Agatha FA

Agatha FA
19



Setelah kejadian kemarin malam, Gani semakin nempel dengan kembarannya. Agatha. Bahkan disekolah pun Gani selalu ada didekat Agatha. Hal itu membuat semua penghuni kantin menatap sinis kearah Agatha dan Dafa yang merasa cemburu.


"Tha, suapin aku dong" rengek Gani. Para penghuni kantin terkejut melihat sifat manja Gani. Tak sedikit pula yang mencibir dan merasa iri pada Agatha.


"Mana sini aku suapin" ucap Agatha lembut. Gani segera memberikan sendoknya kepada Agatha dan Agatha mulai menyuapinya.


Dafa yang melihat kejadian itu hanya memasang wajah datarnya. Namun dalam hatinya dia ingin sekali membuang Gani ke sungai Amazon. Tapi dia masih sayang nyawa, dia tak ingin kepala gantengnya itu ditebas oleh kembaran Gani sekaligus kekasihnya yang super sadis. Walaupun Dafa adalah seorang ketua gangster tetap saja kekuatannya masih berada dibawah Agatha.


"Ekhm,,,kalian ada nyium-nyium bau kebakar gak" ucap Rafi dengan senyum jahil. Teman-temannya langsung mengerti apa maksud Rafi.


"Iya. Tapi apaan ya guys?" Ucap Lia pura-pura bertanya.


"Kalo baunya kayak gini sih biasanya hati nih yang kebakar" ucap Lavena dengan penekanan pada kata 'hati'.


"Iya nih. Baunya dari sebelah gue" ucap Vino dengan mata yang melirik kearah Dafa.


"Ck apaan sih lo pada" kesal Dafa disambut tawa oleh teman-temannya termasuk Gani dan Agatha? Ia hanya menatap mereka bingung entah apa yg lucu.


"Hahaha lo cemburu sama gue Daf?" Tanya Gani


"Menurut lo" Balas Dafa.


"Wajar kali daf kalo Gani manja sama Agatha sekarang. Agatha kan nanti malam mau berangkat ke Paris" ucap Vanya


"Apa?!" Dafa terkejut bukan main mendengar ucapan Vanya.


"Iya Daf, nanti malam aku mau pergi ke Paris. Mungkin aku disana sekitar tiga bulan" jelas Agatha


"Kamu mau ngapain disana?" Tanya Dafa dingin. Dia merasa sedikit kecewa karena Agatha tidak memberitahunya tentang kepergiannya.


"Urusan apa yg membuat kamu harus pergi selama tiga bulan, HAH?!!" Ucap Dafa dengan nada mulai meninggi terkesan seperti membentak. Agatha hanya menatap datar kearah Dafa.


"Aku ada urusan disana" jawab Agatha


"Urusan apa yg membuat kamu harus pergi selama tiga bulan, HAH?!!" Ucap Dafa dengan nada mulai meninggi terkesan seperti membentak. Agatha hanya menatap datar kearah Dafa.


"Gue ada urusan dan lo gk perlu tau urusan apa itu" ucap Agatha penuh penekanan dengan wajah yang masih tetap datar lalu meninggalkan teman dan sahabat2 nya.


"Puas lo hah?!" Ucap Vanya memandang Dafa dengan wajah tak suka lalu menyusul Agatha. Lauren, Lavena dan Cecilia pun ikut menyusul Agatha dan Vanya.


Dafa mengusap wajahnya kasar. Ya dia memang salah. Seharusnya dia bertanya baik-baik pada Agatha bukannya malah membentak gadis itu.


"Lo salah bro. Agatha itu paling gk suka dibentak, apalagi dibentak sama orang yang dia sayang" ucap Vano. Dan untuk kesekian kalinya Dafa menyesal telah membentak Agatha.


"Kelas lah yok" ucap Rafi memecah keheningan.


"Kalian aja, gue mau nemuin Agatha dulu" ucap Dafa diangguki sahabat2 nya.


"Huft,,,maafin aku Tha" gumam Dafa lalu beranjak pergi untuk mencari Agatha.


*************


Agatha POV


Gue sekarang lagi diruangan gue. Karena cuma ruangan ini yang gk pernah dimasuki orang lain selain gue, bahkan sahabat2 gue pun gk bakal bisa masuk kemari karena password ruangan ini cuma gue yg tau.


Sebenarnya gue gak marah sama Dafa. Gue cuma gak suka kalo ada orang ngebentak gue, apalagi kalau orang yg ngebentak gue itu orang yg gue sayang.


Drrtt.. Drrtt.. Drrtt


"What?" Tanya Agatha to the point


"Maaf mis, tapi anda harus segera kemari, karena perusahaan sedang mengalami masalah. Sepertinya ada pegawai yang korupsi" ucap sekretaris Agatha di Paris


Mata Agatha menajam seketika.


"Saya akan berangkat malam ini juga. Siapkan jet pribadi untuk saya, saya akan berangkat jam sepuluh"


"*Baik mis"


Tutt tutt tutt*


Agatha pun memasuki kamar berniat untuk tidur.


Ruangan ini sangat luas dan lengkap. Ada 2 kamar lengkap dengan segala isinya, dapur, tv, kulkas yang tak pernah kosong, AC, cctv, dan barang-barang lainnya.


Disisi lain...


"Kamu dimana sih tha" gumam Dafa yang dari tadi mencari Agatha keliling sekolah dibantu teman-temannya.


"Hftt,,,kamu dimana princess jangan buat abang khawatir" ucap Gani mengusap wajahnya frustasi.


"GANI" panggil seseorang


"Ada apa Vanya? Kalian udah ketemu sama Agatha? Dimana dia sekarang?" Tanya Gani beruntun


"Tadi Agatha chat gue, katanya dia baik-baik aja dan dia minta kita buat gk nyari dia karena dia pengen sendiri dulu nenangin pikirannya" jelas Vanya


"Lo serius kan Van?" Tanya Vino memastikan


"Udah lah mending sekarang kita balik, siap-siap buat acara nanti malam" ucap Rafi yang sepertinya otaknya sedang berada dijalan yang lurus.


"Iya lah ngapain gue boong"


"Udah lah mending sekarang kita balik, siap-siap buat acara nanti malam" ucap Rafi yang sepertinya otaknya sedang berada dijalan yang lurus.


"Tumben bener" cibir Lia


"Ck serah lo lah gue balik, bye" ucap Rafi lalu berjalan meninggalkan mereka.


"Ngapa tuh anak? Kok tumben gk adu bacot sama Lia" ucap Vena mendapat tatapan tajam dari Lia. Vena yang ditatap begitu hanya bodoamat karena setajam-tajamnya tatapan Lia lebih tajam lagi tatapan Agatha.


"Kuy lah balik, gue ngantuk"


Mereka pun kembali kerumah masing-masing.


**********


"Princess!!! Buruan turun entar acaranya keburu mulai" teriak Valen menggelegar.


Agatha pun turun dari kamarnya dengan wajah ngantuk, "Apaan sih mom? Hoam" Tanya Agatha sambil menguap.


"What? Kok kamu belum siap-siap sih, acaranya tuh dimulai setengah jam lagi" omel Valen melihat anak gadisnya masih memakai piyama.


"Iya ini aku baru mau siap-siap. Oh iya, bang Gani sama bang kembar mana?" Tanya Agatha


"Mereka udah berangkat duluan, katanya sih takut ketiggalan acara" jawab Valen


"Owh. Yaudah aku siap2 dulu. Mom sama dad pergi duluan aja" ucap Agatha


"Yaudah mom sama dad pergi dulu. Inget jangan tidur lagi" ucap Valen mengingatkan Agatha. "Iya-iya" balas Agatha lalu segera bersiap-siap. Dia memakai dress berwarna putih dan dia tetap memakai atribut nerdnya.


Agatha pun segera mengeluarkan mobilnya dari garasi dan melajukannya menuju AFIHS.


Sesampainya di AFIHS banyak suara heboh dari para murid saat melihat mobil yang hanya ada 2 didunia parkir di tempat parkiran khusus donatur dan anak-anak donatur. Kenapa Agatha tidak parkir di parkiran khusus pemilik sekolah? Karena dia akan memperkenalkan dirinya sebagai anak dari donatur terbesar.


Semua murid tak sabar melihat siapa orang yang ada didalam mobil mahal itu. Saat Agatha keluar dari mobil semua orang terkejut. Karena..........


Agatha memakai topeng sehingga wajahnya tak kelihatan. Dia pun berjalan dengan anggun menuju ke tempat orang tuanya berada.






❤TBC❤