Agatha FA

Agatha FA
8



Peperangan terus berlangsung sampai lapangan itu benar benar seperti lautan darah.


*Dorr


Dorr


Bugh


Krakk


Bugh


Bugh


Dorr


Blash*


Dalam waktu singkat Agatha sudah menghabisi sebagian anggota KC, dan sebagian lagi di urus oleh Rey, Vanya dan anggota lainnya.


Dafa dkk terkagum melihat ketua RM yang selama ini menyembunyikan identitasnya sekarang sedang menebas kepala lawan nya dengan sangat mudah.


"Buset dah,,,,,keren banget tu cewek." Ucap Rafi kagum.


"Ho'oh. Gak lagi deh gue ngeremehin cewek." Ucap Vino.


"Gak nyangka gue kalo selama ini ketua RM itu cewek." Sambung Gani.


Jadi selama ini Leader RM itu cewek? Kok dia nyembunyiin identitasnya?- Batin Dafa.


"Tapi kok gue kaya pernah liat tu cewek ya, tapi dimana?" Tanya Vano yang entah kepada siap.


"Iya Bang, gue juga kaya pernah liat tu cewek." Sambung Gani.


"Udahlah gak usah dipikirin, lagian mana mungkin kalian pernah liat ketua RM sebelum ini, ya kan Daf?" Ucap Rafi.


"Hmm." Balas Dafa.


"Iya juga sih."


"Btw kok gue gak ada ngeliat Agatha dkk ya." Ucap Rafi baru sadar akan ketidak munculan Agatha dkk membuat para sahabatnya meluhat ke sekeliling ruangan dan benar saja mereka tidak melihat Agatha dkk.


2V dan Gani yang menyadari bahwa adik mereka tak ada pun merasa sangat khawatir. Bagaimana tidak? Di luar sana sedang terjadi pertarungan antara 2 gangster yang ditakuti dunia.


Pikiran buruk pun mulai merasuki mereka.


*Bagaimana kalau Agatha diculik?


Atau


Bagaimana kalau Agatha dijadikan sandera?


dan yang lebih parahnya lagi


BAGAIMANA KALAU AGATHA DI BUNUH?


Oh tidak tidak mereka bisa dicoret dari kartu keluarga Alexander*.


Saat 2V dan Gani sedang bergelut dengan pikiran mereka masing masing, di sisi lain Agatha dkk sudah berhasil menghabisi anggota KC dan hanya menyisakan Alka.


Agatha pergi menghampiri Alka.


"Lo kalah." Ucap Agatha sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Cih, gue gak akn kalah sama cewek lemah kaya lo." Ucap Alka dengan nada meremehkan, padahal tadi dia melihat sendiri bagaimana cara Agatha menghabisi semua anggotanya. Agatha memukul, mematahkan tulang, menembak bahkan menebas kepala anggotanya dengan sangat mudah.


"Lemah. Hahaha,,,,,gue lo bilang lemah, lebih lemah mana antara orang yang menyerang dengan membawa 500 pasukan dan orang yang hanya membawa 20 pasukan?" Sarkas Agatha.


Skakmat


Alka terdiam tak mampu membalas ucapan Agatha.


"Kenapa diem, hah?" Tanya Agatha namun tak dijawab oleh Alka.


"Oke fine kalo gak mau jawab pertanyaan gue yang itu." Ucap Agatha.


"Kenapa lo mau bunuh gue?" Lanjut Agatha to the poin karena Agatha tak suka basa basi.


"Karena gue mau gangster gue berada di urutan pertama. Jadi kalo gue bisa bunuh lo, otomatis orang orang akan beranggapan kalo gue itu hebat karena bisa menghabisi Leader RM." Jelas Alka.


"Tapi lo gagal." Ucap Vanya mampu membuat Alka emosi, tangannya bergerak untuk menghajar Vanya.


*Bugh


Bugh


Bugh


Krakk


Bugh


Bugh


Krakk*


Bukan Vanya yang dihajar oleh Alka, melainkan Alka yang dihajar oleh Agatha. Agatha memukul dan mematahkan kedua tangan Alka.


"Jangan sakiti orang yang gue sayang atau lo akan mati." Ucap Agatha sambul menatap Alka dengan sorot mata tajam mampu membuat Alka membeku ditempat.


Agatha paling tidak suka jika ada yang menyakiti orang yang dia sayang.


Agatha berjalan mendekati Alka dan memberi bogeman ke wajah Alka, membuat Alka tersungkur ke belakang.


Bugh


"Ba*g*a*!!!" Ucap Alka yang tak terima atas perlakuan Agatha pun berusaha membalas Agatha. Namun, Agatha tetaplah Agatha, seorang Leader gangster dan mafia yang ditakuti dunia, dia tak mudah dikalahkan.


*Bugh


Bugh


Bugh


Krakk*


Bukan Agatha yang terluka, melainkan Alka yang lagi lagi mendapat bogeman dan Agatha mematahkan kakinya.


"A-ampun g-gue ngaku kalah. Tolong lepasin gue." Ucap Alka memohon.


"Oke, lo boleh pergi." Ucap Agatha santai.


Yang lain terkejut mendengar apa baru saja diucapkan Agatha termaduk para sahabatnya. Karena mereka tau Leader RM itu tidak mengenal kata ampun dan tidak akan pernah melepas amngsanya.


Tapi ini, dengan mudahnya Agatha melepaskan Alka.


"Makasih, makasih banyak. Gue janji gak akan pernah nyari masalah sama lo lagi." Ucap Alka kemudian pergi dengan kaki pincang.


Namun, baru beberapa langkah Alka berjalan.......


Blash


Semua orang disana terkejut. Bahkan ada murid yang pingsan saat melihat kejadian itu.


Ya, Agatha lah yang menebas kepala Alka. Seperti yang tadi author bilang, Agatha tetaplah Agatha yang tak kenal ampun.


"Bereskan semua." Suruh Agatha entah kepada siapa.


Kemudian Agatha pergi meninggalkan kawasan sekolah diikuti sahabat sahabatnya dan Rey dkk. Sedangkan anggotanya membereskan kekacauan yang ada di lapangan.




"Gan, main PS kuy, bosen nih." Ajak Rafi.



"Kuy lah, gue juga bosen nih." Sahut Gani.



Yaps, sekarang Dafa dkk sedang berada di mansion Alexander tepatnya di kamar Gani.



Setelah kejadian di sekolah tadi, pihak sekolah mumutuskan untuk memulang kan murid murid ke rumah masing masing.



"Guys, gue keluar dulu ya." Ucap Vano.



"Mau ngapain lo Bang?" Tanya Gani dengan pandangan masih fokus pada permainannya.



"Lo nanya sama siapa Gan?" Tanya Vino heran.



"Sama Bang Vano lah." Jawab Gani.



"Lah sejak kapan Vano berubah jadi PS?"



"Hah?" Gani masih belum mengerti apa yang di maksud abangnya yang satu ini pun langsung mem\-pause kan permainannya membuat Rafi kesal.



"Ck, dasar \*\*\*\*." Vino kesal yang melihat Gani masih belum mengerti apa yang dia maksud.



Gani hanya mengangkat bahunya lalu melanjutkan permainannya dengan Rafi yang terjeda karena pertanyaan Vino.



"Ya udah gue keluar dulu." Ucap Vano kemudian berjalan kelyar dari kamar Gani.



Stelah kepergian Vano, mereka sibuk dengan kegiatan masing masing. Dafa yang fokus memainkan ponselnya, Vino yang sedang sibuk dengan kartun yang sedang ia tonton, Gani dan Rafi yang masih asik dengan PS nya.



"Vino, Gani, *Princess* kok gak ada di kamarnya?" Tanya Vano yang tiba tiba muncul.



"*Princess* pergi bareng sahabat sahabat nya kali." Tebak Vino yang sudah selesai dengan acara menontonnya.



"Mungkin aja sih." Ucap Vano lalu duduk di sebelah Dafa.



Dafa dan Rafi bingung dengan apa yang dibicarakan 3 bersaudara ini.



"Lo pada ngomingin siapa sih? *Princess*?" Tanya Rafi bingung.



"Kita lagi ngomongin\-" Ucapan Vino terpotong oleh teriakan yang mengelegar dari arah pintu masuk mansion.



"ASSLAMAMUALAIKUM, PRINCESS PULANG DENGAN MEMBAWA KEBAHAGIAAN UNTUK PARA PENGHUNI MANSION, ABANG DIMANA KALIAN PRINCESS KANGEN." Teriak seorang gadis yang baru saja memasuki mansion Alexnder.



"Anjirr, siapa sih itu, toa banget." Ucap Rafi.



"Abang gue ka\-Eh." Ucap seorang gadis yang tiba tiba muncul dari arah pintu kamar.













❤TBC❤