlalu malas untuk beranjak dari duduknya.
"Ganti baju dulu, abang tunggu di bawah," Setelah Kenzo keluar Agatha langsung mengganti pakaiannya.
****
Keadaan taman saat ini tidak terlalu ramai. Mungkin karena cuacanya sedang mendung jadi orang takut kehujanan.
"Tamannya sepi," Ucap Kenzo sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru taman.
"Bagus lah" Balas Agatha lalu duduk disalah satu bangku taman. Kenzo ikut duduk di samping Agatha.
"Kamu kenapa sih kok dari tadi abang liatin murung terus?" Tanya Kenzo yang sejak tadi penasaran.
"Gak papa"
"Boong. Cerita sama abang," pinta Kenzo.
Huh Agatha memang tidak pernah berhasil membohongi Kenzo.
"Penyakit itu datang lagi"
Satu kalimat yang mampu membungkam Kenzo. Pikirannya terlempar pada kejadian 2 tahun lalu.
"Tapi bukannya sudah hilang?" Tanya Kenzo yang masih tak percaya dengan pernyataan Agatha.
"Aku gak tau,"
"Udah berapa lama?" Kenzo menatap Agatha sendu.
"Aku baru tau sebulan yang lalu, tapi gejalanya udah aku rasain sejak 2 bulan yang lalu. Dan Kak Fara bilang udah stadium 2" jelas Agatha sambil menatap ke depan dengan tatapan kosong .
Kenzo terkejut namun sedetik kemudian dia menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan penjelasan Agatha.
"Kamu harus kuat, Abang yakin kamu bisa ngalahin penyakit itu. Seperti dulu. Abang tau kamu kuat," Kenzo mengucapkan hal itu untuk menyemangati Agatha.
Kenzo tau Agatha bukan cewek lemah. Bahkan tertembak peluru atau tertusuk pisau bukan apa apa baginya. Baginya itu hanya seperti di gigit semut.
Haha, lucu sekali bukan? Kalian bayangkan saja bagaimana rasanya tertembak dan tertusuk. Apakah menurut kalian itu akan terasa seperti di gigit semut? Aku rasa tidak.
"Makasih bang. Walau pun aku gak yakin kali ini aku sembuh, aku akan tetap berusaha buat abang dan orang-orang yang aku sayangi," Agatha tersenyum. Senyum yang mengandung banyak luka dan rasa sakit. Baik secara batin maupun fisik.
"Udah sini peluk" Kenzo membawa Agatha kedalam pelukannya yang tentunya disambut baik oleh Agatha.
"Gotcha"
****
Malam kembali tiba dengan suasana langit bertabur bintang dan bulan yang menyinari langit malam.
Agatha menikmati pemandangan malam itu dengan secangkir teh hangat di balkon kamarnya. Ia masih belum kembali ke mansion Alexander.
"Lio sekarang aku bingung apa yang harus aku lakuin. Aku capek sama semua masalah yang terus berdatangan, ditambah lagi dengan penyakit sialan yang aku idap sekarang. Aku butuh kamu Lio," ucap Agatha bermonolog sembari menatap bintang di langit.
But i'm a bad liar, bad liar
Now you know, now you know
I'm a bad liar, bad liar
Now you know-
(Itu nada dering ponsel Agatha ya guys)
"Hmm"
"....."
"Gue berangkat kesana sekarang"
Agatha memutus telponnya sepihak. Lalu ia menelpon sekretarisnya.
"Siapin jet pribadi, 15 menit lagi gue berangkat"
Dan lagi tanpa menunggu balasan dari lawan bicaranya dia langsung memutus telponnya.
Setelah menutup telpon Agatha mengganti bajunya dan segera turun ke garasi. Ia segera menyalakan mobilnya dan melajukannya ke bandara.
Skip bandara
Agatha sudah berada didalam jet pribadinya. Mobilnya? tadi dia sudah menyuruh anak buahnya untuk membawa mobilnya kembali ke markas. Kenzo? Dia juga sudah mengabari Kenzo soal keberangkatannya yang sangat tiba-tiba ini.
"Permisi nona, sebaiknya anda istirahat terlebih dahulu karena perjalanan kita memakan waktu yang cukup lama," ucap seorang pramugari.
"Hmm"
"Jika anda butuh sesuatu anda bisa memanggil saya," ucapnya
"Hmm"
"Kalau begitu saya permisi nona," ucapnya lalu pergi.
Agatha pun memejamkan matanya mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya dan akhirnya dia tertidur.
Disisi lain
Diwaktu yang sama namun tempat yang berbeda. Seorang gadis kini sedang tersenyum licik sambil melihat hasil jepretannya tadi sore.
Sent
Setelah mengirim foto yang tadi sore ia ambil kepada seseorang, gadis itu meletakkan ponselnya lalu menatap lurus ke luar jendela.
"Let's start the game Agatha," ucap gadis itu dengan senyum licik yang menghiasi wajahnya yang bisa dibilang lumayan cantik.
❤TBC❤