Agatha FA

Agatha FA
31



"Selamat datang Queen,"


"Hmm"


Agatha memasuki ruangan khususnya. Khusus untuk seorang The Queen Of Darkness. Yap, Agatha sedang berada di markas DBD.


Agatha mengetikkan serangkaian nomor di ponselnya.


"Hallo sweetheart ada apa? Tumben nelpon duluan"


"G boleh?"


"Boleh dong tapi ada apa kamu nelpon abang?"


"Keruangan aku sekarang"


"Hah? Apa? Keruangan kamu? Emang kamu disana? Sejak kapan? Kenapa gak bilang sama abang kalo kamu ada di markas? Udah berapa lama kamu disini?"


"Bcot amat sih, udah buruan"


Tut tut tut


Agatha memutuskan sambungan telpon sepihak.


Tak lama kemudian.....


Cklek


"SWEETHEART ABANG RINDUU" Teriak Kenan saat memasuki ruangan.


"Ck alay"


"Biarin yang penting ganteng," Agatha berlagak ingin muntah.


"Aku mau nagih sesuatu sama bang Ken," ucap Agatha


"Abang tau kamu mau nagih apa," balas Kenan. "Abang udah bawa datanya, nih baca aja data si pecel itu," Kenan memberikan sebuah dokumen berisi data diri seseorang kepada Agatha.


"Namanya Acel kali" Agatha sedikit tergelak mendengar panggilan Ken untuk Acel.


"Whatever, gak penting siapa namanya, yang abang tau dia udah nyakitin adek abang tersayang," Agatha tersenyum mendengar perkataan Ken. Setidaknya masih ada yang menyayanginya.


"Abang gak mau liat kamu sedih. Abang akan selalu ada buat kamu. Abang akan selalu dukung kamu. Abang akan selalu lindungi kamu karena kamu udah abang anggap seperti adek abang sendiri," Agatha lantas memeluk Ken. Dia berjanji akan melindungi orang yang dia sayangi.


Gue gak akan biarin lo ngerebut orang-orang tersayang gue. Gue bakal pastiin lo menyesal udah nyari masalah sama seorang QUEEN, Batin Agatha


"Udah kamu baca aja dulu datanya si pecel," Ken melepas pelukannya. Agatha masih tertawa mendengar itu.


"Oke oke"


Agatha membaca tulisan yang ada di dokumen itu. Ia membaca huruf demi huruf. Kata demi kata. Kalimat demi kalimat dan Paragraf demi paragraf, tidak ada satupun yang ia lewatkan mengenai data diri musuhnya saat ini.


Agatha terkejut mengetahui fakta yang baru saja ia ketahui dari data tersebut. Ia baru mengetahui bahwa....


****


"Rafi anjing, monkey, pig, dugong, kutil, setan ngapain lo makan bakso gue **** gue laper udah mau mati rasanya malah lo makan bakso gue. Dasar Anjing lo makan baksk kawan," Vino ngomel-ngomel gak jelas. Segala makian dan sumpah serapah ia tujukan kepada Rafi yang sudah memakan baksonya.


"Lo lagi ngapsen kebun binatang Vin?" Tanya Vano dengan sisa tawanya melihat Vino mengomel.


"Diem lo Van, bukannya bantuin kembaran malah ngeledekin. Dasar kembaran monyet," kekesalan Vino sudah sampai ubun-ubun.


"Elo dong monyetnya Vin," ucap Rafi dengan wajah polos polos ******* miliknya.


"Lo lagi!! Dasar anjing makan bakso kawan sendiri,"


"Salah kali bang, yang bener tuh makan tulang kawan baru anjing. Ini apaan anjing makannya bakso," Gani ikut menimbrung di percakapan itu.


"Nah bener tuh, dan kawan yang kayak anjing itu harus dimusnahkan. Bisanya manfaatin kawan mulu, giliran kawannya perlu gak diperdulikan. Dasar emang anjing," Nah loh, Rafi jadi curhat kan:v


"Anjing kok teriak anjing," Vino belum mengakhiri perdebatannya.


"Udah woy ribut mulu lo berdua. Udah lah Raf ganti aja baksonya Vino. Gak bakal jatuh miskin kan lo gara-gara beli bakso semangkok," Vano melerai pertengkaran yang jika tidak dilerai maka akan terjadi pertumpahan darah. Lebay amat euu:/


"Ck iya iya, sebagai sahabat yang baik gue bakal beliin Vino bakso sekalian sama kang baksonya," Rafi melenggang pergi.


"Dari tadi kek, kan gue gak perlu nyerocos," Vino menatap sinis kepergian Rafi.


"Udah elah, udah di beliin juga masih aja sinis,"


"Lo pikir Rafi cenayang," Suasana meja menjadi sunyi karena tidak ada lagi perdebatan.


"Btw Dafa mana? Terus Agatha juga gak ada di meja Vanya dkk," tanya Rafi yg baru sampai membawa semangkuk bakso.


"Gue disini" saut Dafa yang baru sampai.


"Dari mana aja lo bro," tanya Rafi


"Nyari Agatha" Dafa mengalihkan pandangannya pada Gani dan 2V.


"Agatha" Rafi yang tak mengerti apa-apa hanya menunggu jawaban dari Gani dan 2V.


"Sebenernya Agatha gak pulang tadi malam, kita bertiga udah nyari dia kemana-mana tapi gak ketemu. Sahabat-sahabatnya juga gak tau dia dimana," Vino menjelaskan semuanya lalu tertunduk lesu.


Setelah mendengar itu Dafa menghampiri meja Vanya dkk.


"Dimana?" Mereka yang ada dimeja itu mengernyit bingung.


"Maksudnya?" Tanya Cecil balik.


"Agatha" Vanya dkk langsung mengerti apa maksud pertanyaan Dafa.


"Kita gak tau" jawab Lavena


"Gak mungkin"


"Kita gak sempat buat jadi pembohong. Cih buang-buang waktu," balas Lavena.


Untung cewek, Batin Dafa geram mendengar balasan dari sahabat pacarnya itu.


Tidak berniat membalas, Dafa kembali pergi meninggalkan kantin.


****


"BANG KEEEENNNN" Suara gadis yang kerap disebut Queen di dunia gelap itu menggelegar dalam sebuah mansion yang tidak bisa dibilang kecil. Siapa lagi kalau bukan Agatha.


Dia memang tidak pulang ke rumah tadi malam. Sebenarnya semalam dia sudah diperjalanan pulang, namun tiba-tiba sekretarisnya menelpon dan memintanya untuknya ke kantor dan menandatangani berkas yang teramat penting. Alhasil dia pulang dari kantor larut malam dan dia memilih untuk kembali ke markas DBD untuk menginap disana.


"Dasar kebo, udah dibangunin dari tadi gak bangun-bangun" kesal Agatha


Tiba-tiba otak geniusnya memunculkan sebuah ide yang sangat berguna untuk membangunkan kebo ganteng satu ini.


Ya elah mana ada kebo ganteng dasar Athor pinter -Agatha


Iya Author tau:)-Author


"KEBAKARAN!!KEBAKARAN!!" Agatha berteriak seakan-akan benar ada kebakaran. Untungnya kamar ini kedap suara jadi tidak ada anggota DBD yang mendengar teriakan Agatha yang super kencang.


"Hah kebakaran?!!TOLONG WOY KEBAKARAN, GUE BELUM MAU MATII, GUE BELOM PUNYA ISTRI,ANAK,CUCU,CICIT APALAH SEGALA MACAM. SWEETHEART TOLONG ABANG!!!" Agatha terkekeh melihat Ken yang saat ini berlari lari mengelilingi kamar dan masih tak menyadari bahwa disekitarnya tidak ada api.


"Kamu kok malah ketawa sih bukannya-" Ken melihat sekitar kamarnya. "Loh kok" Ken mencerna semua urutan kejadian dari ia bangun karena mendengar teriakan Agatha sampai ia sadar.


"Oooh jadi kamu bohongin abang yaa. Awas kamu yaa" Ken menggelitiki Agatha membuat tawa Agatha semakin pecah.


"Ampun bang ampun," Agatha mencoba melepaskan diri dari gelitikan Ken.


"Gak kamu udah buat abang kayak orang gila gara-gara teriak gak jelas," Ken tetap melanjutkan aksinya.


Agatha merubah mimik wajahnya menjadi menyeramkan. "Lepasin gue bilang," perintah Agatha dengan nada dingin.


"Eh eh ma-af queen" Ken gelagapan dan dia merutuki aksinya tadi.


Ya Allah selamatkan hambamu yang terlewat tamvan ini, Batin Kenan memohon.


"Hahaha" Agatha tergelak melihat wajah Kenan yang ketakutan.


"Kamu ngerjain abang lagi?" Agatha mengangkat bahunya acuh.


"Udah buruan turun, aku udah buatin nasi goreng special buat abang,"


"Serius kamu sweetheart? Kok gak bilang dari tadi sih," Kenan berjalan ke kamar mandi lalu mencuci muka dan kemudian turun untuk menyantap nasi goreng special yang dibuatkan Agatha untuknya.


"Untung sayang, kalo nggak udah gue mutilasi tuh orang," gumamnya lalu turun untuk ikut sarapan bersama Kenan.


❤️TBC❤️