
Saat ini keluarga Alexander sedang berada di ruang keluarga.
"Princess, gimana sekolah kamu? Kamu masih di bully?" Tanya Leo
"Baik kok dad. Kalo di bully sih masih, tapi aku lawan kok dad" jawab Agatha
"Tapi kalo kamu sampai kenapa-kenapa gimana princess?" Tanya Valen khawatir
"Mom tenang aja. Kita bakal jagain princess kok" jawab Vino
"Iya mom. Lagi pun princess gak sendirian, sahabat-sahabatnya selalu lindungi princess." lanjut Vano
"Tapi kan tetep aja princess itu gak aman"
"Dad gak mau tau. Secepatnya kamu harus bongkar penyamaran kamu," Tegas Leo
"Tap-"
"Gak ada bantahan princess" Agatha hanya menghela nafas. Dia masih ingin menyamar menjadi nerd dan membuat semua orang yang membully nya menjadi lebih menyesal.
"Oh iya princess, minggu depan dad akan mengenalkanmu kepada public bahwa kamu adalah putri dari keluarga Alexander" ucap Leo. Agatha membelalakkan matanya. Dia bahkan belum siap membongkar penyamarannya di sekolah dan ini dadnya menyuruhnya untuk membongkar penyamarannya di depan public.
"Kok cepet banget sih dad. Aku kan belom siap" kesal Agatha
"Ini demi kebaikan kamu princess" ucap Gani lembut
"Bener apa kata abang kamu. Dan menurut mom malah ini waktu yang tepat" tambah Valen
"Ok, aku mau" ucap Agatha pasrah
"Nah gitu dong. Kan kita jadi seneng" ucap Vino sambil tersenyum diikuti yang lainnya.
"Udah malem. Sekarang kalian masuk kamar masing-masing terus tidur, besok kalian sekolah" perintah Valen
"Siap kapten" balas 2V dan 2A(Agatha dan Afgani) dengan posisi tangan hormat. Mereka pun masuk ke kamar masing-masing.
Leo dan Valen geleng-geleng melihat tingkah anak-anak mereka.
*Tok...Tok...Tok
Cklekk*
"Masuk"
"Ada apa princess kok kamu belom tidur?" Tanya Vano
"Aku gak bisa tidur, bang!" Panggil Agatha.
"Apa?"
"Aku boleh tidur sama abang gak?" Tanya Agatha
"Boleh dong, abang juga rindu tidur bareng kamu" jawab Vano sambil tersenyum lembut dan itu menambah kadar kegantengannya.
*Untung gue udah kebal sama senyumnya abang gue. Kalo enggak bisa suka gue sama abang gue sendiri.haha* Ucap Agatha dalam hati sambil terkekeh
"Udah sekarang kamu tidur besok sekolah" suruh Vano
Agatha membaringkan dirinya dan mulai memejamkan matanya. Vano menarik selimut untuk menyelimuti adik kesayangannya itu.
"*Good night my princess*" ucap Vano sambil mengecup kening Agatha
"*Night too my prince*" balas Agatha kemudian keduanya tertidur.
~~~~~~~~~~~~🍁🍁🍁~~~~~~~~~~~~
"*Good morning* epribadeh" teriak Vena saat memasuki kelas
"Berisik" Agatha menatap tajam Vena karena telah mengganggu tidurnya. Vena yang ditatap seperti itu malah cengengesan
"\*\*\*\*\*\* lo buketu marah, hahaha" ledek Lia
"Sorry Tha sorry. Gue gk tau lo lagi tidur"
"Hmm" Agatha berniat melanjutkan tidurnya. Namun niatnya itu iya tunda saat mendengar bel masuk.
"Woy buk Nina dateng woy. Cepet duduk" teriak Beni, ketua kelas XI IPA 1. Semua menduduki bangku mereka masing\-masing.
"Selamat pagi anak\-anak" ucap bu Nina, guru matematika kelas XI yang termasuk guru killer di AFIHS.
"Pagi buk" balas seluruh murid.
"Buka buku kalian hal 158 kerjakan 1\-20 dikumpulkan hari ini juga. Kalo tidak kalian akan ibu hukum" ucap bu Nina disertai ancaman
Seluruh murid langsung mengerjakan tugas yang diberikan bu Nina karena mereka takut di hukum oleh guru killer yang satu ini. Mereka sudah mengenal bu Nina, guru itu tidak pernah memberikan hukuman yang ringan, baik itu untuk laki\-laki maupun perempuan.
Dalam waktu 10 menit Agatha sudah menyelesaikan tugasnya. Agatha berjalan untuk mengumpulkan tugasnya di meja guru.
*Wihh pinter juga tu nerd
Cepet banget siapnya
Cihh palingan juga mau permisi
Heh \*\*\*\*\*\* kalo dia permisi ngapain bawa buku*
"Kamu sudah selesai?" Tanya bu Nina tak percaya.
"Hmm, saya boleh keluar?"
"O\-oh iya boleh"
Agatha keluar meninggalkan kelas.
"Lanjutkan tugas kalian" Tegas bu Nina saat mendengar ocehan muridnya.
~~~~~~~~~~~~🍁🍁🍁~~~~~~~~~~~~
Agatha berjalan di koridor yang tampak sepi karena ini masih proses KBM.
*Brukk*
Agatha ditabrak oleh seseorang.
"Eh...sorry"
"Agatha?"
"Dafa?"
Ya yang menabrak Agatha adalah Dafa.
"Sorry ya Tha" ucap Dafa merasa bersalah
"Gk papa kok. Gue nya aja yang jalannya gak liat\-liat" Entah kenapa sifat dingin Agatha sedikit menghilang jika berhadapan dengan Dafa, begitupun dengan Dafa.
\(Fyi; Agatha ngomongnya gak pernah pake aku\-kamu walau penampilannya nerd\)
"Ya udah gue duluan ya. Bye"
"Tha" panggil Dafa sebelum Agatha menjauh
"Nanti malam lo sibuk gak?" Tanya Dafa sedikit gugup
"Emm...kayaknya enggak deh, kenapa?"
"Boleh"
"Ok, nanti malam gue jemput jam 7"
"Lo mau gk ikut gue?"
"Emang lo tau rumah gue dimana?" Tanya Agatha sambil tersenyum miring
"Nggak" jawab Dafa sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Ck, jadi lo mau jemput gue dimana bodoh"
"Di rumah lo lah"
"Gini aja. Lo tau taman deket jalan \*\*\*\*\* kan?" Tanya Agatha
"Ok. Tapi kenapa gak dirumah lo aja?" Tanya Dafa lagi
"Tau"
"Lo jemput gue di situ aja"
"Terserah gue lah"
Agatha pergi meninggalkan Dafa yang masih melongo mendengar jawaban Agatha.
~~~~~~~~~~~~🍁🍁🍁~~~~~~~~~~~~
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Seluruh murid berhamburan keluar dari kelas masing\-masing.
"Lo pulang naik apa Tha?" Tanya Lauren
"Kalo gitu kita duluan ya Tha" ucap Vanya. Agatha hanya mengangguki ucapan sahabatnya.
"Mobil"
Kini Agatha berjalan sendirian di koridor.
"Agatha!" panggil seseorang. Agatha membalikkan badannya dan mendapati Dafa sedang berjalan menghampirinya.
"Apa?"
"Lo pulang bareng gue" ucap Dafa
"Gak."
"Tapi sayangnya gue gak nerima penolakan" ucap Dafa sambil menarik lembut tangan Agatha.
*Aduh jantung gue kenapa jadi dag dig dug ser gini* Ucap Agatha dalam hati sambil melihat tangannya yang ditarik Dafa
Sekarang mereka sudah sampai di parkiran.
"Masuk" suruh Dafa dengan tangannya masih menggenggam tangan Agatha.
"Gimana gue mau masuk kalo tangan gue masih lo pegang" ucap Agatha sambil melirik tangannya yang digenggam.
Dafa langsung melepaskan genggamannya.
"Eh...so\-sorry" ucap Dafa gugup.
*Bodoh! Ngapain sih gue pake pegang tangan Agatha segala. Kan malu jadinya*! Batin Dafa
Agatha yang mendengar batinan itu pun terkekeh dalam hati. Agatha memasuki mobil Dafa lalu disusul oleh Dafa.
Dafa melajukan mobilnya meninggalkan kawasan sekolah.
•
•
•
•
❤**TBC❤**