Agatha FA

Agatha FA
1



Happy Reading🤗


Goodbye Jerman


~Agatha Felinxia A~


Author POV


Matahari sudah menyinari bumi. Cahaya masuk melalui jendela kamar seorang gadis yang tak lain adalah Agatha Felinxia Alexander. Agatha terbangun karena mendengar ponsel nya berdering.


Drtt Drtt (anggap aja dering ponsel)


A(agatha)


B (penelpon)


"Hallo, siapa sih ganggu orang lagi tidur aja, gak tau apa orang masih ngantuk." Ucapa Agatha dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Ouh, jadi kamu baru bangun tidur ya Princess." Ucap seseorang di seberang sana.


Mendengar suara itu Agatha terkejut, dia langsung melihat nama yang tertera dilayar hp nya dan ternyata yang menelfon adalah Daddy nya.


"Hehe, gak kok Dad tadi itu aku cuma bercanda."


"Hah sudahlah kali ini kamu Dad maafkan tapi jangan di ulangi lagi ya Princess."


"Oke Dad, ada apa Dad telfon aku tumben banget?"


"Dad mau hari ini juga kamu pulang ke Indonesia soalnya kami disini kangen sama kamu Princess, Dad sudah menyiapkan Jet pribadi dan kamu akan berangkat 1 jam lagi."


"**..tap-" Ucap Agatha yang langsung dipotong oleh Daddy nya.


"Tidak ada bantahan, kamu siap siap sekarang." Ucap Dad tegas.


"Oke Dad, aku akan berangkat hari ini juga." Agatha pasrah karena jika Daddy nya sudah berkata tegas gak akan bisa dibantah.


"Good girl, ok kalo gitu Dad tutup dulu ya telfon nya, bye Princess."


"*Oke, bye Dad."


Tutt tutt*


Agatha bergegas pergi ke kamar mandi dan bersiap siap karena 1 jam lagi dia akan berangkat.


~♡~♡~


Stelah selesai Agatha turun untuk sarapan.


"GOOD PAGI OMA OPA." Teriak Agatha.


"Good morning Princess." Balas Oma dan Opa Agatha.


"Princess ini masih pagi jadi jangan teriak teriak lagi pula ini mansion bukan hutan." Ucap Oma yang di balas cengiran oleh Agatha.


"Hehe, sorry Oma udah kebiasaan." Agatha kemudian langsung duduk.


Oma dan Opa nya pun menggelengkan kepala melihat tingkah cucu perempuan mereka satu satunya.


"Ya udah sekarang kamu cepet sarapan dan setelah itu kita akan pergi ke bandara." Ucap Oma yang hanya di balas anggukan oleh Agatha.


Mereka pun sarapan dengan tenang tanpa ada yang bicara. Karena di keluarga Alexander sudah di ajarkan untuk makan dengan tenang. Selesai sarapan mereka pun bergegas ke bandara.


Skipp bandara~


Agatha POV


"Jaga kesehatan kamu disana ya Princess jangan sering telat makan nanti kamu sakit dan juga jangan lupa sering sering berkunjung ke rumah Oma sama Opa ya." Ucap Oma.


"Iya Oma, Oma juga jangan telat makan dan Opa juga jangan terlalu sibuk sama perusahaan, kasihan Oma kalo sering di tinggal sendirian di rumah." Ucap gue.


"Ok Princess." Ucap Opa.


"Ya udah kalo gitu aku pamit dulu, bentar lagi aku mau take off, bye Oma Opa."


"Bye Princess." Balas keduanya.


And....Goodbye Jerman - Gumam gue dalam hati.


•


•


•


Skipp


Saat sampai di Indonesia banyak pasang mata yang menatap gue dengan tatapan kagum, terpesona, iri dan juga banyak orang yang menghina atau pun memuji gue.


*Wahh cantik bener tuh cewek


Apakah itu yang di sebut bidadari


Untung tadi gue ikut nganterin nyokap jadi bisa liat bidadari


Body nya udah kaya gitar Spanyol anjirr goals banget


Apaan sih cabe gitu masih cantikan gue kali


Sirik ae lu


Paling juga nyokap nya *******


Begitulah kira kita pujian dan hinaan yang di sampaikan oleh beberapa orang di bandara dan gue tak menghiraukan nya. Tapi kalimat terakhir yang gue denger mampu membuat gue membalikkan badan dan menuju ke seorang cewek yang barusan mengatakan bahwa nyokap gue ******.


"Coba ulangin apa yang lo bilang tadi." Ucap gue dengan dd (datar dingin) disertai dengan tatapan tajam.


"Ny-nyokap lo ******, emang kenapa benerkan apa yang gue bilang." Ucap cewek itu setengah berteriak yang yakin dia berusaha menutupi rasa takutnya.


"Siapa nama lo?" Tanya gue dingin.


"Kenalin nama gue Jessicca Carilolina Zard, anak dari keluarga Zard, keluarga terkaya no.20 di dunia." Jawabnya dengan sangat bangga.


"Jadi lo anak Tuan Damian Zard pemilik perusahaan Zard Company?" Tanya gue lagi.


"Iya, kenapa emangnya takut lo?" Jawab dan tanya Jessica sambil menyeringai.


"Gak kok, gue cuma mau mastiin doang biar gak salah mutusin kerja sama, jadi kalo lo gak mau perusahaan keluarga lo bangkrut sebaiknya lo minta maaf sama gue SE-KA-RANG." Ucap gue dengan penekanan pada kata terakhir.


"Ok kalo lo gak mau minta maaf." Ucap gue sambil menekan kontak seseorang di layar hp gue.


"Hallo ada apa Miss menelfon saya?" Ucap orang di seberang sana yang tak lain adalah Dara sekertaris gue.


"Putuskan kerja sama dengan perusahaan Zard Company." Perintah gue dengan tegas.


"Tapi kenapa Miss?" Tanya Dara.


"Bilang kepada Tuan Damian bahwa putrinya yang bernama Jessica telah berani menghina saya dan keluarga saya." Ucap gue dingin.


"Baik Miss."


Tutt tutt


Setelah itu sambungan telfon langsung gue putusin secara sepihak. Gue liat si Jessica masih menatap gue dengan tatapan meremehkan yang gue balas dengan seringaian.


"Dalam hitungan 5 lo akan nerima kabar dari bokap lo." Ucap gue.


Gue pun mulai menghitung, "1.....2....3....4....5"


Dan....


*Drtt drtt (suara ponsel Jessica)


"Hall*-"


"Jessica apa yang kamu lakukan kepada CEO A'F CORP sampai dia memutuskan kerja sama dengan perusahaan keluarga kita HAH? JAWAB!!" Tanya Papa Jessica dengan membentak.


Gue yang mendengar bentakan itu tersenyum puas.


"Aku gak lakuin apa apa kok Pa ketemu dia aja gak pernah." Elak Jessica.


"Bohong kamu, kalau kamu tidak melakukan apa apa kenapa tadi sekertaris A'F Corp bilang kalo kamu sudah menghina CEO dan keluarga nya hah?" Tanya Papa nya lagi.


"Ma-maaf Pa tadi itu aku memang menghina seorang cewek tapi aku gak tau kalo dia itu CEO perusahaan A'F Corp atau lebih tepat nya aku gak percaya waktu dia bilang kalo dia bakal mutisin kerja sama dengan perusahaan keluarga kita Pa." Jelas Jessica.


"Papa bakal maafin kamu kalo perusahaan itu mau bekerja sama lagi dengan perusahaan keluarga kita."


"Oke Pa aku bakal coba buat minta maaf sama CEO nya."


"Papa tunggu kabarnya."


Tutt tutt (sambungan terputus)


Setelah sambungan telfon terputus Jessica langsung minta maaf sambil bersujud di kaki gue. Gue yang melihat itu pun tak tega.


"Hustt..udah bangun, gue udah maafin lo kok tadi itu gue cuma mau ngasih pelajaran ke lo." Ucap gue.


"Ma-makasih banyak karena lo udah mau maafin gue padahal gue udah ngehina keluarga lo." Ucap Jessica.


"Iya sama sama, ya udah kalo gitu gue pergi dulu ya." Balas gue.


Gue pun langsung pergi untuk menunggu abang abang laknat gue. Gimana gak laknat coba, gue udah nunggu hampir 1 jam disini tapi mereka belum keliatan sampe sekarang.


Liat aja nanti apa yang bakal gue lakuin sama mereka- Batin gue


Agatha POV off


*****


Sedangkan di tempat lain tiga pria tampan masih asik dengan mimpinya sampai suara seorang wanita peruh baya yang tak lain adalah Mommy mereka membangunkan ketiganya.


"VANO, VINO, GANI CEPAT BANGUN, KALIAN HARUS JEMPUT PRINCESS SEKARANG." Teriak sang Mommy.


Mendengar kata Princess mereka bertiga langsung bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan nya di atas kecepatan rata rata karena takut Princess mereka marah karena telat menjemputnya.


Saat sampai di bandara mereka langsung berlari masuk dan mengedarkan pandangan mereka untuk mencari sang Princess. Lalu pandangan mereka tertuju kepada seorang gadis yang tak lain adalah Princess mereka.


"Princess." Panggil mereka.


Agatha pun menoleh dengan memasang wajah datar nya. Ya orang yang dipanggil Princees tadi adalah Agatha dan yang memanggil adalah abang abang laknat nya. Agatha pun berjalan menghampiri abang abang nya.


"Telat." Ucap Agatha dingin ralat sangat dingin.


Hadus susah nih kalo Princess dan marah- gumam mereka dalam hati.


Agatha yang mendengar itu pun menahan tawanya. Agatha memang bisa membaca pikiran orang lain.


"Gak usah ngebatin." Ucap Agatha.


"Maafin kita ya Princess tadi kita ketiduran." Ucap Vano.


"Iya Princess maafin kita ya." Lanjut Vino dengan wajah memelas yang membuat Agatha tak mampu lagi menahan tawanya.


"Hahahahaha......."


Abang abang nya yang melihat dia tertawa bingung pun hanya kebingungan.


"Oke aku akan maafin kalian, tapi dengan 1 syarat."


"Apa syaratnya Princess?" Tanya Gani.


"Syaratnya.........." Ucap Agatha menggantung.


"Isshh buruan Princes." Vino kesal.


"Besok kalian harus temenin aku ke mall." Ucap Agatha.


"Ok kita akan temenin kamu besok, sekarang kita pulang dulu Mommy pasti udah nunggu." Ucap Vano.


"Let's go." Teriak Agatha bersemangat yang membuat dia menjadi pusat perhatian. Abang abang nya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah adik mereka.


Skip mansio Alexander


•


•


•


•


Bersambung......