
"RAFI SIALAN!! BALIKIN BAKSO GUE!!"
"Yaah, udah masuk keperut, gimana dong" usap Rafi sok menyesal karena telah memakan bakso milik Lia.
"GUE GAK MAU TAU, POKOKNYA LO HARUS GANTI BAKSO GUE!!" Teriak Lia tak terima
"Kalo gue gk mau gimana?" Lia semakin kesal mendengar pertanyaan yang mirip pernyataan itu.
"Au ah kesel gue" kesal Lia pergi meninggalkan kantin.
"Hayo lo Raf. Anak orang ngambek" ucap Vino. Rafi yang merasa disalahkan pun tak terima, "Lah kok jadi gue" ucap Rafi.
"Samperin gih, Lia kalo udah ngambek tuh gak pernah sebentar loh" ucap Lauren
"Ck,,iya iya gue samperin" Mereka tertawa melihat tingkah Rafi dan Lia.
"Gue yakin kalo mereka itu bakal jadian" ucap Vano
"Betul tuh"
"Balik yuk, bentar lagi bel masuk" ajak Vino
"Ayok lah"
***************
"Guys, hangout yuk. Dah lama nih kita gak Q-time"
"Wahh boleh banget tuh. Gimana tha?"
"Oke,,nanti ketemu di cafe pelangi" ucap Agatha
"Yeyy" Mereka senang mendengar jawabannya Agatha.
"Yaudah yuk balik sekarang, kalian gak ada niat buat nginep di sekolah kan" Mereka semua tertawa mendengar candaan dari Lavena.
Murid AFIHS dipulangkan lebih awal karena akan ada rapat untuk acara ultah sekolah besok.
"Eh btw nanti ke Cafe nya jam berapa nih?" Tanya Vanya
"Jam 2 aja lah" jawab Lia
"Oke"
"Eh supir gue udah jemput tuh. Gue duluan ya girls" ucap Lavena
"Gue bareng lo ya,Ven? Supir gue gk bisa jemput katanya" Tanya Lia
"Yaudah ayok"
"Bye,,kita duluan ya girls" ucap Lia dan Vena sambil melambaikan tangannya kearah Agatha,Vanya dan Lauren.
"Gue juga mau balik. Bye" ucap Agatha lalu meninggalkan Vanya dan Lauren menuju parkiran khusus pemilik sekolah.
**************
"Hahaha" Semua pengunjung di cafe pelangi itu terpana melihat tawa dari kelima gadis cantik itu. Siapa lagi jika bukan Agatha dkk.
"Guys gue mau bongkar penyamaran besok" ucap Agatha
"Bagus lah kalo gitu, jadi lo gak bakal dibully lagi sama nenek lampiri dan antek-anteknya itu" ucap Lavena disetujui sahabat-sahabatnya.
"Jadi lo bakal ngenalin diri sebagai pemilik sekolah atau sebagai anak dari donatur terbesar?" Tanya Lauren
"Anak donatur terbesar" jawab Agatha
"Otomatis bonyok lo bakal dateng dong ke acara ultah sekolah besok" ucap Vanya
"Bukan bonyok gue aja kali, bonyak kalian, Dafa dan Rafi juga bakal dateng" balas Agatha
"Dan setelah ultah sekolah gue mau ke paris" Vanya dkk terkejut mendengar ucapan Agatha barusan.
"WHAT?!!" Dan lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian.
"Ck berisik" kesal Agatha.
"Lo lagi bercanda kan tha?"
"Gk"
"Oke kita cuma bisa dukung lo doang. Kita tau lo pasti bakal ngambil keputusan yang benar. Dan pasti lo ke paris karena urusan yang penting" ucap Vanya sambil tersenyum tulus. Memang diantara sahabat-sahabatnya Agatha, Vanya lah yang paling dekat dan pengertian dengan Agatha.
"Thanks kalian udah ngertiin gue" ucap Agatha terharu lalu mereka berpelukan.
"Aaaa,,,kok jadi pada sedih sih. Kita mau ngabisin waktu bareng, yaaaa itung-itung sebelum Agatha ke Paris. Oh iya lo pergi berapa hari?" Cerocos Lia dan berakhir dengan pertanyaan.
"Bukan hari, tapi bulan. 3 bulan gue bakal ada di Paris"
"WH-" Agatha segera memotong teriakan sahabat-sahabatnya itu. "Dan tolong jangan teriak lagi"
"Yakin. Ya gak gimana-gimana" Agatha mengangkat bahunya acuh, "Lagi pun kalo dia cinta sama gue, gue yakin dia bisa jaga hatinya buat gue selama gue di Paris dan gak akan berpaling ke cewek lain" jelas Agatha panjang lebar. walau pun gue merasa kalo akan ada sesuatu yang terjadi dalam hubungan kami lanjut Agatha dalam hati.
"Lo yakin mau pergi selama itu? Terus hubungan lo sama Dafa gimana?" Tanya Lauren
"Kalo Dafa nyakitin lo, lo gak perlu takut karena kita akan selalu ada buat lo" ucap Lavena
"Thanks guys"
"Tuh kan suasananya sedih lagi. Udah ayok kita ke mall aja" ucap Lia diangguki sahabatnya.
*******************
"Huftt,,capek banget" Agatha merebahkan tubuhnya di kasur. Dia baru saja pulang dari acara Q-time bersama sahabat-sahabatnya.
"Mandi dulu ah" ujar Agatha lalu beranjak pergi ke kamar mandi.
20 menit Agatha sudah selesai mandi dan berpakaian. Dia segera turun kebawah untuk makan malam.
Skipp selesai makan malam..
Seperti biasa, selesai makan malam keluarga Alexander berkumpul diruang keluarga untuk menghabiskan waktu bersama atau mungkin dengan kegiatan masing-masing. Seperti sekarang, Vino dan Gani sedang bermain PS, Vano dan Leo sedang membicarakan tentang perusahaan yang saat ini dipegang oleh Vano, Valen sedang menonton televisi dan Agatha sedang memainkan ponselnya.
"Princess, besok berangkat ke parisnya besokkan?" Tanya Leo setelah selesai berbincang dengan Vano.
"Iya dad."
"Kamu berangkatnya jam berapa princess? Dan berapa lama kamu disana?" Tanya Valen
"Jam sepuluh. Sekitar 3 bulan" jawab Agatha
"Kok lama banget sih princess" ucap Gani sedih karena dia tak mau berjauhan lagi dengan kembarannya itu. Sudah cukup mereka berpisah selama 7 tahun dan dia tak mau itu terjadi untuk kedua kalinya.
"Yaelah bang, cuma 3 bulan jugak, lebay amat" cibir Agatha
"LEBAY LO BILANG?! LO GAK TAU GIMANA GUE WAKTU LO PERGI NINGGALIN GUE SELAMA 7 TAHUN!!" Teriak Gani marah lalu berjalan menuju kamarnya.
"Abang" lirih Agatha merasa bersalah dengan ucapannya.
"Mom dad apa Agatha salah ngomong?"
"Tidak princess, mungkin Gani sedang ada masalah jadi dia agak sensitif" ucap Valen
"Yaudah aku samperin bang Gani dulu" ucap Agatha lalu berjalan kekamar Gani.
**************
Cklek
Agatha membuka pintu kamar Gani dan mencari keberadaan Gani. Namun dia tak menemukannya. Agatha mengecek dibalkon kamar Gani dan ternyata pria itu ada disana.
"Bang.." panggil Agatha dengan suara parau namun tak disahuti oleh Gani.
"Bang please maafin aku" Agatha tetap berusaha.
"Iya aku emang gak tau gimana abang waktu aku tinggal selama 7 tahun ke Jerman. Aku emang egois karena aku gak mikirin gimana keadaan abang kalau aku tinggal waktu itu. Aku emang bodoh karena gak bisa ngertiin perasaan sodara kembar aku sendiri. Aku tau itu, aku tau bang! Tapi aku mohon jangan marah sama aku. Aku minta maaf atas ucapan aku tadi. Aku minta maaf bang" ucap Agatha panjang lebar dengan air mata yang mengalir deras di pipi mulusnya.
Gani masih tetap diam. Merasa ucapannya tak dihiraukan, Agatha berniat untuk pergi kekamarnya. Namun baru satu langkah dia merasa ada yang memeluknya dari belakang. Dan ternyata orang itu adalah Gani.
"Maaf,,maaf,,,maaf karena abang egois" lirih Gani
Agatha membalikkan badannya dan membalas pelukan Gani. Agatha merasa pundaknya basah. Ya Gani menangis.
"Abang gak salah, Agatha yang salah. Agatha terlalu bodoh sampai gak bisa ngertiin perasaan kembaran Agatha yang paling ganteng ini" ucap Agatha lalu terkekeh kecil disela-sela tangisnya.
"Kamu harus janji sama abang kalo kamu gak akan pergi jauh-jauh dari abang" ucap Gani setelah melepas pelukannya dengan Agatha.
"Aku gak bisa janji, tapi aku akan berusaha" balas Agatha tersenyum lembut. Gani pun ikut tersenyum dan mengangguk.
"Jadi.." ucap Agatha menggantung.
"Jadi?" Tanya Gani bingung
"Aku boleh ke Paris?" Tanya Agatha membuat Gani menatapnya datar. Agatha yang melihat perubahan di wajah Gani pun merutuki dirinya karena telah menanyakan pertanyaan bodoh itu.
Sedetik kemudian Gani tersenyum fan berkata, "Boleh"
"Serius bang?" Tanya Agatha tak percaya
"Dua rius malah"
"Kyaa,,makasih abang" ucap Agatha lalu memeluk Gani.
"Tapi kamu harus janji untuk jaga diri kamu baik-baik disana. Jangan telat makan. Jangan telat tidur. Jaga kesehatan kamu disana. Sering-sering kabarin abang, mom dan dad. Dan yang paling penting sholatnya jangan lupa" cerocos Gani panjang lebar.
"Siap kapten" Agatha mengangkat tangannya ke kepala. Bergaya seperti hormat.
"Udah malem sekarang kamu tidur gih" ucap Gani
"Mau tidur sama abang" rengek Agatha membuat Gani senang karena sudah lama adiknya itu tak merengek padanya.
"Yaudah" balas Gani dan Agatha langsung melompat ke tempat tidur Gani mencari posisi yang nyaman.
"*Good night my twins"
"Night too my princess*"
Kemudian keduanya terlelap.
•
•
•
•
❤TBC❤