
"Mom, dad"
"Ada apa Vano?"
"Ada mafia yg mau hancurin acara dad, mereka mau bunuh keluarga kita" ucap Vano. Leo dan yang lainnya terkejut mendengar ucapan Vano
"Apa?! Kamu jangan bercanda Vano!"
"Bang Vano gk bercanda dad. Agatha yang bilang semua itu sama kami" ucap Vino
"A-Agatha?" Tanya Valen
"Iya mom"
"Dad, bagaimana kalau princess kenapa-napa. Cepat cari princess dad!!" Ucap Valen panik
"Mom tenang aja, Agatha gk akan kenapa-napa" ucap Vanya
"Kenapa kamu bisa se-yakin itu Vanya?" Tanya Clara -mama Vanya- kepada Vanya.
"Karena Agatha adalah ketua kami" jawab Vanya
"Ketua?"
"Ya. Agatha adalah ketua dari-"
Dorr
Ucapan Vanya terpotong oleh suara tembakan.
"Mereka udah sampai, kita harus lindungi para tamu" ucap Vino mendapat anggukan dari sahabat2nya.
"Halo, tuan Alexander" sapa ketua Black Moon(BM)
"Siapa kamu? Mau apa kamu kemari?" Tanya Leo
"Kami hanya menginginkan hartamu dan nyawa keluargamu" jawab ketua BM sambil menyeringai.
"In your dream" ucap seorang gadis dengan 4 orang laki-laki dibelakangnya dan beberapa pasukan. Siapa lagi kalau bukan Agatha.
"Siapa lo?" Tanya ketua BM
Bukannya menjawab, Agatha hanya menunjukkan lambang yang ada di bajunya. Lambang dari seorang leader DBM sekaligus 'The Queen of Darkness'.
"Queen" ucap ketua BM sambil menunduk hormat, diikuti anggotanya. "Ada urusan apa Queen kemari?" Tanyanya
"Aku hanya ingin bermain" jawab Agatha bersemangat
"Anda ingin membantu kami Queen? Hasilnya akan kita bagi rata?" Tawar ketua BM
"Kau pikir aku bodoh?! Harta ku bahkan lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka" sombong Agatha*turunan suho kali yak.
"Cih, sombong sekali anda. Aku heran kenapa orang takut pada perempuan lemah seperti anda" ucap ketua BM yang sudah emosi mendengar ucapan Agatha.
"Kau bilang aku lemah? Kalau begitu lawan aku, tuan Hendra" tantang Agatha sambil menunjukkan.
"Kau pikir aku takut? Serang!!"
"Let's play the game" gumam Agatha sambil memasang smirk andalannya.
Black Moon mulai menyerang DBD. RM pun juga ikut bertarung melawan BM. Begitu pun dengan Vanya dkk dan Dafa dkk.
Sebenarnya Vanya dkk bingung. Kenapa RM bisa bersama DBD? Dan dimana Agatha? Kenapa dia tidak ada disini? Malah yg datang adalah Queen Darkness.
*Bugh
Agatha memberi pukulan bertubi-tubi pada wajah Hendra.
Pukulan itu membuat hendra tersungkur.
"Ck ck ck. Kenapa kau duduk dibawah tuan?" Tanya Agatha sok polos.
Hendra langsung bangkit dan menendang perut Agatha, menyebabkan Agatha tersungkur kebelakang. Lalu Hendra menarik Valen dan menodongkan pistol ke kepala Valen.
Agatha yang melihat mommy nya dijadikan sandera pun emosi. Dia kembali berdiri. Agatha memasang wajah datar dan mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.
Suasana mendadak hening. Semua yang bertarung pun menghentikan aksi mereka saat merasakan aura milik Agatha yang sangat sangat mengerikan.
Aura ini, aura ini sama dengan aura yang dikeluarkan Agatha ketika dia sedang sangat marah dan emosi Batin Vanya dkk
Auranya sangat pekat Batin Dafa, Gani dan Vano
****** kok gue jadi merinding Batin Vino
Kok suasananya jadi horor begini? Jangan-jangan ada setan lagi. Hih ngeri gue Batin Rafi*
"Kalau anda maju, aku akan menarik pelatuknya dan peluru ini akan mengenai kepala nyonya Alexander" ucap Hendra
Agatha melangkahkan kakinya maju dengan santai. "Aku tidak takut tuan" ucap Agatha dingin
"Kau keras kepala Queen. Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku akan menembaknya dalam hitungan tiga" ancam Hendra.
*1.....
2....
3*....
*Dorr
"Mom/Valen*" teriak Leo, 2V dan Gani bersamaan.
Peluru itu tepat mengenai kepalanya. Kepala Hendra.
Jika author belum kasih tau, Agatha bisa bergerak dengan sangat cepat. Sehingga saat Hendra akan menekan pelatuknya, Agatha langsung mengarahkan pistol itu ke kepala Hendra. Alhasil peluru dari pistol itu tepat mengenai kepala Hendra.
Leo, 2V dan Gani menghela nafas lega melihat istri dan mommy nya selamat.
"Bereskan mayatnya" ujar Agatha lalu pergi meninggalkan hotel diikuti anggota DBD dan RM. Namun ada 3 orang anggota DBD yg tinggal untuk membereskan mayat Hendra.
•
•
•
•
❤TBC❤