
"Perlu kalian ketahui bahwa saya adalah anak keluarga Alexander sekaligus pemilik perusahaan A'F Corp," ucap Agatha sontak membuat Bella, Derry dan Adel terkejut bukan main.
"A'F Corp? Perusahaan no.1 didunia? Kau bercanda?" tanya Derry tak percaya.
"Benar," jawab Agatha dingin. "Jadi apa kalian masih meragukan ku?" tanya Agatha.
"Tidak nona, kami mempercayai mu. Maaf sebelumnya kami meragukan dirimu," ucap Derry
"Tidak masalah," ucap Agatha. "Aku akan membantu membangun perusahaanmu kembali. Aku akan menanam saham sebesar 75% di perusahaanmu," lanjut Agatha.
"Terima kasih nona, terima kasih banyak. Kau sungguh baik, kami tidak akan bisa membalas semua kebaikanmu," ucap Adel bersujud dibawah kaki Agatha dengan air mata yang membasahi pipi. Sontak Agatha menahan tubuh Adel.
"Kau tidak perlu bersujud padaku. Kalian bisa membalas perbuatan ku dengan satu cara, Jangan pernah berkhianat pada ku," ucap Agatha sangat dingin.
"Baiklah nona. Kami tidak akan berkhianat padamu dan kami melakukan apa saja untukmu," Ucap Derry
"Hmm, aku harus pergi. Sekertarisku sudah mengurus semuanya," pamit Agatha
"Mari saya antar kedepan nona," ucap Adel. "Aah tidak perlu, aku bisa sendiri," balas Agatha.
"Baiklah nona. Sekali lagi kami mengucapkan beribu² terima kasih atas bantuanmu," ucap Derry
"Terima kasih Agatha," ucap Bella
"Sama-sama" balas Agatha lalu pergi meninggalkan kediaman Luzard.
****
Adafa POV on
Setelah pulang dari rumah keluarga sialan itu gue langsung tancap gas ke mansion keluarga Alexander.
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum" ucapku.
"Wa'alaikumussalam" balas seseorang dari dalam mansion.
Cklek
"Eh Dafa, ayo nak masuk." ucap Tante Valen yang baru saja membukakan pintu. Gue pun masuk kedalam.
"Kamu mau minum apa Dafa biar tante suruh bi Hanum buatin," tawar tante Valen
"Gak usah repot2 tante. Mmm Agatha ada dirumah gk tan?" tanya gue to the point.
"Haha, Jadi dari tadi kamu celingak-celinguk nyari Agatha toh," kekeh tante Valen. Gue menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ketauan sama camer, eh?
"Hehe, iya tan," ucap gue cengengesan gak jelas. Maklumlah cogan lagi salting.
*Cogan pala lo seribu -Author
Husst bocil diem -Dafa
Apa?! Lo bilang gue bocil?! -Author
Eh eh salah denger kali thor, gue bilang lo cantik kok -Dafa
Gak lo bilang juga gue udah tau kalo gue cantik -Author*sombong dikit gk papa kali
Iyain biar seneng -Dafa
Yaudah lanjut -Author
Abaikan percakapan absurb di atas. Back to story👇*
"Manggilnya jangan tante dong, kamukan calon mantu Mom. Jadi kamu manggilnya samaan aja kayak Agatha dan twins," ucap tante Valen. "Iya tan, eh maksudnya, iya mom," ucap gue gugup karena dibilang calon mantu.
"Good boy. Soal Agatha, tadi sih dari pulang sekolah gak ada dirumah. Dia bilang dia mau pergi sama sahabatnya," jelas Mama Valen membuat gue menunduk lesu.
"Memang kamu mau ngomong apa? Nanti biar mom sampaikan," ucap Mama Valen.
"Yaudah kalo gitu," ucap Mama Valen sambil tersenyum lembut.
"Mmm...kalo gitu aku pulang dulu ya mom," pamit gue.
"Gak mau makan dulu atau minum?" tanya Mama Valen. Gue hanya menggelung sambil tersenyum.*awas koyak tuh mulut
"Gak dulu deh mom, Dafa mau kerumah Rafi," tolak gue secara halus sambil bergerak menyalami camer?*ngehalu muluk dari tadi🙄
"Yaudah hati2 kalo gitu," ucap Mama Valen. Setelah itu gue langsung bergegas pulang? Soal kerumah Rafi tadi gue bohong. Hehe. Dosa gak sih bohongin camer?*Ngarep_-
Dafa POV off
****
Author POV
Setelah dari rumah keluarga Luzard, Agatha pergi ke markas RM.
Aah, rasanya sudah lama aku tidak mengunjungi tempat ini Batin Agatha saat sampai disebuah mansion yang besar namun terlihat mengerikan dari luar dan lebih mengerikan lagi jika dilihat dari dalam.
Agatha memasukkan kode agar bisa masuk ke dalam. Setelah memasukkan kode pintu gerbang yang menjulang tinggi terbuka.
Anggota RM yang bertugas menjaga gerbang pun langsung menunduk saat melihat Angel nya tiba.
(Fyi, nama panggilan Agatha di RM itu 'Angel', sementara di DBD itu 'Queen' ok.)
Agatha berjalan dengan tatapan tajam khasnya. Dia akan pergi menemui 3 abangnya. Siapa lagi kalau bukan Rey, Alex dan Daren. Agatha berjalan ke ruangan inti. Agatha yakin mereka bertiga ada disana.
"DAREN SOMVLAK KACANG GUE KENAPA LO MAKAN ******?! BALIKIN KACANG GUE!!" Teriakan menggelegar milik Alex menyambut Agatha saat dia baru saja masuk keruangan.
"Gak usah teriak juga lah monyet, telinga gue gak kuat denger suara lo yang gak seberapa sama suara gue yang melebihi suara Chen EXO. Untung ruangan ini kedap suara. Kalo enggak, mungkin ini mansion udah berserakan," ucap Daren membuat Alex kesal.
"Cih, ngimpi lo di selokan suara lo mirip suara Chen EXO. Lo bilang suara gue jelek? Sorry ya, bahkan suara gue lebih bagus daripada Rey," sombong Alex.
"Perasaan Daren gak ada bilang suara lo jelek deh. Tapi bagus kalo lo nyadar sendiri," ucap Rey tenang.
Skakmat
Mereka bertiga masih belum menyadari keberadaan Sang Angel diruangan itu. Dan Sang Angel hanya memperhatikan perdebatan unfaedah didepannya dengan tatapan datar.
"Ok gue kalah. Kalian ngerasa gak sih kalo ada orang selain kita bertiga disini?" Tanya Alex agak berbisik karena merasakan aura yang sangat mengerikan.
"Maksud lo ada hantu? Ya gak mungkin lah ruangan ini ada hantunya. Kalau pun ada dia udah kabur ngeliat muka jelek lo yang ngalahin dia," ejek Daren. Namun tak dapat dipungkiri Daren juga merasakan aura mengerikan itu. Begitupun dengan Reynza.
"Ekhm" suara dehaman itu membuat mereka semakin takut. Namun mereka tetap memberanikan diri untuk menoleh kesumber suara.
Dan ternyata orang itu adalah......
Siapa lagi kalau bukan Agatha yang mungkin sudah lebih dari 1 abad berdiri di ambang pintu.
"PRINCESS!!" Teriak Rey, Alex dan Daren dengan perasaan bercampur aduk antara kesal, senang dan rindu.
"Katanya mafia kejam, tapi sama hantu yang wujudnya gak keliatan aja takut," ucap Agatha dengan nada mengejek.
Hilang sudah image mereka didepan Sang Angel.
Sial! Batin ketiganya.
•
•
•
•
❤TBC❤