Agatha FA

Agatha FA
23



'Tak akan ku biarkan siapapun menghancurkan duniaku. Baik itu keluargaku sekalipun'


-Albert Nielsen A-


*******


Agatha POV


"Maaf aku gk bermaksud bentak kamu. Aku lagi kebawa emosi-"


Gue langsung menghentikan video itu. Video rekaman kejadian di kantin AFIHS yang gue dapet dari anak buah gue.


"Kamu tenang aja Daf, aku tau apa alasan kamu melakukan semua itu," ucap gue


Gue tau apa yang terjadi dibalik semua itu. Bahkan sebelum Bella dateng.


Tok tok tok


"Masuk,"


"Maaf mengganggu nona, ini data keuangan yang anda minta tadi," ucap Melly, sekretaris Agatha.


"Terima kasih, kamu boleh pergi," ucap Agatha


"Sama-sama nona, saya permisi," balas Melly


Agatha POV end


***********


Disisi lain(Indonesia)


Adafa POV


Gue bingung, apakah gue harus nerima perjodohan ini? Tapi perasaan gue udah bukan buat dia lagi. Tapi kalo gue nolak, sama aja gue nyakitin perasaan orangtua gue.


"Akhh,,," Gue mengacak rambut gue frustasi.


"Maafin gue, Tha," gumam gue.


Gue beranjak dari tempat tidur lalu turun ke lantai bawah.


"Kamu mau kemana malam² begini, Daf?" Tanya Mama gue.


"Rumah Rafi, Ma," jawab gue. "Aku berangkat dulu ya Ma. Mama mau nitip sesuatu?" Tanya gue balik.


"Martabak special aja sebungkus," jawab Mama gue. "Sip, nanti Dafa belikan," Gue mengacungkan jempol lalu mencium punggung tangan Mama gue.


"Jangan pulang malem²," ucap Mama gue mengingatkan.


"Iya Ma, Assalamualaikum,"


"Wa'laikumsalam. Hati-hati!" Balas Mama gue


Adafa POV end


***********


"Daf, lo serius lebih milih su boneka Annabella dari pada Agatha?" Tanya Rafi dengan tangan yang sibuk dengan stick PS miliknya.


Dafa nengalihkan pandangannya dari ponsel yang sedari tadi ia mainkan. "Ya jelas lah nggak," jawab Dafa


"Lah terus kejadian yang dikantin tadi apaan?" Rafi mem-pause kan gamenya.


"Akting," balas Dafa santai


"Jadi lo gk ada perasaan sama sekali buat si boneka Annabella?" Dafa mulai kesal karena terus ditanyai oleh Rafi.


"Gk"


"Tapi kok gue gk percaya ya," Dafa menatap Rafi datar. Untuk apa dia bertanya kalo ujung²nya punya asumsi sendiri.


"Serah. Gue balik," ucap Dafa


"Haelah bocah, gue belum kelar nanya juga, maen pergi aja," kesal Rafi


"Gue gk lagi interview," ucap Dafa datar


"Lo ngelawak,Daf? Haha gk lucu," Rafi terkekeh pelan


Diem lo thor! Jangan sempat gue acak² cerita ini -Rafi


Sebelum lo ngacak² cerita ini, udah gue matiin duluan lo😏 -Author


Eh gk deng, ampun kanjeng Ratu🙏 -Rafi


Ok fiks ini gaje, jangan dihiraukan😅*


"Cih, gk lucu ketawa" sinis Dafa


"SSOG dong" balas Rafi tak kalah sinis


"SSOG?" Dafa mengernyit bingung dengan ucapan Rafi.


"Iya, Suka-Suka Orang Ganteng dong," Rafi tersenyum penuh kemenangan.


"Serah lo," Dafa keluar dari kamar Rafi dan membanting pintu.


Blam


"Astaghfirullah, jantung Rafi kasihan ya Allah. Jantung baik² aja kan? Alhamdulillah lah kalo baik," ucap Rafi sambil mengelus dada bagian kirinya, lebih tepatnya letak jantungnya. Beneran gila nih bocah *Author


***********


Paris


"Mrs ada yg ingin menemui anda," ucap Melly


"Suruh masuk," ucap Agatha


'Siapa yang ingin menemuiku?' Batin Agatha bertanya


"Cia" Panggil seorang pria yang baru berumur 17 tahun. Agatha menegang ditempat.


'Suara itu, gk mungkin' Batin Agatha


Agatha mendongakkan kepalanya.


"ABANG!!" Agatha memeluk pria itu dengan erat. Dia sangat merindukan pria didepannya itu.


"Miss me?" Pria itu terkekeh melihat tingkah adiknya yang sangat dia rindukan.


"Yes, I miss you so much" Agatha melepas pelukannya. "Bang Niel kok bisa tau Cia disini?" Tanya Agatha pada pria itu.


Albert Nielsen Alexander, Abang sepupu Agatha. Kalian bisa memanggilnya Al. Niel? Itu adalah panggilan khusus untuk Albert dari Agatha dan sebaliknya, Cia adalah nama panggilan khusus untuk Agatha dari Albert. Albert adalah Cucu pertama dari tuan Nicholson Alexander, opa Agatha. Albert adalah Mantan ketua mafia yang sekarang dipegang kendali oleh Agatha, yaitu DBD. Albert sangat menyayangi Agatha begitupun sebaliknya. Albert adalah 'malaikat penjaga' Agatha, dan Albert akan menjadi 'malaikat maut' bagi orang² yang berani menyakiti adik kesayangannya.


"Kamu lupa siapa abang, heh?" Albert menyeringai. Mungkin orang lain akan takut melihat seringaiannya, tapi tidak dengan Agatha.


"Owh ya, kau adalah mantan ketua Diamond Black Devil," Agatha menekankan kata 'mantan' sambil tersenyum sinis.


Bukannya marah, Albert malah tertawa dan mengacak gemas rambut Agatha.


"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Albert


"Biasa, masalah perusahaan," jawab Agatha tenang. Albert memang sudah tau tentang perusahaan Agatha yang merupakan perusahaan nomor 1 didunia.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan kepada perempuan bernama Bella itu?" Agatha tidak terkejut kalau Albert sudah tau soal Bella dan Dafa karena abangnya itu memang selalu tahu apapun kejadian yang menimpa dirinya. Walaupun mereka berada di negara yang berbeda? Ya, bahkan Albert juga sudah mengetahui semua tentang Bella. Mulai dari latar belakang keluarga Bella sampai apa tujuannya kembali ke Indonesia.


"Aku akan mengurusnya saat aku kembali," Agatha memutar bola matanya jengah. Dia sangat malas membahas soal boneka hantu itu. Jahat amat neng*Author


"Kamu inget ya Cia. Abang akan selalu ada saat kamu membutuhkan abang. Abang gk akan biarin siapapun berani nyakitin dunia abang. Baik itu oma, opa, daddy, mommy atau abang² bodohmu itu. Apalagi si Dafa dafa itu," ucap Albert sambil mengelus lalu mengecup puncak kepala Agatha.


"Makasih ya bang Niel," Agatha tersenyum lembut lalu kembali memeluk Albert.


"Sama-sama baby," Albert membalas pelukan Agatha. Mereka kembali berpelukan. Siapapun yang melihat mereka berdua pasti akan mengira bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih.






❤TBC❤