
'Will you be my girlfriend?'
-Adafa Rafael S-
****
Agatha POV
Aku kembali princess
Kalimat itu terus terngiang di kepala gue.
Yang manggil gue princess itu cuma keluarga gue sama orang2 terdekat gue. Dan....
Dia
Tapi apa mungkin itu dia? Sedangkan dia sudah pergi untuk selama-lamanya sejak 7 tahun lalu. Apa iya dia masih hidup? Kalo iya, kenapa dia gak nemuin gue?
"Arghh...." teriak gue frustasi memikirkan semua itu.
*Cklek
"Princess*, kamu gak papa kan? Soalnya tadi abang denger kamu teriak dari luar tadi" Tanya bang Vano khawatir
"Aku gak papa kok bang" Gue tersenyum lembut bermaksud untuk meyakinkan ke bang Vano kalo baik-baik aja.
"Bang, Lio bener udah pergi kan?" Tanya gue lirih
Tubuh bang Vano terlihat menegang mendengar pertanyaan gue barusan. Karena ini pertama kalinya gue bertanya tentang Lio sejak 7 tahun dia ninggalin gue.
"Kenapa kamu nanyak kayak gitu? Bukannya kamu ngeliat langsung kejadian itu?" Bang Vano nanya balik ke gue.
"Iya bang. Tapi tadi di sekolah aku ada cowok yang bilang gini sama aku 'aku kembali princess' dan mata cowok itu mirip sama mata Lio" Mata gue memanas, bulir air mata siap terjun kapan pun gue mau, tapi gue tahan.
Bang Vano terdiam mendengar penjelasan gue. Gue sempat liat raut muka kaget di wajahnya.
"Itu gak mungkin Lio princess, kamu pasti terlalu kangen sama dia sampe2 kamu berhalusinasi kayak gitu" ucap bang Vano yang sepertinya gak percaya sama omongan gue barusan.
"Itu gak mungkin Lio princess, kamu pasti terlalu kangen sama dia sampe2 kamu berhalusinasi kayak gitu" ucap bang Vano yang sepertinya gak percaya sama omongan gue barusan.
"Udah kamu tidur gih" suruh bang Vano, "Good night my princess" bang Vano ngecup kening gue.
"Night too my prince" balas gue kemudian bang Vano keluar kamar. Rasa kantuk mulai menyerang gue dan akhirnya gue tertidur.
Agatha POV end
****
Author POV
"Daf, lo udah dapet informasi tentang ketua RM?" Tanya Gani
"Belum"
Dafa sama sahabat-sahabat nya lagi ada di rooftop sekolah.
"Emang se-hebat apa sih ketua RM?"
"Heh somvlak, lo lupa gimana dia ngabisin ketua KC waktu KC nyerang sekolah" ucap Vino sambil menoyor kepala Rafi
"Yee selo dong usah noyor-noyor kepala gue, gue juga manusia kali wajar kalo lupa" kesal Rafi
"Gue suka sama Agatha"
Ucapan Dafa sontak membuat sahabat-sahabatnya menoleh padanya dengan tampang terkejut.
"Lo serius Daf? Agatha nerd?" Tanya Gani memastikan
"Hmm"
"Jadi kapan lo mau nembak dia?" Tanya Vano gantian
"Hari ini juga" jawab Dafa mantap
"Ok kita bakal bantu lo" ucap Vino semangat karena dia yakin adiknya itu akan aman bila bersama Dafa.
"Gk perlu"
"Lo yakin gk perlu bantuan dari kita-kita?" Tanya Rafi
"Yakin"
"Ya udah, kita bantu doa aja semoga lo gak di tolak"
"Amiin" ucap mereka serempak kayak paduan suara.wkwk.
Dafa bangkit dari duduknya.
"Lo mau kemana daf?" Tanya Vino
"Cari Agatha" Dafa langsung pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya.
"Anjirr, gercep juga si bos" ucap Rafi disambut kekehan oleh 2V dan Gani.
Di sisi lain..
Agatha sedang duduk termenung di taman belakang. Entah kenapa tempat itu menjadi tempat favorit nya saat sedang bosan.
"Ekhm,, gue boleh duduk?" Tanya seseorang
Agatha menoleh pada orang itu,"boleh, duduk aja daf"
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo" ucap Dafa
"Itu lo dah ngomong"
"Ck, maksud gue bukan gitu" kesal Dafa
"Hahaha, iya gue tau kok. Lo mau ngomong paan?"
"Sebenarnya gue itu..." Dafa menggantung ucapannya," cinta sama lo" lanjutnya.
Agatha malah tertawa mendengar ungkapan Dafa,"Haha lo lagi ngejalanin dare Daf?"
"Gue serius Agatha Felinxia Alexander"
"L-lo tau dari mana tentang gue" tanya Agatha terkejoed.
"Itu bukan hal yang sulit buat gue leader RM" ucapan Dafa barusan semakin membuat Agatha terkejoed. Namun detik berikutnya dia tersenyum miring.
"Gue tau itu leader Dark Devil"
"Jadi?" Tanya Dafa
"Jadi?" Tanya Agatha berpura-pura tidak tau
"Yes I will*"
Dafa langsung memeluk Agatha dan Agatha membalasnya.
"*I love you"
"I love you too*"
Tiba-tiba terdengar suara-suara berisik yang berasal dari sahabat-sahabat mereka berdu.
"Cieee,,,pj nya jangan lupa ya buketu"
"Ekhm ekhm,, aduh keselek nuklir gue"
"Matilah ******"
"Gue kan strong"
"Iya stres tak tertolong. Hahaha"
Mereka tertawa melihat wajah kesal Rafi.
"Kantin. Gue traktir" ucap Dafa
Wajah Rafi yang awalnya kesal jadi senang.
"Wissh serius ni bos?"
"Dua rius"
"Ya Allah terima kasih, uang jajan hamba selamat tidak berkurang"
"Kuy lah kantin, sebelum berubah pikiran si bos"
"Kuy"
Mereka semua berjalan kekantin dengan berpasangan.
Agatha dan Dafa memimpin di depan, di belakangnya ada Vanya dan Gani, kemudian Lauren dan Vano, lalu Lavena dan Vino dan di paling belakang Cecilia dan Rafi yang sedang adu bacot.
******
Kantin saat ini sangat ramai dan mereka memilih duduk di pojok agar tidak terlalu menjadi perhatian. Tapi apalah daya, di mana pun mereka duduk pasti selalu menjadi pusat perhatian terutama Dafa dkk dan Vanya dkk yang notbane nya most wanted boy and girl.
"Kalian pesen apa biar gue sama Lia yg pesenin" ucap Rafi
"Dihh, apa-apaan lo nyuruh gue ikut sama lo"
"Ck kalian gk berantem sehari bisa gk sih" kesal Vanya melihat dua sejoli di hadapnnya itu
"Gk" ucap Rafi dan Lia bersamaan
"Tuh kan samaan gitu jawabnya. Jodoh kali lo berdua" goda Gani
"Gk" ucap Rafi dan Lia bersamaan lagi
"Dihh paan lo ngikut-ngikut"
"Jelas-jelas lo yg ngikutin gue"
"Lo"
"Lo"
"Lo"
"Lo"
"Lo"
"L-"
"STOP!!" Teriak yg ada di meja itu berbarengan.
"Kok kalian kompakan? Kenapa gk ikut padus aja?" Tanya Lia polos membuat wajahnya tampak imut.
Imut batin Rafi
"Lia, lo di bilang imut sama Rafi" ucap Agatha
"What? Sejak kapan gue bilang ni curut imut?" Tanya Rafi gugup
"Agatha itu bisa baca pikiran orang" jawab Lauren
"Nah lo!! Ketauan kan lo suka sama Cecilia" ejek Vino
"Apaan sih, siapa juga yg suka sama curut kayak dia" elak Rafi
"Lo pikir gue mau sama lo? Gak lah yau"
"Jadi makan atau enggak?" Tanya Dafa menghentikan perdebatan yg akan terjadi lagi antara dua curut.
"Eh jadi dong. Kalian mau pesen apa?"
"Batagor, gue minumnya jus jeruk. Samain aja semua makanannya, minumannya terserah biar cepet" ucap Agatha
"Gue samain kayak Agatha" ucap Dafa
"Samaain kayak Vanya"-Gani
"Ok. Gue minumnya jus alpukat" ucap Vanya
"Gue lemontea aja"-Lauren
"Gue samain punya Lauren"-Vano
"Gue jus melon"-Lavena
"Gue sama kayak Agatha sama Dafa"-Vino
"Gue-"
"Lo ikut gue mesen" Rafi menarik tangan Lia dengan paksa. Lia yang tangannya di tarik hanya pasrah.
•
•
•
•
❤TBC❤