
2 bulan kemudian...
'Mereka cocok banget'
'*Couple goals'
'Cocok! Cantik sama ganteng'
'Cantikan juga Agatha daripada Bella'
'Gak cocok, ceweknya kayak cabe*'
Banyak komentar dari siswa/i AFIHS saat melihat Dafa dan Bella berjalan bersama di koridor saat pulang sekolah. Suasana koridor memang sudah tidak ramai tapi masih ada siswa/i yang berlalu lalang.
"Dafa!!" Panggil Rafi dari arah belakang Dafa dan Bella yang sedanh berjalan bersama Vano, Vino dan Gani.
"Kok kalian berdua keliatan makin deket?" Tanya Vino sinis, dia masih belum bisa memaafkan Dafa atas kejadian 2 bulan lalu.
"Bukan keliatannya doang, kita berdua udah tunangan," ucap Bella dengan bangganya menunjukkan cincin yang terpasang di jarinya dan Dafa.
Mereka terkejut mendengar pengakuan Bella. "T-tu-tunangan?" Tanya Rafi memperjelas.
"Iya" Bella menganggukkan kepalanya dengan semangat.
Bugh
"*******!!"
*Bugh
Bugh
Bugh*
"Beraninya lo khianatin adik gue. Anjing!!"
Bugh
Gani terus memukuli Dafa, tak peduli lagi dengan keadaan sahabatnya itu.
"ABANG STOP!!" Teriak seseorang. Spontan Gani langsung menghentikan pukulannya mendengar suara yang sangat ia rindukan.
Deg
'Suara itu?' Batin Dafa
"A-Agatha, k-kamu udah pulang?" Tanya Gani sambil melepas cengkraman tangannya dari kerah baju Dafa. "Ini beneran kamu kan princess?" Tanya Gani lagi pada orang yg berteriak tadi yang tak lain adalah Agatha.
"Seperti yang abang liat, aku ada di depan abang," ucap Agatha datar. Gani langsung memeluk Agatha, melepaskan kerinduannya selama 3 bulan yg menurutnya sudah seperti 3 tahun.
Setelah puas melepas rindu, Gani melepaskan pelukannya.
"Agatha" panggil Dafa yg sedari tadi bungkam. Dafa melihat Agatha dengan tatapan sendunya.
Agatha melangkah maju kearah Dafa namun langsung dihentikan oleh Gani. "Gak usah berhubungan dengan si brengsek itu lagi, dia udah khianatin kamu princess," ucap Gani
"I know,"Agatha tersenyum tulus kearah Gani.
'Dia sudah tau? Bagaimana bisa?' Batin Dafa
"Tentu saja gue sudah tau semuanya karena mata2 gue ada dimana2," ucap Agatha menjawab batinan Dafa.
'Lo-gue?' Dafa merasa tidak rela Agatha mengganti kata aku-kamu menjadi lo-gue.
"Lo gak tau dengan siapa sekarang lo berurusan, Bella Anatasya Luzard ," ucap Agatha tersenyum miring disertai tatapan tajam.
"L-lo tau nama gue?" Tanya Bella sedikit takut dengan tatapan tajam milik Agatha.
"Hahaha, tentu saja gue tau. Bahkan gue tau semuanya tentang diri lo, nona Luzard," ucap Agatha masih dengan tatapan tajamnya, membuat Bella ketakutan setengah mampusđ.
"S-siapa lo sebenarnya?" Tanya Bella dengan nada takut yang coba ia sembunyikan namun gagal.
"Agatha Felinxia Alexander," ucap Agatha memperkenalkan dirinya.
"A-Alexander? Keluarga terkaya no.2 didunia? Gak mungkin lah, lo pasti ngehalu," ucap Bella dengan nada meremehkan, rasa takutnya sedikit berkurang setelah mendengar ucapan Agatha yang dia anggap seperti sebuah lelucon.
"Lo tau gue siapa?" Tanya Gani dingin
"Ya tau lah, Afgani Felixio Alexander," jawab Bella
"Kalo gue bilang Agatha itu kembaran gue, lo masih gk percaya?" Gani tersenyum miring.
"J-Jadi lo beneran anak keluarga Alexander?" Bella merutuki dirinya yang dengan bodohnya mencari masalah dengan keluarga kaya itu.
"Lo gak tuli sampe gue harus ngulang ucapan abang gue tadi," sarkas Agatha dengan tatapan tajamnya.
Bella hanya bungkam tak bisa berkata apa-apa.
"Jadi-" Semua diam menunggu Agatha melanjutkan ucapannya.
"Apakah rencana lo berhasil Bella?" Tanya Agatha sambil tersenyum miring.
"Rencana apa?" Bella bingung dengan apa yang dimaksud Agatha, lebih tepatnya berpura-pura bingung.
"Perlu gue perjelas? Yakin?" Bella tentu saja takut kalau rencannya akan terbongkar tapi dia mencoba untuk tetap tenang. Namun itu tidak mampu menutupi mimik wajahnya yang terlihat panik.
"Ok. Kalian pasti bingungkan apa maksud gue? Biar gue perjelas," Agatha kembali menunjukkan senyum liciknya.
"Jadi, Dafa dan Bella bertunangan karena perjanjian antara mamanya Dafa dan mamanya Bella waktu SMA. Mereka membuat perjanjian jika nantinya mereka memiliki anak dengan jenis kelamin yang berbeda, mereka akan menjodohkan anak mereka. Dan kebetulan sekali mamanya Dafa melahirkan anak laki2 yang tak lain adalah Dafa dan mamanya Bella melahirkan anak perempuan yang tak lain adalah Bella. Mereka sangat senang karena nantinya anak2 mereka akan menjadi pasangan," Agatha menjeda penjelasannya.
"Namun waktu umur Dafa dan Bella 9 tahun. Keluarga Luzard hilang entah kemana. Mereka pergi tanpa pamit kepada siapapun termasuk keluarganya Dafa. To the point, Keluarga Luzard balik lagi ke Indonesia untuk menguras harta Keluarga Smith dengan cara memanfaatkan perjanjian itu yang pastinya gak akan bisa ditolak karena Mama Dafa dan Bella sudah terikat perjanjian, dan tentunya Mama Dafa tidak ingin mengingkari janjinya," Agatha mengakhiri penjelasannya. Fiks, ini author gk tau lagi ngetik apa, author tau kalian gk ngerti sama penjelasannya, tapi ngerti2in aja lahđ â.
"Gimana? Gue benerkan Bel?" Agatha tersenyum miring.
"GAK!!ITU GAK BENER!!" Bentak Bella menyangkal semua kebenaran yang diucapkan Agatha. "Dafa, kamu percaya sama aku, semua yang dibilang Agatha itu bohong. Dia gak terima kenyataan kalo kita udah tunangan jadi dia bilang yang nggak nggak soal aku sama keluarga aku, jadi kamu harus percaya sama aku," ucap Bella berusaha membuat Dafa percaya padanya.
"Udah lah, udah kebongkar juga niat busuknya," Lavena memutar bola matanya malas.
"Diem lo! Ini bukan urusan lo," bentak Bella
"Ini menyangkut sahabat gue, jadi ini urusan gue juga," balas Lavena
"Vena," ucap Agatha memperingatkan.
"Fine" Leavena merotasi bola matanya.
"Kalo lo gk percaya sama gue, lo bisa tanya sama mama lo sendiri," ucap Agatha lalu melenggang pergi diikuti sahabat2nya dan abang2nya dan juga Rafi, menyisakan Dafa dan Bella.
"Daf, aku mohon percaya sama aku," mohon Bella sambil memegang-megang tangan Dafa.
"Lepas" Dafa menyetakkan tangannya lalu pergi meninggalkan Bella yang sudah emosi.
'Tunggu pembalasan gue Agatha' Batin Bella emosi
â˘
â˘
â˘
â˘
â¤TBCâ¤