Agatha FA

Agatha FA
21



Paris


At 09:00 a.m


Seorang gadis memakai pakaian serba hitam dengan masker yang melekat diwajahnya dan dikawal oleh 10 bodyguard kini menarik perhatian pengunjung bandara. Dia adalah Agatha.


Agatha baru saja sampai di bandara internasional Paris.


"Selamat pagi nona Agatha. Saya Tasya, asisten pribadi anda selama di Paris" ucap Tasya.


(Anggap aja mereka ngomongnya pake bahasa Perancis)


"Hmm. Apa jadwal saya hari ini?" Tanya Agatha


"Hari ini anda ada pertemuan dengan CEO Hars Group. Hanya itu saja nona" ucap Tasya dibalas anggukan oleh Agatha.


"Jam berapa?" Tasya yang mengerti maksud bosnya pun menjawab, "Jam 2 siang nona". Agatha hanya mengangguk.


"Antar saya ke mansion" Agatha berjalan keluar bandara di ikuti Tasya dan 10 bodyguard-nya.


Agatha memasuki mobilnya. Sopir Agatha pun segera melajukan mobilnya. Dibelakang mobil Agatha ada 2 mobil lagi yang berisikan bodyguard Agatha. Tasya? Dia berada di mobil Agatha.


********


Indonesia


At 02:30 p.m.


"Agatha lagi ngapain ya" ucap Lia


"Mungkin dia lagi menjelajahi kota Paris" ucap Lauren


"Hmm bisa jadi" balas Lavena


Baru sehari Agatha pergi, mereka sudah merindukan gadis itu. Terlebih lagi Gani dan Dafa. Mereka berdua menjadi lebih dingin dan cuek kepada semua orang. Ingat 'semua orang' itu berarti keluarga mereka juga termasuk.


"Woy dua kulkas, ngomong napa dah. Datar mulu tuh muka" ucap Rafi menegur Dafa dan Gani.


"Bacot" balas Gani


"Baru juga ditinggal sehari udah kayak mayat hidup lo berdua" ucap Rafi


"Bacot" giliran Dafa yang menyahut


"Serah lo berdua lah. Lelah hayati" ucap Rafi sok sedih


"Daf" panggil Vano namun Dafa masih tak bergeming


"Daf, lo gk akan berpaling dari adek gue kan karena ditinggal selama tiga bulan?" Tanya Vano serius


"Lo ngomong apaan sih. Gue itu cinta sama adek lo. Jadi gue gk akan berpaling dari dia" tegas Dafa


"Gue abangnya, jadi wajar gue takut lo nyakitin princess gue." Ucap Vano


"Gue janji bakal setia sama Agatha" ucap Dafa


"Gue pegang janji lo. Kalo sampe lo ingkar. Gue gk akan segan2 bunuh lo" ucap Vano


"Bacot" giliran Dafa yang menyahut


"Serah lo berdua lah. Lelah hayati" ucap Rafi sok sedih


********


Agatha POV


Saat sampai di mansion, gue langsung masuk kamar dan merebahkan badan. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 16 jam, badan gue serasa mau remuk.


"Tidur bentar boleh kali yak" ucap gue pada diri gue sendiri.


Gue pun mulai memejamkan mata dan terbawa ke alam mimpi.


(Sedikit informasi, mansion yang ditinggali Agatha saat ini adalah salah satu mansion milik Agatha di Paris.)


********


"Selamat siang, maaf saya datang terlambat" ucap Fandi, CEO Hars Group.


"Kali ini anda saya maafkan karena telah membuang waktu berharga saya" ucap Agatha


"Terima kasih Mrs.Felin"


"Jadi?" Tanya Agatha to the point


"Saya ingin membangun sebuah hotel di Italia. Jadi saya ingin meminta kerja sama anda dalam pembangunan hotel itu." Jelas Fandi


"Apa keuntungan yang saya dapat dari kerja sama ini?" Tanya Agatha dengan satu alis terangkat


"Anda akan mendapatkan 20% dari hasil hotel nantinya" jawab Fandi


"Baiklah 45% akan saya berikan" balas Fandi dengan tersenyum licik? Fandi dan Agatha berjabat tangan tanda persetujuan.


"Kalau begitu saya undur diri. Masih banyak yang harus saya urus. Permisi Mrs.Agatha" pamit Fandi


"Silahkan" balas Agatha


Agatha tersenyum miring melihat punggung Fandi yang semakin menjauh.


"Kau mencoba bermain-main denganku Tuan. Kau akan tau akibatnya" gumam Agatha sambil memasang smirk andalannya.


**********


1 bulan kemudian..


AFIHS dihebohkan dengan kabar kedatang murid baru perempuan yang katanya cantik dan kaya.


"Guys, kalian ada yang tau gk siapa murid baru itu?" Tanya Rafi pada sahabat2 nya.


"Kagak, dan itu juga gk penting buat gue" balas Lia


"Gue gk nanya sama lo" sinis Rafi


"Tadikan lo nanya 'Kalian ada yang tau gk siapa murid baru itu?'. Udah jelas kalo tadi lo bilang 'Kalian' berarti gue termasuk dong" jelas Lia panjang lebar.


"Oh" balas Rafi singkat dan itu sungguh membuat Lia cengo.


"What?! Oh doang? Ngeselin lo" kesal Lia dengan wajah cemberut


Imut Batin Rafi sambil tersenyum


"Heh kutil, napa lo liat si Lia sambil senyum-senyum begitu. Jangan-jangan lo mikir yg aneh aneh lagi" ucap Vino sambil menyipitkan matanya.


"Enak aja lo dugong. Gue gk sebrengsek itu juga kali" tukas Rafi


"Iya deh percaya" balas Vino


"Udah dong debatnya, gue laper nih. Entar keburu masuk" kesal Lauren


"Tumben lo ngomong panjang. Biasa nya juga diem mulu" cibir Rafi. Apakah spesies macam Rafi ini yang bisa disebut cowok bermulut cewek? Mungkin iya. Haha kok gaje yak😅


"Bacot lo pada. Ilang selera makan gue" ucap Vanya lalu pergi dari kantin


"Hayo lo Raf, marah tuh si Vanya" ucap Lia


"Bodo amat gue gk peduli" balas Rafi


"Biar gue samperin" ucap Gani lalu pergi menyusul Vanya.


Gani menemukan Vanya di taman belakang.


"Nya" panggil Gani namun tak ada sahutan.


"Nya, lo kenapa? Cerita sama gue kalo lo ada masalah" ucap Gani lembut


"Gue takut Gan" ucap Vanya sambil terisak


"Husst jangan nangis. Emang lo takut kenapa?" Tanya Gani


"Gue takut kalo Dafa bakal nyakitin Agatha" jawab Vanya jujur


"Kenapa lo berfikiran kayak gitu?"


"Firasat gue bilang kalo murid baru cewek itu yang bakal menyebabkan semua itu terjadi"


"Semua itu maksud lo apa? Dan lo udah pernah liat mirid baru itu?" Tanya Gani


"Yang gue maksud semua itu adalah hubungan Dafa dan Agatha. Kalau soal pernah atau enggaknya liat murid baru itu, jawabannya enggak. Gue belum pernah liat cewek itu, tapi firasat gue kuat Gan. Dan itu gk pernah meleset" jelas Vanya dengan tangisan yang semakin keras.


"Lo tenang, gue sebagai kembarannya Agatha akan selalu ada buat ngelindungin Agatha. Agatha itu adalah separuh hidup gue. Gue akan biarin siapapun nyakitin selaruh hidup gue. Baik itu orang lain atau Dafa yang statusnya sahabat gue" ucap Gani


"Gue yakin fisik Agatha bakal baik-baik aja kalau semua itu terjadi, tapi gue tau hatinya akan merasa sangat sakit kalau semua itu benar-benar terjadi" ucap Vanya


"Agatha gk sendirian. Kita selalu ada buat dia. Yang kita perlu lakukan adalah berdoa dan mencoba untuk melindungi dan menguatkan Agatha"


"Ya, kita cuma bisa berdoa" ucap Vanya. Mereka kemudian larut dalan pikiran masing-masing.


•


•


•


•


❤TBC❤