
Tok tok tok
"Masuk"
"Permisi Nona, ini berkas data keuangan perusahaan yang anda minta tadi"
Agatha menerimanya, "Terima kasih tuan Anan," ucap Agatha
"Sama-sama Nona," balas Anan
"Bagaimana kondisi keuangan kita tuan Anan? Apakah semakin menurun? Atau semakin meningkat?" Tanya Agatha
"Keuangan kita meningkat 25% nona," ucap pak Anan
"Benarkah? Kalau begitu sekarang beritahu kepada seluruh karyawan dan OB kalau mereka mendapat libur dari saya selama 1 minggu. Baik di kantor pusat ini maupun di kantor cabang," ucap Agatha. Setidaknya berita meningkatnya keuangan di perusahaannya membuat dia sedikit melupakan kekesalannya pada Acel.
"Baik nona sesuai perintah anda,"
****
"Ck Agatha kemana sih, bolos gak ajak-ajak kita," ucap Lavena dengan wajah penuh kesal.
"Su'udzon aja lo, siapa tau dia lagi boker," ucapan polos Cecil membuat sahabat-sahabatnya ingin menjitak kepalanya habis-habisan.
"Iya kali dia boker sampe 3 jam, yang bener aja kali Cil" kesal Lauren
"Siapa tau-"
"Udah gak usah debat hal gak penting," Vanya yang sedari tadi diam akhirnya bersuara.
"Ampun kanjeng Vanya,"
Ting
AgathaF
Gk ush kwtr gw gpp.
Gw lg d kntr
Setelah mendapat pesan singkat dari Agatha dia merasa tenang. Vanya menunjukkan pesan itu kepada sahabatnya yang lain.
"Buset dahh itu bahasa planet mana? Mars?" Lavena dan yang lainnya tercengang melihat pesan dari Agatha yang dikirim di ponsel Vanya.
"Ho'oh, Gue juga gak bisa bacanya," Cecil memutar otaknya untuk memahami bahasa Agatha.
"Ciahh masak udah SMA gak bisa baca, malu maluin AFIHS aja lo," cibir Lauren.
"Emang lo bisa bacanya? Hah!"
"Jelaslah.......Nggak"
"Lagian lo mulut lo kok jd lebih pedes dari Lavena sih? Dulu aja 11 12 sama Vanya plus Agatha,"
"Yeuu SSC dong, gue gini cuma sama kalian doang kali" balas Lauren
"SSC apaan tuh?"
"Gue buang juga lo lama-lama," ucap Lavena yang sudah sangat sangat kesal. Lauren mengangkat bahunya acuh.
"Pulang kuy, pulau kapuk sudah menantikuuu," ucap Cecil dengan gaya alaynya.
"Cwihh alay lo, sok dramatis," ejek Lavena. Mereka berempat pun segera keparkiran dan bergegas pulang.
Diparkiran mereka berpapasan dengan Adafa dkk.
"Hay Cecil" sapa Rafi
"Apa lo?!!" Balas Cecil galak
"Jangan galak-galak gitu sama jodoh" Cecil berlagak ingin muntah.
"Agatha" Ucap Dafa dingin membuat suasana menjadi sunyi.
"Cih masih peduli lo sama dia," Pertanyaan sinis Vanya menambah keheningan.
"Dimana Agatha?" Tanya Dafa masih dengan nada yang sama.
"Sekali lagi gue tanya, Dimana Agatha? DIMANA PACAR GUE" Ucap Dafa diakhiri bentakan. Sadar suasana semakin keruh, Vano segera melerai.
"Lo gak perlu tau,"
"Daf udah Daf jangan kebawa emosi. Inget Daf, Vanya itu cewek," Vano berusaha melerai pertengkaran antara dua manusia yang sama-sama dingin.
Bugh
Vanya memukul wajah Dafa dengan pukulan yang lumayan keras.
"STOP!! Bisa gak sih lo berdua gak usah kayak anak kecil. Buat lo Dafa, lo harusnya bisa ngertiin perasaan Agatha. Lo pikir dia gak sakit ngeliat lo diem aja dideketin cewek lain yang Agatha sendiri gak suka sama cewek itu," Lauren menghentikan ucapannya sejenak untuk menarik nafas. "Dan buat lo Vanya, lo harusnya bisa kontrol emosi lo. Gue tau lo marah, sama kita semua juga. Tapi lo harus tau kalau Agatha gak akan pernah suka sama cara yang lo lakuin sekarang. Inget kata Agatha, selesain masalah dengan kepala dingin jangan pake emosi apa lagi sampe adu otot. Walaupun kita anggota ge-"
"Cukup Lauren," suara Agatha menginstruksi Lauren untuk berhenti.
Dafa yang melihat Agatha ada didepan matanya menghembuskan napas lega. Dia langsung menarik tangan Agatha menjauh dari sahabat-sahabatnya dan sahabat Agatha.
Grep
Dafa langsung memeluk Agatha, "Maafin aku. Maaf, Maaf, Maaf. Karena aku kamu jadi sakit hati. Sekali lagi maafin aku," Ucap Dafa sambil mengelus puncak kepala Agatha dengan lembut.
"Aku gak papa," Dasar cewek bilangnya gak papa tapi nyatanya kenapa napa.
"Kamu dari mana aja? Aku nyariin kamu dari tadi," Dafa menatap Agatha dengan tatapan sendu dan penuh penyesalan.
"Aku tadi cuman ke taman bentar," Agatha menjawabnya dengan nada biasa saja.
"Aku antar pulang ayok," Dafa menarik tangan Agatha namun Agatha menahan tangannya.
"Aku bawa mobil sendiri, lagi pula aku mau ke suatu tempat dulu ada urusan,"
"Kamu mau kemana? Biar aku antar kamu kesana. Aku ikutin kamu dari belakang aja ya, buat mastikan kamu selamat," Dafa tetap kukuh pada keinginannya untuk mengantar Agatha dan memastikan kekasihnya itu selamat.
"Gak usah Dafa. Aku bisa sendiri, lagi pula kamu pasti capek dan urusan aku ini sangat-sangat penting," Dafa menghela nafasnya. Ia menyerah, keputusan Agatha memang tak terbantahkan.
"Oke, tapi kamu harus janji sama aku buat jaga diri kamu baik-baik,"
"Hmm"
Gue tau kamu masih marah sama aku, Batin Dafa menatap sendu Agatha.
"Aku gak marah sama kamu. Aku cuma kecewa jadi beri aku waktu untuk menghilangkan rasa kecewa ini," Agatha tersenyum lembut kearah Dafa. Senyum itu memang manis tapi mengandung banyak makna yang Dafa sendiri belum dapat mengetahui makna dari senyuman itu.
"Maaf," Dafa kembali mengucap kata itu dan itu membuat Agatha kesal sendiri.
"Belum lebaran," ketus Agatha
"Iya iya, ya udah sana kamu pergi katanya ada urusan,"
"Ngusir nih ceritanya? Oke bye," Agatha berbalik sambil mengibaskan rambutnya. Dafa tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.
Setelah mobil Agatha meninggalkan parkiran Dafa masih tersenyum.
Makin cinta aku sama kamu Tha. Love youuuu, Batin Dafa berteriak alay.
"Kok gue jadi alay gitu sih," Dafa melihat sekeliling yang sudah sunyi karena mungkin sahabat-sahabatnya sudah pulang duluan.
Dafaaa
Dafa mendengar seperti ada yang memanggil namanya.
"Siapa?!!" Teriak Dafa
Dafaaa
"Merinding gue," Dafa berlari menuju mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan laju. Dia takut.
"Bhahahahaha" Gelak tawa memenuhi parkiran tadi. Itu adalah tawa dari Gani dkk dan Vanya dkk.
"Sumpah itu tadi muka Dafa kocak banget, hahaha"
"***** perut gue sakit"
"Gak nyangka gue ketua Dark Devil takut sama hantu, hahaha"
Yap, yang memanggil nama Dafa tadi itu adalah Gani dkk dan Vanya dkk tepatnya Rafi sih.
"Balik lah yuk, kalo di liat-liat serem juga sih bangunan AFIHS kalo udh maghrib gini," ajak Lavena
"Yee, penakut lo,"
"Whatever, gue balik duluan," ucap Lavena
Pada akhirnya mereka semua kembali ke alam masing-masing.
❤️TBC❤️