Agatha FA

Agatha FA
10



Jangan pernah ngeremehin kemampuan orang lain karena belum tentu kemampuan lo lebih baik dari orang itu.


~Author~




Malam ini Agatha akan pergi bersama teman temannya untuk balapan.



Waktu di Jerman, Agatha ada seorang Queen Racing yang tak terkalahkan. Koleksi mobil hasil menang balapannya pun tak bisa dibilang sedikit. Bahkan Agatha membuat satu mansion yang penuh dengan mobil mobil *sport* nya. *Wihh mobil aja dibuatin mansion😅😅*.



Bukan hanya di Jerman, di sini pun dia menyandang gelar yang sama, yaitu QR atau kalian bisa menyebutnya ratu jalanan.



Namun Agatha sudah lama vakum dari dunia balapan dan sekarang dia akan muncul kembali.



Waktu sudah menunjukkan pukul 10.45 malam. Balapan akan di mulai pukul 11.00 itu artinya balapan akan di mulai dalam 15 menit lagi sedangkan Agatha masih berada di mansion.



Jarak dari mansion menuju sirkuit memakan waktu sekitar 30 menit dan Agatha hanya punya waktu 15 menit sebelum balapan di mulai.



Agatha bergegas menaiki mobil *sport* kesayangannya yang biasa di pakai untuk balapan dan melajukkan nya di atas rata rata. Bukan karena takut terlambat, tapi ini sudah menjadi kebiasaan Agatha saat membawa mobil.



~~~~~~~~~~~~🚘🚘🚘~~~~~~~~~~~~



Vanya dkk sudah sampai di sirkuit. Sekarang mereka sedang menunggu Agatha datang. Mereka sengaja tak menghampiri Agatha karena Agatha yang meminta nya.



"Duh ini Agatha mana sih kok belum muncul juga batang hidungnya." Ucap Lia kesal karena balapan akan di mulai 5 menit lagi.



"Lo kaya baru kenal Agatha kemaren aja. Dia kan emang selalu terlambat saat balapan." Ucap Vena.



"Bukan balapan aja kali, sekolah pun dia gak pernah absen dalam hal terlambat." Sambung Lauren sambil tertawa kecil diikuti yang lainnya.



"Udah woi, jangan ghibahin si *Queen* nanti abis kepala lo semua di tebas sama dia." Ucap Vanya membuat yang lain langsung menghentikan tawa mereka. Mereka tak tau bagaimana kalau sampai kepala mereka di tebas oleh *Queen* nya. Membayangkkan nya saja sudah membuat mereka bergidik ngeri.



"Heh! Mana *Queen Racing* yang lo bilang hebat itu. Kok dia belum dateng juga? Jangan jangan dia udah takut duluan lagi." Ucap seorang cowok yang baru muncul dari arah belakang Vanya dkk.



Vanya dkk menoleh, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat bahwa yang berbicara tadi adalah....


•



•



•



•



•



•



Rafi. Yap Dafa dkk juga ada disini. Untungnya Vanya dkk memakai topeng jadi Dafa dkk tidak bisa melihat wajah mereka.



Vanya dkk yang menyadari Rafi menghina *Queen* mereka a.k.a Agatha pun merasa tak terima.



"Maksud lo ngomong kaya gitu apa, hah?!!" Tanya Lia dengan nada yang agak tinggi dan mampu menyita perhatian banyak orang. Lia tidak suka dan tidak akan pernah suka jika ada yang menghina sahabatnya terlebih lagi itu adalah sahabat terbaiknya, Agatha.



"Eh santai dong. Gue kan ngoming kenyataan. *Queen* kalian itu lemah." Jawab Rafi santai membuat emosi Lia semakin meningkat.



"LO\-"



"Gue udah dateng." Ucap seorang cewek yang baru saja datang dengan wajah datar dan nada dingin. Siapa lagi kalau bukan Agatha, sang QR.



Semua yang melihat kejadia itu langsung heboh saat melihat topeng yang dipakai oleh Agatha. Topeng yang selalu dipakai QR saat sedang balapan.



Vanya dkk tersenyum melihat kedatangan Agatha. Sedangkan Dafa dkk masih bingung dengan kehebohan yang tercipta saat kedatangan cewek di hadapan mereka ini.



"Lo siapa?" Tanya Vino.



"Dia adalah *Queen Racing*." Bukan Agatha yang menjawab melainkan Reza, teman Agatha.



"Oooh, jadi ini toh *Queen* nya. Kenalin nama gue Rafi." Ucap Rafi, Dafa dan yang lainnya hanya diam.



"Gak penting." Tukas Agatha membuat Rafi emosi.



"Siapa lawan gue?" Tanya Agatha kepada Reza.



"*King Racing*." Jawab Reza sambil menunjuk ke arah Dafa.



*What?!! Jadi lawan gue Dafa. \*\*\*\*\*\* gue kalo katahuan*\- Batin Agatha.



"Kalo menang gue dapet apa?" Tanya Agatha dingin.



"Mobil *sport* kesayangan gue bakal jadi milik lo. Begitu pun sebaliknya." Jawab Dafa.




"Itu tabdanya *Queen* mau mulai balapannya. Udah buruan sana." Ucap Reza yang melihat kebingungan di wajah Dafa dkk.



Dafa mengangguk lalu berjalan ke arah mobil *sport* nya.



Seorang wanita dengan pakain kurang bahan sambil membawa bendera berjalan ke tengah tengah mobil mereka.



1....2....3....*Mulai*.



Dafa melaju dengan kecepatan penuh, sedangkan Agatha masih menjalankan mobilnya dengan santai.



"Cih, itu yang dibilang QR? Lemah." Ucap Gani dengan nada meremehkan diangguki oleh sahabat sahabatnya.



"Kalian liat aja nanti." Balas Vanya sinis.



Jarak mobil Dafa dengan mobil Agatha sudah cukup jauh. Saat di tikungan tajam Dafa mengurangi sedikit kecepatannya. Berbeda dengan Dafa, saat beberapa meter dari tikungan Agatha melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, bahkan kecepatan mobil Dafa masih kalah dengan mobil Agatha.



Agatha melajukan mobilnya sampai ke garis finish.



*Cittt*



Suara decitan ban mobil Agatha saat melewati garis finish disertai dengan debu yang berterbangan.



Gani dkk yang melihat itu pun masih tak percaya.



*Bagaimana bisa dia yang menang, padahalkan jarak mobilnya dengan mobil Dafa cukup jauh*?



Itulah pertanyaan yang ada dipikiran mereka.



Agatha yang mendengarnya pun tersenyum miring.



"Karena tadi itu gue masih pemanasan." Jawab Agatha atas pertanyaan yang ada dipikiran Gani dkk.



Gani dkk yang mendengar itu pun terkejut.



"Lo cenayang ya?" Tanya Gani kikuk.



"Bukan."



"Jadi kok lo bisa tau pikiran kita?"



"Nebak."



Gani dkk menganggukkan kepalanya tanda percaya.



*Citt*



Decitan itu berasal dari ban mobil Dafa yang baru saja melewati garis finish.



"Lo hebat." Puji Dafa saat keluar dari mobilnya lalu melemparkan kunci mobil kesayangannya itu kepada Agatha.



*Selamat tinggal mobil kesayangan gue. Semoga aja Papa gak marah kalo hadiah dari dia gue jadiin taruhan*\- Batin Dafa.



Namun betapa terkejutnya Dafa saat Agatha melemlarkan kembali kunci itu kepadanya.



"Ambi aja. Gue tau mobil itu hadiah dari bokap lo." Ucap Agatha kemudian pergi menuju mobilnya disusul sahabat sahabat nya.



"Tunggu."



"Makasih." Ucap Dafa tulus.



Agatha hanya mengangguk kemudian kembali berjalan memasuki mobilnya. Agatha dan Vanya dkk melajukan mobil mereka meninggalkan sirkuit.


•



•



•



•


*Bersambung*....



🚘🚘🚘



**Haii



Gimana partnya? Bagus gak? Kalo menurut kalian gak bagus gak papa, tapi kalo menurut kalian bagus jangan lupa vote and comment yaa**.