Agatha FA

Agatha FA
35



Setelah meninggalkan kantin Agatha pergi menuju ke rooftop.


Bruk


Tanpa sengaja Agatha menabrak seseorang. "Sorry gue gak sengaja," ucap Agatha meminta maaf. Namun yang dimintai maaf hanya diam saja tak membalas.


Merasa tak dibalas Agatha berniat melanjutkan langkahnya. Baru dua langkah berjalan orang itu mengucapkan sesuatu.


"Aku kembali Elin," ucap orang itu.


Deg


Agatha masih terdiam ditempatnya. Kakinya mendadak tak bisa ia gerakkan. Dunia seakan berhenti berputar. Nama itu. Hanya satu orang yang berhak memanggilnya dengan nama itu. Agatha pun membalikkan tubuhnya.


"Lio" ucap Agatha dengan menahan air matanya.


"I'm here princess. I'm back for you" ucap orang itu sambil tersenyum manis.


Tanpa babibu Agatha langsung memeluk orang itu, yang tak lain adalah Axelio Fernandi Arxie, sahabat sekaligus cinta pertama Agatha yang dikabarkan telah tiada.


Pelukan itu berlangsung sangat lama. Agatha menumpahkan semua kerinduannya selama ini.


"Don't cry princess," ucap Axel sambil mengusap lembut kepala Agatha.


"Kamu jahat, kamu gak bilang kalo kamu masih hidup. Kamu tega sama aku lio," ucap Agatha masih sedikit terisak.


"Maafin aku elin. Aku harus menjalani pengobatan di Jerman, sekalian sekolah disana sih. Aku udah lulus S2 sama kayak kamu," jelas Axel


"Jerman? Aku-aku selama ini disana tapi kenapa kamu gak pernah kabarin aku," ucap Agatha cemberut


"Aku tau kamu disana. Tapi kalo aku kasih tau kan gak surprise namanya," kekeh Axel


"Tau ah elin ngambek sama lio,"


"Yah terus lio harus apa supaya elin gak ngambek lagi sama lio?" Tanya Axel padahal dia tau apa jawaban Agatha seterusnya.


"Turutin semua kemauan elin selama seminggu." Nah kan, Axel sudah bisa menebak hal itu.


"Siap princess," balas Axel


"Oh iya, lio kok bisa ada disini?"


"Aku sekolah disini. Udah seminggu aku disini tapi aku gak pernah liat kamu. Kamu kemana aja selama seminggu?" ucap Axel


"Ah i-itu a-aku seminggu ini refreshing, iya aku refreshing," ucap Agatha yang tentu berbohong.


"Refreshingnya seorang queen mafia beda ya. Kalo orang lain refreshing itu ya ke pantai atau ke tempat hiburan lainnya. Kalo kamu malah main darah," ucap Axel membuat Agatha lagi-lagi terdiam.


Kok dia tau?, batin Agatha.


"M-Maksud kamu apa sih lio, kok bahas mafia segala,"


Percayalah baru Axel yang bisa membuat Agatha gelagapan seperti ini. Biasanya dia bisa menutupi semua ekspresinya dengan wajah datarnya.


"Kamu gak bisa bohongin aku elin. Aku tau semua rahasia kamu. Bahkan aku tau soal perusahaan kamu yang kamu bangun diam-diam," jelas Axel


"Dan asal kamu tau, aku juga mafia. Bahkan posisi aku ada setelah kamu," lanjut Axel membuat Agatha terkejut.


"Jadi selama ini Mr.A itu kamu?! Kamu ketua dari White Wolf?!" Tanya Agatha dengan nada sedikit keras. Untungnya suasana koridor sedang sepi.


"Iya sayang," goda Axel.


"Apaan sih yo, gak mempan kalo gitu mah sama aku," balas Agatha.


"Iya deh yang udah move on dari aku. Yang udah punya pacar mah beda," sindir Axel.


"Kok kamu tau? Kamu mata matain aku ya?" Tanya Agatha.


"Aku kan udah bilang kalo aku tau semua tentang kamu," balas Axel


"Kamu...gak marah kan aku udah punya pacar?" Tanya Agatha sedikit ragu.


"Gak ikhlas sih elin aku diambil sama orang lain. Tapi ini juga salah aku yang udah ninggalin kamu tanpa kabar," ucap Axel tersenyum miris.


"Tapi tenang..aku akan tetap lindungi kamu sama kayak dulu," lanjutnya.


"Makasih lio nya elin," sambil memeluk Axel.


"Sama-sama elin nya lio," Axel pun membalas pelukan Agatha.


"Kamu gak masuk kelas?" Tanya Axel


"Yang punya sekolah mah bebas," sombong Agatha.


"Iya nona CEO," balas Axel sambil membungkukkan tubuhnya sebagai tanda penghormatan. Hal itu membuat Agatha tertawa.


"Kamu sendiri kenapa gak masuk kelas? Kamu kelas XI apa?" Tanya Agatha.


"Aku mau nemenin kamu aja deh masih kangen. Aku kelas XI IPS 2," balas Axel.


"Keruangan aku aja yuk, nanti kalo ada yang liat bisa berabe urusannya," ajak Agatha lalu menarik tangan Axel.


"Berasa jadi selingkuhan aku kalo gini caranya," ketus Axel.


"Bodo amat," balas Agatha. Axel mendengus kesal mendengar balasan Agatha.


****


Drett drett


Ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk dari aplikasi WhatsApp.


+628xxxxxxxx : 📸Send a picture


+628xxxxxxxx : lo liat kelakuan pacar lo


Dafa membuka pesan itu.


+628xxxxxxxx :



(Anggap itu Agatha sama Axel lagi pelukan di koridor)


+628xxxxxxxx : lo liat kelakuan pacar lo


Tangan Dafa terkepal melihat foto itu. Rahangnya mengeras. Tidak! Ia tidak percaya begitu saja dengan foto itu. Tapi egonya berkata lain.


"Sialan!" Teriak Dafa. Dia langsung menyambar jaket dan kunci motornya. Lalu bergegas ke sekolah.


****


Kriingg kriiiing


"Udah bel istirahat tuh Elin gak ke kantin?" Tanya Axel.


"Kantin lah, lio emangnya gak ke kantin?" Tanya balik Agatha. Axel menganggukkan kepalanya.


"Ya udah kita bareng aja," ucap Axel lalu menarik tangan Agatha.


"Tunggu yo,"


"Kenapa?"


"Aku cuma mau bilang, kamu jangan panggil aku Elin di depan orang lain. Begutu pun sebaliknya. Cukup panggil Agatha sama Axel aja, ok?"


"Iya aku paham," ucap Axel


"Ya udah ayok, elin udah laper nih," ucap Agatha


Agatha dan Axel berjalan beriringan menuju kantin. Sesampainya di kantin mereka langsung memesan makanan. Setelah itu mereka makan dengan tenang.


Prokk prokk prokk


"Bagus ya, cowoknya nyariin dia malah enak-enakan makan sama cowok lain," sinis Dafa yang baru saja memasuki kantin bersama Gani, Vano dan yang lainnya. Acel pun juga ikut dengan mereka.


"Ini gak seperti yang kamu lihat Daf, aku sama Axel cuma makan bareng gak lebih," ucap Agatha.


"Halah bullshit!" Bentak Dafa.


"Jelas-jelas tadi lo pelukan sama cowok lain di koridor. Gue yakin cowok yang lo peluk itu dia kan?!!" Emosi Dafa tidak bisa dibendung lagi.


Kok Dafa tau? Dan lo-gue? Secepat itu kah aku-kamu berubah jadi lo-gue?, Batin Agatha bertanya-tanya.


"Gue juga mau nanyak, Laki-laki yang di foto ini siapa dek? Dan kemana aja lo selama dua minggu ini?" Tanya Vino sambil menunjukkan foto yang ditunjukkan oleh Acel tempo hari.


"Oh jadi bukan cuma sekali?! Mau jadi ****** nempel sana sini?!" Sinis Dafa. Bahkan abang-abang Agatha tidak ada protes saat dirinya disebut ****** oleh Dafa.


"Kenapa diem?! Benerkan apa yang gue bilang?!! DASAR CEWEK MURAHAN" Teriak Dafa


Jleb


DASAR CEWEK MURAHAN


Kalimat itu mendadak menjadi kaset rusak di kepalanya. Dafa menyebutnya cewek murahan. Abang-abangnya tidak ada yang membelanya. Dan sahabatnya? Mereka juga tidak mengeluarkan kalimat pembelaan untuk dirinya.


"Gak abis pikir gue sama lo Tha. Gue pikir lo cewek baik-baik. Ternyata lo cuma SAMPAH masyarakat," ucap Dafa.


Bugh


Satu kepalan tangan mendarat dengan keras di wajah Dafa membuat ia tersungkur.


Cukup! Sudah cukup kediaman Axel sekarang. Kesabarannya benar-benar sudah habis.


"JAGA UCAPAN LO *******!" Teriak Axel penuh kemarahan.


Vino dan Rafi berniat untuk membantu Dafa berdiri namun tangan Dafa mengisyaratkan bahwa dia bisa sendiri.


"Wow dibelain sama selingkuhannya ternyata," ucap Dafa


Tau kah kalian? Bahwa sedari tadi Agatha berusaha meredam emosinya! Dia mencoba menahan iblis dalam dirinya. Sayangnya dia tidak berhasil!


Baru saja Axel hendak melayangkan pukulanny lagi, sebuah suara menghentikannya.


"Cukup Axel"


❤TBC❤