Agatha FA

Agatha FA
29



"Aku juga rindu sama kamu Elin" Batin seorang cowok yang sedari tadi mengamati Agatha.


Deg


Agatha melihat ada seorang lelaki yang ternyata sedari tadi memperhatikannya dari luar jendela ruang musik.


"Lio," ucap Agatha reflek. Merasa ketahuan, sosok lelaki itu berlari menjauh.


Agatha tak tinggal diam, dia memecahkan kaca jendela itu dan berlari mengejar sosok lelaki tadi.


"Lio berhenti!!" Teriak Agatha namun tak berkesan pada lelaki itu. Kini jarak mereka semakin jauh. Sampai di tempat parkir sekolah sosok lelaki itu menghilang, Agatha kehilangan sosok itu.


"Lio kamu dimana?!! Aku tau itu tadi kamu Lio. Keluar!! Aku rindu sama kamu!! Aku rindu sama kamu Lio, aku rindu," semakin lama suara Agatha semakin terdengar pilu. Dia menangis. Dia menangisi sosok lelaki yang sangat ia rindukan.


Ada seseorang yang melihat Agatha menangis. Dia sosok lelaki tadi. Ternyata dia bersembunyi dibalik sebuah mobil.


"Don't cry baby,"


****


Di sebuah ruangan yang sangat gelap. Dua sosok lelaki sedang berbincang serius.


"Sampai kapan lo akan terus bersembunyi A?  Gue gak tahan ngeliat lo uring-uringan setiap hari bahkan setiap saat." Lelaki yang di panggil A itu hanya termenung.


"Lo mau bantuin gue?" Tanya A pada teman bicaranya, sebut saja Mr.X


"Ck bantuan apa lagi? Emang selama ini gue bantuin lo kan,"


"Gk ikhlas?"


"Ikhlas kok. Udah buruan apa lagi yang harus gue lakuin?"


"Datang kesana dan lindungi dia untuk gue sebelum gue benar-benar yakin untuk nemuin dia lagi," ucap A membuat Mr.X berdecak sebal.


"Oke. Tapi jangan salahin gue kali ntar dia jadi naksir sama gue," ucap Mr.X tersenyum licik.


"Itu nggak akan terjadi. Kalau pun itu terjadi, lo nggak akan pernah gue biarin hidup tenang," balas A dengan senyum yang sangat menyeramkan.


"Canda elah, ngeri amat muka lo," Mr.X mencoba mencairkan suasana tegang yang padahal dia sendiri yang memulainya.


"Oke lah gue bakal jagain princess lo itu. Tapi yang gue denger dari orang lain, dia udah ada pawangnya," A menajamkan matanya.


"Gue tau. Gue nggak akan merusak kebahagiaannya. Gue cuma mau melindungi dia. Apalagi sekarang lalat lalat pengganggu itu sudah mulai menjalankan rencana busuk mereka," ucap A


"Besok lo udah mulai misi," Mr.X mencibir melihat sifat bossy sahabatnya itu.


****


AFIHS kembali digemparkan oleh kabar kedatangan murid baru yang kabarnya berjenis kelamin laki-laki. Para kaum hawa yang bersemayam di AFIHS pastinya berharap sosok lelaki itu memiliki wajah di atas rata-rata. Begitu pun dengan para kaum adam, mereka tentunya berharap murid baru itu memiliki wajah di bawah rata-rata.


"Murid baru lagi? Demen banget si orang-orang masuk kemari, gak tau aja disini kita sengsara akan tugas-tugas yang terus hadir gak pernah absen. Mana murid barunya cowok lagi," ucap Rafi ngedumel gak jelas.


"Kenapa emangnya kalo cowok? Takut itu cowok gantengnya ngelebihin elo?" Balas Lia menanggapi ucapan Rafi.


Yap, seperti biasa mereka sedang berada di kantin sebelum bel masuk berkumandang.


"Wess jangan salah lo, gak ada yang bisa mengalahkan kegantengan seorang Rafi, dan asal lo tau secara gak langsung lo mengakui kegantengan gue hemm," Rafi berkata seperti itu dengan wajah super tengilnya yang selalu sukses membuat siapapun yang melihatnya merasa sangat ingin melemparnya ke sungai Amazon. Ngeselin.


"Pede gila lo, gantengan juga jodoh gue," balas Lia tak mau kalah


"Iya. Jodoh kamu kan aku," ucap Rafi sambil mengedip ngedipkan matanya.


"Najis gue jodoh sama titisan miper kayak lo,"


"Baek baek lo ngomong sama calon,"


"Iya calon. Calon babu. Huahahaha," Lia tertawa diikuti yg lain, minus Dafa dan Agatha pastinya. Rafi memasang wajah cemberutnya.


Murid lain yang melihat kebahagiaan sepuluh sejoli itu pun ikut tertawa melihat tingkah para most wanted mereka dan berharap semoga mereka akan tetap seperti itu. Menebar kebahagiaan dan kenangan indah di AFIHS dan berharap semoga tidak ada yang merusak hangatnya hubungan persahabatan mereka.


"Emm...gue boleh gabung sama kalian gak? Soalnya gue gak tau lagi mau duduk dimana," ucap Gracella mengundang bisik-bisik dari murid-murid yang lain.


*Wah wah berani bener tu anak baru ngedeketin most wanted kita


Itu anak baru tadi kan? Mayan cantik sih


Iya lumayan tapi masih cantikan Agatha dkk


Cewek lampu merah kali*


*Denger denger dia anak angkat keluarga Alexander loh


What?!! Seriusan lo?


Iya bener gue denger sendiri tadi dia ngenalin diri pake marga Alexander


Adeknya duo kembar dong*?


Nyesel gue ngehina tu cewek


Ingin rasanya Acel mencabik-cabik wajah para tukang gosip itu tapi dia harus menahan emosi dan menjaga image nya didepan keluarga angkat dan sahabat dari abang-abangnya yang super ganteng itu.


Yang duduk samping Agatha boleh juga. Gue harus dapetin dia Tekad Acel dalam hati.


Dasar cewek ular gak tau diuntung, udah dikasih numpang dirumah bonyok gue diangkat jadi anak pula ngerebut perhatian bonyok plus abang-abang gue sekarang mau ngerebut Dafa dari gue? Gak akan pernah bisa dan gak akan pernah gue biarin Batin Agatha


Gracella masih menampilkan senyum manisnya, tapi kali ini ia arahkan kepada Dafa yang hanya menatapnya datar.


"Baek baek tu mata, pengen banget di colok," sindir Lauren membuat Acel mengalihkan pandangannya dari Dafa.


"Apaan sih mulut lo, pake nyindir nyindir segala," balas Acel


"Eh sorry ya emang lo merasa sama sindiran gue? Kok sewot mbaknya," Acel terbungkam oleh kata-kata Lauren.


Lauren kok dilawan, mesti kursus dulu itu mulut baru bisa ngelawan lantam dan pedasnya mulut Lauren, Batin sahabat-sahabat Lauren


"Diem kan lo," ucap Lauren lagi-lagi dengan nada sinisnya.


"Udah woy ngapa jadi berantem. Lo duduk sini aja dek bareng kita jangan mikirin si mulut cabe," ucap Vino menengahi pertengkaran.


"Lo-"


"Makan yang tenang," perintah singkat dari Agatha membuat Lauren mengurungkan niatnya untuk membalas ucapan Vino.


"Kicep lo kan sama adek gue," ejek Vino. Lauren menatap Vino dengan tatapan sinis sambil memakan mie yang tadi dipesannya.


"Lo juga bang," Vino langsung diam karena merasakan aura tak sedap dari adeknya.


"****** lo," Ucap Lauren hanya dengan gerakan mulut namun bisa dimengerti oleh Vino.


Gracella yang sedari tadi menatap jengah kedua insan itu kemudian duduk disamping Dafa? Tepatnya diantara Dafa dan Agatha.


"Aku duduk disini ya," ucap Acel pada Dafa dengan memasang senyum manis yang membuat Agatha ingin muntah melihatnya. Dan apa tadi? Aku? Eww dasar ular.


"Lo minggir dong Tha. Lo kan udah selesai makannya, gue duduk deket dia," ucap Acel mengusir Agatha. Helloow kok jadi gak tau diri gitu sih.


Namanya juga manusia. Dibaikin dikit terus ngelunjak dan gak tau diri -Author


Seratus buat Author -Agatha


Tanpa basa basi Agatha bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan kantin hanya menyisakan auranya yang menyeramkan.


"Tuh kan gara gara lo sahabat gue jadi pergi," kesal Lauren. Acel mengangkat bahunya acuh.


❤️TBC❤️