Agatha FA

Agatha FA
22



"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo perkenalkan nama kamu" ucap bu Leni


"Nama gue Bella Anatasya Luzard. Gue pindahan dari London" ucap Bella dengan senyum manisnya. Namun senyum manisnya hanya ia tujukan kepada 1 orang, yaitu cowok yang duduk di sudut kanan belakang.


Cowok yang terkenal dingin dan cuek. Cowok yang sudah jauh dari pacarnya selama 1 bulan. Cowok itu adalah...


Who?


Dafa. Bella menatap Dafa dengan senyum manisnya.


"Baiklah, kamu boleh duduk disamping Mauren" ucap buk Leni


"Terima kasih buk" ucap Bella lalu duduk dikursi samping Mauren.


"Gue Mauren" ucap Mauren. Mauren adalah cewek yang suka membully. Bahkan dia lebih kejam dari Clara dkk. Namun dia tidak pernah ketahuan membully karena Mauren bisa menyembunyikan sifatnya itu dengan baik. Bahkan dia pernah membunuh seorang siswi hanya karena tidak sengaja menumpahkan jus ke bajunya. Mungkin ada beberapa murid yang tau sifat aslinya, tapi mereka tidak berani melapor karena takut menjadi sasaran Mauren.


"Gue Bella" balas Bella


"Gue perhatiin dari mulai masuk kekelas ini lo selalu liatin Dafa. Lo suka sama dia?" Tanya Mauren


"Gue bukan hanya suka, gue udah cinta sama Dafa sejak kecil" jawab Bella


"Maksud lo?" Tanya Mauren bingung


"Gue sama Dafa dulu tuh sahabatan. Kita udah jatuh cinta sejak masih kecil. Sampe suatu hari bokap gue ngajak gue buat pindah ke London." Ucap Bella


"Terus apa lo yakin Dafa masih cinta sama lo?"


"Pasti. Gue yakin dia masih cinta sama gue" ucap Bella mantap


"Tapi setau gue, Dafa udah punya pacar dan pacarnya itu anak dari keluarga Alexander. Kalo gk salah namanya Agatha Felinxia Alexander" ucap Mauren


"Gue gk peduli soal itu. Yang gue tau, Dafa milik gue. Gue bakal lakukan apapun untuk dapetin Dafa. Walaupun gue harus ngebunuh pacarnya Dafa yang sekarang. Siapapun yang berani rebut Dafa dari gue, gue bakal singkirin dia atau jika perlu gue buat dia pergi dari dunia ini" ucap Bella dengan senyum liciknya


"Gue bakal bantu lo. Gue juga punya dendam dengan keluarga Alexander. Karena mereka nyokap gue meninggal" ucap Mauren yang terlihat langsung emosi.


Aku kembali sayang Batin Bella


***********


Vanya dkk sedang makan dikantin. Kali ini mereka hanya berempat. Dafa dkk tak tau entah pergi kemana.


"Gue denger2 murid baru itu masuk dikelas Dafa dkk. Kalo gk sala namanya Bella Anatasya Luzard" ucap Lia membuka suara


"Gk penting" ucap Vanya dingin


"Gue kan cuma ngasih info yg gue dapet dari murid2. Kok lo marah sih" ucap Lia cemberut


"Udah lah Lia, lo kayak gk tau Vanya aja. Dia kan 11 12 sama Agatha" ucap Lauren


"Tauk, baperan amat" sarkas Lavena


"Diem lo" balas Lia


Mendadak kantin ricuh. Apa lagi kalau bukan karena kedatangan Dafa dkk.


Tapi satu yang membuat penghuni kantin kaget sekaligus bertanya-tanya.


Siapa cewek yang sedang menggandeng tangan Dafa?


Dan


Kenapa Dafa tidak menolak sama sekali?


Melihat pemandangan seperti itu Vanya dkk langsung emosi. Karena Dafa sudah berani mengkhianati sahabat mereka,Agatha.


Vanya berjalan menghampiri Dafa dkk dan Bella.


*Plakk


Bugh


Bugh*


Vanya menampar pipi Bella dan memberi bogeman mentah kepada Dafa. Dafa yang tak siap menerimanya pun tersungkur.


"MAKSUD LO APA HAH?! LO MAU KHIANATIN AGATHA?!" Tanya Vanya emosi


"JAWAB!!" Bentak Vanya


"Lo apa-apaan sih dateng2 main nampar gue sama mukul Dafa" ucap Bella sambil memegang pipinya yang bekas ditampar Vanya dan pura pura kesakitan


"Jangan berani rebut Dafa dari Agatha ataupun ngerusak hubungan mereka" ucap Vanya dengan nada datar


"Dan lo" Vanya menunjuk kearah Dafa, "Jangan sampe sahabat gue sakit hati gara-gara lo. Kalau sampe dia nangis karna lo. Siap2 akan kedatangan malaikat penjaga Agatha" ucap Vanya memperingatkan Dafa.


Dafa dkk bingung, siapa yang dimaksud 'malaikat penjaga Agatha' oleh Vanya?


Gani dan 2V pun tidak mengerti maksud Vanya.


"Maksud lo malaikat penjaga Agatha itu siapa?" Tanya Gani


"Kalian akan tau nanti" ucap Vanya misterius lalu pergi dari kantin diikuti sahabat2nya. Saat melewati Bella, Vanya menatap Bella dengan tatapan super tajam dan Vanya sempat membisikkan sesuatu.


"Jangan coba main-main dengan Ratu kegelapan. Mungkin saja sekarang dia udah tau kejadian ini. Jadi bersiaplah menerima konsekuensinya karena lo udah mencoba merebut miliknya"


Setelah membisikkan kalimat itu, Vanya dkk pergi entah kemana. Bella tak mengambil pusing bisikan Vanya tadi. Karena menurutnya itu hanya omong kosong.


"Bang, lo tau apa yg dimaksud sama Vanya?" Tanya Gani kepada Vano


"Gue gk tau. Lo tau Vin?" Tanya Vano balik pada Vino


"Lo berdua yang paling deket ama princess aja kagak tau, konon lagi gue yang kerjaannya ngejailin plus debat mulu sama princess" cerosos Vino


"Rafi kali tuh tau" lanjut Vino


"Lah kok gue sih. Kalian yang abang-abangnya aja gk tau, apalagi gue yg bukan siapa-siapanya" balas Rafi


"Kok kalian jadi debat soal si Agatha ****** itu sih. Buruan bawa Dafa ke UKS" ucap Bella mendapat tatapan sinis dari Gani, Vano, Vino dan Rafi.


"Lo kali yg ******" ejek Rafi


"RAFI" bentak Dafa


Bugh


Dafa menendang perut Rafi. Tetapi setelah itu


*Bugh


Bugh


Bugh


Brak*


"Gue udah pernah bilang sama lo. Kalo sampe lo khianatin adek gue. Gue bakal ngebunuh lo. Tapi kali ini cukup segini dulu. Mungkin kalo gue gk mikirin keadaan adek gue kalo gue ngebunuh lo sekarang. Lo udah mati ditangan gue" ucap Vano lalu pergi diikuti Gani dan Vino


"Cih,,lo bodoh Daf. Lo lebih milih ****** ini dari pada Agatha. Sama aja lo lebih milih sampah daripada berlian. Kalo gue jadi lo gue gk akan lepasin Agatha" sarkas Rafi


Bugh


"Sorry tangan gue udah gak bisa gue tahan lagi" sinis Rafi lalu menyusul Gani dan 2V


"Sayang kamu gk papakan" ucap Bella khawatir sambil menyentuh sudut bibir Dafa yg sobek.


"Awws,,Lepas!" Sentak Dafa


"K-kamu bentak aku" lirih Bella


"Maaf aku gk bermaksud bentak kamu. Aku lagi kebawa emosi. Udah mendingan sekarang kamu obatin aku di UKS" ucap Dafa lembut. Bella membantu Dafa berjalan ke UKS.


Semua penghuni kantin yang menyaksikan kejadian itu sebenarnya merasa kasihan kepada Dafa. Namun mereka tidak mau ikut campur masalah orang-orang kaya itu.


Yang ada dipikiran mereka saat ini sama. Yaitu hanya ada satu kata untuk Dafa


Bodoh


Kenapa bodoh?


Karena Dafa lebih memilih Sampah daripada Berlian.






❤TBC❤