Agatha FA

Agatha FA
25



Saat sampai di rumah, Dafa berniat untuk menanyakan pada ibunya tentang apa yang diucapkan Agatha tadi.


"MAAA..." teriak Dafa saat memasuki mansion.


"MAMAA!"


Fira a.k.a Mama Dafa berjalan dari arah dapur. "Dafa, syukurlah kalo kamu udah pulang. Sekarang kamu siap2, kita mau kerumah Bella," ucap Fira


"Tapi Ma, aku ma-"


"Gak ada tapi2an, sekarang kamu siap2," potong Fira. Dafa menghela nafas. "Ok Ma, Dafa siap2 dulu," Dafa berjalan gontai menaiki tangga.


"Jangan lama-lama!" Teriak Fira saat Dafa sudah sampai di lantai atas. "IYA!!" Balas Dafa


****


Keluarga Smith sudah sampai didepan pintu rumah keluarga Luzard.


"Maa, mama tau gak? Tadi itu rencana kita hampir terbongkar," ucap seseorang membuat Fira yang tadinya ingin memencet bel mengurungkan niatnya. Mereka -keluarga Smith- mengenali suara itu. Ya suara itu adalah suara Bella.


"Apa?! Bagaimana bisa?" Tanya Adel dengan sedikit berteriak.


"Iya ma. Tapi untung aja Dafa gak percaya sama apa yang dibilang cewek songong itu," ucap Bella dengan nada kesal saat menyebut kata 'cewek songong'.


"Cewek songong? Siapa yang kamu maksud? Dan apa yang dia tau soal rencana kita?" Tanya Derry -Papa Bella- masih tidak mengerti.


"Iya. Dia itu anak bungsu dari keluarga Alexander. Dia tau ma, bahkan dia tau semuanya soal rencana kita dibalik perjodohan aku sama Dafa," Jawab Bella


"Kamu harus hati2 sama anak itu. Jangan sampai dia membocorkan rencana kita untuk menguras harta keluarga Smith,"


Jdar


Kalimat terakhir itu membuat keluarga Smith mematung.


'Jadi Agatha bener?' Batin Dafa.


Prok prok prok


Suara tepuk tangan dari arah pintu membuat percakapan keluarga Luzard terhenti. Mereka menoleh kearah pintu dan betapa terkejutnya mereka saat melihat keluarga Smith ada disana.


'Sial! Sejak kapan mereka disini? Apakah mereka mendengar semuanya? Aku harap tidak' Batin Derry


"Eh, Se-sejak kapan kalian ada disitu?" Tanya Derry dengan nada gugup


"Sejak kalian membongkar rencana kalian sendiri," sinis Dafa. Tidak sopan?Memang. Tapi saat ini Dafa tidak memikirkan semua itu. Yang dia pikirkan saat ini adalah hubungannya dengan Agatha yang merenggang akibat rencana busuk keluarga brengsek dihadapanya ini.


"Re-rencana a-apa?" Giliran Adel yang bertanya. Keringat dingin mulai bercucuran dikeningnya.


"Cih, kalian pikir kami tuli sampai kami tidak bisa mendengar obrolan kalian tadi? Big No!! Kami masih bisa mendengarnya Adel," sinis Fira.


"M-Mungkin kalian salah dengar," elak Adel


"Sudahlah kami tidak butuh omong kosong kalian. Saya membatalkan perjodohan ini," ucap Anton yang sedari tadi diam dengan tegas. Anton memang tidak suka basa basi dan mungkin sifatnya yang satu itu menurun kepada Dafa.


"Apa saya punya alasan untuk mempertahankan perjodohan ini?" Tanya Anton sinis dengan bahasa formal


"Kalau anda ingat istri anda punya perjanjian dengan istri saya," jawab Derry dengan senyum kemenangan.


"Dan asal anda tau, saya hanya berjanji untuk menjodohkan anak saya dengan anak anda, saya tidak berjanji untuk mempertahankan perjodohan ini sampai jenjang pernikahan. Bukan begitu nyonya Adel yang terhormat?" balas Fira sinis. Fira memang pandai membuat orang terdiam dengan fakta-fakta yang dia ucapkan dan mungkin sifat itu juga menurun kepada Dafa.*Tapi entahlah Ayya juga gak tau


"B-Benar. Tapi-" jawab Adel namun langsung dipotong oleh Dafa


"Berbicara dengan kalian hanya membuang waktuku. Lebih baik kita pergi dari sini Ma-Pa, aku masih ada urusan yang lebih penting untuk ku selesaikan," ucap Dafa sambil merolling bola matanya jengah.


"Ide yang bagus boy. Ayo kita pulang," balas Anton


Keluarga Smith keluar dari rumah itu menyisahkan Derry, Adel dan Bella yang masih meratapi nasib dan merutuki kecerobohan mereka.


"Ini semua gara-gara Agatha," ucap Bella dengan nada penuh amarah.


"Maksud kamu?" Tanya Derry


"Iya dad. Kalo aja Agatha gak ngomong soal rencana kita ke Dafa, mungkin Dafa gak akan curiga dan ngelapor sama tante Fira dan om Anton," jawab Bella. Derry menganggukkan kepalanya.


"Kamu benar. Tapi kita sudah tidak bisa berbuat apa2 lagi. Lebih baik kita kembali ke London dan memulai hidup baru disana," ucap Derry. Inilah sisi asli Derry, dia sebenarnya baik hanya saja keadaan yang memaksanya untuk berbuat curang.


"Saya akan membantu kalian," ucap seorang gadis cantik yang tak lain dan tak bukan adalah Agatha.


"Siapa kamu?" Tanya Adel


"Agatha. Ngapain lo disini? Asal lo tau, rencana gue hancur semua gara2 lo!!" Ucap Bella dengan sedikit berteriak.


"Gue cuma mau bantu keluarga lo buat mulai usaha di London seperti kata bokap lo. Dan soal rencana kalian itu, tanpa gue kasih tau Dafa, om Anton memang udah tau soal rencana kalian," balas Agatha panjang lebar. Dia tidak terima dirinya dijadikan tersangka utama.


"Bagaimana bisa?" Ucap Adel tak percaya


"Ceritanya panjang dan saya tidak suka bercerita," balas Agatha


"Jadi kalian mau atau tidak saya bantu?" Tanya Agatha langsung.


"Tentu, tentu kami butuh bantuanmu. Tapi bagaimana kamu bisa membantu kami nak?" Tanya Adel sambil menangis terharu. Bella juga ikut menangis melihat betapa baiknya gadis didepannya sekarang walaupun Bella sudah mencoba untuk menghancurkan hubungan gadis itu.


"Perlu kalian ketahui kalau saya ini adalah....






❤TBC❤