Agatha FA

Agatha FA
11



"Selamat! Lo berhasil masuk ke hati gue dan menduduki temlat yang selama ini gua jaga ketat."


~Adafa RS~


🍁🍁🍁


"Gue kangen sama lo Lio." Lirih Agatha.


"Lo pasti gak kangen ya sama gue? Pasti lah, kan gue yang buat lo pergi dari gue ralat dari dunia." Tanya dan jawab Agatha pada dirinya sendiri dengan suara seperti menahan tangis.


"Kenapa? Kenapa lo nyelametin gue waktu itu? Kalo lo gak nyelametin gue pasti sekarang lo masih hidup."


Agatha kemudian diam dengan tatapan kosong. Ntah kenapa mendadak dia rindu kepada Lio.


Bayangan masa lalupun mulai menghampirinya. Saat dimana dirinya dan Lio sedang bermain bersama dan tertawa bersama. Kejadian itu terus berputar di memorinya. Mulai dari awal pertemuan mereka hingga kecelakaan yang membuat Lio pergi meninggalkan nya untuk selamanya.


Tiba tiba ada yang menepuk bahu Agatha.


Buk...


Agatha mengalihkan pandangannya sekilas ke belakang kemudian kembali pada aktivitas semula.


"Lo ngapain disini? Bukannya bel masuk udah bunyi dari tadi?" Tanya orang itu sambil melangkah duduk di samping Agatha.


Agatha tak memperdulikan pertanyaan dari Dafa, dia masih sibuk dengan pikirannya.


Tanpa sadar air mata Agatha mengalir begitu saja mengingat kenangannya bersama Lio. Pastinya hal itu tak luput dari pandangan Dafa yang sedari tadi memperhatikan Agatha.


"Lo nangis?" Tanya Dafa


Agatha yang mendengar itu pun langsung menghapus air matanya.


"Lo kenapa nangis?" Tanya Dafa lagi


"G-Gue gk nangis kok. Cuman kelilipan doang" jawab Agatha yang pastinya berbohong.


"Lo bohong" tukas Dafa


Agatha tak membalas ucapan Dafa. Dia lebih memilih pergi meninggalkan taman belakang menuju kelasnya.


Dafa hanya diam sambil menatap punggung Agatha yang mulai menghilang dari pandangannya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Selamat Tha! Lo berhasil masuk ke hati gue dan menduduki tempat yang selama ini gue jaga ketat- ucap Dafa dalam hati.




"Kalian mau pesen apa?" tanya Lia



"Gue bakso aja deh" jawab Vanya



"Ok, samain aja lah biar cepet"



"Iya udah sana buruan pesenin, keburu laper gue ini" suruh Vena



"Iss, iya iya sabar napa elah. Udah nyuruh, gak sabaran pulak. Untung sahabat gue" gerutu Lia sambil mengelus dada.



5 menit Lia memesan makanan kemudian dia kembali ke meja yang ditempati sahabat\-sahabatnya.



"Nih pesanan kalian" Lia meletakkan 4 mangkuk bakso ke atas meja. Kenapa 4? Karena Agatha tidak ikut ke kantin, dia sedang tertidur dikelas dan sahabatnya tak ada yang berani membangunkannya.



"Makasih Lia cantik tapi masih cantikan gue" ucap Vena lalu melahap baksonya. Cecilia hanya mendengus kesal.



"Ekhm"



Vanya dkk menengok ke sumber suara dan ternyata itu adalah Dafa dkk



"Kita boleh gabung gak soalnya meja udah pada penuh?" tanya Rafi



Vanya dkk mengedarkan pandangan mereka ke penjuru kantin dan memang benar semua meja sudah penuh.



"Duduk aja gk papa kok." Balas Lia. Setelah mendapat izin Dafa dkk langsung duduk dan memesan makanan.



Suasana di meja itu hening karena mereka masih fokus pada makanan masing\-masing.



Dafa sebenarnya sedari tadi bertanya\-tanya dimana Agatha karena yang dia tau Agatha selalu bersama Vanya dkk. Begitu pula dengan 2V dan Gani, melihat tak ada adiknya disini mereka mulai merasa khawatir.



"Emm...temen kalian yang satu lagi kemana?" tanya Vino memecahkan keheningan.



"Maksud lo Agatha? Dia lagi tidur di kelas"



"Owh" 2V dan Gani merasa lega mendengar jawaban dari Vena.



"Gue duluan" ucap Dafa kemudian meninggalkan kantin tak menghiraukan panggilan dari sahabat\-sahabatnya.



~~~~~~~~~~~~🍁🍁🍁~~~~~~~~~~~~



Dafa berjalan menyusuri koridor menuju kelas Agatha. Saat sampai Dafa mendapati Agatha sedang tertidur pulas dan wajahnya yang tampak sangat tenang.




"*Lio....lio....lo gak boleh pergi ninggalin gue*" ucap Agatha dibawah alam sadarnya alias mengigau. Dafa yang mendengar itu pun merasa ada sesuatu yang aneh pada hatinya saat Agatha menyebutkan nama laki\-laki yang dia sendiri tak tau siapa, karena setaunya disekolah ini tak ada yang bernama Lio.



Dafa berlalu dari kelas Agatha dengan pikiran yang masih tertuju pada satu nama. Lio.



Siapa Lio itu?



Seberpengaruh itukah Lio dihidup Agatha sampai\-sampai Agatha mengigau tentang Lio?



Apakah Lio adalah pacarnya Agatha?



Pertanyaan itu terus berputar di otak Dafa sampai dia tidak sadar kalau dia sudah sampai di depan pintu kelasnya.



~~~~~~~~~~~~🍁🍁🍁~~~~~~~~~~~~



Bel pulang sudah berbunyi 5 menit yang lalu. Namun Agatha dkk masih berada dikelas untuk melakukan tugas mereka atau lebih tepatnya hanya Agatha. Karena hari ini adalah jadwal piket Agatha dan sahabat\-sahabatnya hanya menemaninya sampai selesai.



"Tha! Lo piket sendirian? Temen piket lo yang lain mana?" Tanya Lauren merasa tak terima karena sahabatnya diperlakukan tidak adil oleh teman sekelasnya.



"Iya. Tau pada mati mungkin" jawab Agatha yang masih sibuk mengepel lantai.



Merasa semua sudah bersih, Agatha dkk pergi meninggalkan kelas menuju parkiran.



Mereka melajukan mobil mereka keluar dari sekolah menuju rumah masing\-masing



~~~~~~~~~~~~🍁🍁🍁~~~~~~~~~~~~



Di sisi lain Dafa sedang termenung di kamarnya. Pikirannya masih saja tertuju pada Agatha. Entah kenapa saat bersama Agatha dia merasa nyaman dan tak ingin jauh dari Agatha.



Pikirannya pun teralihkan kepada nama yang disebutkan Agatha saat mengigau tadi.



"Lio?"



"Siapa dia?"



"Kok gue jadi kepo ya?"



"Apa iya gue udah mulai suka sama Agatha?"



"Apa gue udah  mulai ngelupain dia?" Tanya Dafa pada dirinya sendiri.



"Argggh" Dafa mengacak rambutnya frustasi.



Kenapa tiba tiba guratan masa lalu kembali melintas dipikirannya.



Bella.



Perempuan yang *pernah* mengisi hari\-harinya, membuat harinya lebih berwarna.



Namun perempuan itu menghilang tanpa jejak, tanpa mengucapkan 'selamat tinggal'. Karena Bella lah Dafa menjadi cowok yang dingin dan anti terhadap perempuan kecuali bundanya.



Dafa sangat menyayangi Bella. Bahkan dia rela mengorbankan nyawanya untuk Bella. Dan sampai sekarang dia masih menyayangi Bella?



Tak ingin terlalu larut dengan masa lalunya, Dafa lebih memilih memejamkan matanya dan tak lama kemudian dia sudah berada di alam mimpi nya.









❤**TBC❤**