Agatha FA

Agatha FA
34



"Kau sudah menyiapkannya?" Tanya seseorang.


"Tentu saja sudah tuan muda," jawab anak buahnya. "


"Bagus, aku akan memulainya besok," ucap orang itu.


Kita akan bertemu lagi, batin orang itu.


****


"Kalian semua sudah siap?!" Tanya Agatha pada para anggotanya.


"SIAP QUEEN!" jawab semua anggota DBD di markas mereka yang berada di LA.


"Bagus. Kita berangkat sekarang," ucap Agatha. "Sampai disana langsung ambil posisi yang sudah diatur sebelumnya. Paham?!" Lanjutnya tegas.


"PAHAM QUEEN!"


Sebelum pergi Agatha menelpon Dara terlebih dahulu.


"Setelah misi ini gue akan langsung kembali. Siapkan jet pribadi, gue gak mau nunggu," Tanpa menunggu balasan Agatha langsung memutus sambungan telponnya.


"Ini akan jadi yang terakhir untukmu Barga. Begitu pun dengan anakmu," gumam Agatha menyeringai.


Di sebuah mansion


"Bagaimana El apakah semua berjalan lancar?" Tanya seorang pria paruh baya.


"...."


"Bagus. Lanjutkan tugasmu, aku akan terus memantaumu dari sini. Sebentar lagi mereka akan merasakan penderitaan yang sama seperti kita."


"...."


"Selamat malam."


Panggilan berakhir.


Bugh


Bugh


Samar-samar pria itu mendengar suara pertarungan.


Brak


"Tuan mansion ini diserang!" Ucap seseorang yang baru saja masuk.


"Sial! Siapa ******** yang berani menyerang mansionku?"


"Mereka adalah Diamond Black Devil." Balas orang itu.


"Apa?!! Kenapa mereka mendadak menyerang kita? Apa kita punya masalah dengan mereka?" Tanya Barga terkejut. Ya, pria paruh baya itu adalah Barga.


"Ya, anda punya masalah sama saya." Ucap Agatha dari arah pintu.


Dengan nada dingin dan menusuk khas miliknya dia mampu membuat lawannya menegang ditempat. Ditambah aura yang dia keluarkan sangat menyeramkan.


Dor


Tanpa basa basi Agatha menembak orang yang berada di samping Barga tadi.


"Siapa anda? Kenapa anda mencari masalah dengan saya? Anda tidak tau siapa saya?" Tanya Barga seperti meremehkan Agatha.


"Queen" jawab Agatha dengan nada rendah yang menambah kesan menyeramkan dalam dirinya.


"Mencari masalah dengan anda? Sungguh? Malah saya berpikir bahwa anda yang mencari masalah dengan saya." Lanjutnya diakhiri sedikit tawa.


"Saya bahkan tidak kenal dengan anda." Balas Barga


"Kalau begitu perkenalkan nama saya Agatha Felinxia Alexander." Ucap Agatha sambil menekankan nama belakangnya.


"Alexander?"


"Ya. Jadi anda sudah mengenal saya? Atau mungkin saya harus mengulangnya lagi?" Tanya Agatha. "Baiklah saya ulangi. Nama saya Agatha Felinxia Alexander, putri bungsu keluarga Alexander." Lanjutnya tegas.


Lah Acel mau dikemanain? Buang aja ke selokan. *Jahat bet authornya:v


"Oh, jadi kau anaknya Leo dan Valen? Sekarang aku tau apa tujuanmu. Jangan mimpi gadis bodoh," sinisnya


"Aku tidak bodoh tuan," Ucap Agatha sambil mendengus kesal.


"Hemm apa kau tau? Kau sudah membuang banyak waktuku. Jadi apa aku bisa mulai bermain sekarang?" Ucap Agatha sambil melihat jam tangannya. "Pistolku sudah tidak sabar meminta darah mangsanya." Lanjutnya dengan wajah dibuat lesu.


Barga diam tak menyahuti ucapan Agatha.


Asal kalian tau saja dia sekarang ketakutan! Oh ayolah siapa yang tidak takut jika dihadapkan dengan penguasa dunia gelap?! Kalo ada sini suruh nemuin author.


"Dasar membosankan." Ucap Agatha. Lalu...


*Dor


Dor


Tiga buah peluru melesat. Peluru pertama mengenai kaki Barga, yang kedua tangan lalu yang terakhir tepat mengenai jantungnya.


"Cih menguras tenaga gue aja ni bapak tua." Agatha berdecih kesal lalu dia berlalu keluar ruangan meninggalkan dua mayat itu tergeletak begitu saja.


"Dimana dia?" Tanya Agatha pada salah satu anggotanya.


"Maaf queen, kami tidak dapat menemukannya dimana pun bahkan kami sudah memeriksa seluruh mansion ini."


"Shit! Dia pasti sudah melarikan diri," gumam Agatha.


"Dia akan menjadi urusanku. Pria bodoh itu sepertinya ingin bermain-main dulu denganku dan aku akan mengikuti permainannya," ucap Agatha lalu berlalu pergi. Dia akan langsung menuju ke bandara untuk pulang.


****


"Katanya di kelas XI IPS 2 ada murid baru," ucap Cecil yang saat ini sedang duduk di kantin bersama yang lainnya.


"Tau, gue denger sih cowok ganteng, tajir, blasteran. Tapi gue belum pernah liat mukanya," sahut Lavena setelah menelan baksonya.


"Gue juga belum pernah, dia gak pernah keliatan di kantin," balas Cecil


"Biarin ajalah bukan urusan kita juga kan?" Ucap Lauren


"Tau tuh, udah kayak emak-emak tukang gosip," sahut Vanya. "Kita itu seharusnya mikirin kemana perginya Agatha selama 2 minggu ini," lanjutnya kesal.


"Itu bocah satu demen banget ilang timbul. Besok ada besoknya lagi ngilang. Kayak setan aja," cerocos Cecil.


"Setan ya?"


"Iya lo itu kay-" Cecil menghentikan ucapannya.


Mendadak suasana kantin hening.


Cecil membalikkan badannya dan...


"AGATHA!!"


"Gak pake teriak berapa sih?" desis Agatha.


"Lo kemana aja bodoh?! Kita kelimpungan nyari lo yang gak ada kabar," ucap Vanya sedikit membentak.


"Refreshing," balas Agatha dengan santainya.


"***** lo jalan gak ngajak kita kita," kesal Lavena


"Lo dari kelas ke kantin naik apa?" Tanya Agatha.


"Lo dari kelas ke kantin naik apa?" Tanya Agatha.


"Jalan lah, naik sepatu gue,"


"Nah itu lo kan udah jalan jadi ngapain sewot sama gue," balas Agatha membuat sahabat-sahabatnya kesal bukan main.


"Seterah lo dah yang penting lo udah balik kemari," ucap Lauren pasrah karena kalah adu mulut dengan Agatha.


"Emang lo pergi kemana sih?"


"LA" jawab Agatha dengan jujur.


"Buset dah lo Ta liburan ke luar negeri gak ngajak kita. Tipis banget persahabatan lo," ucap Cecil dramatis.


"Gue bukan liburan," balas Agatha.


"Terus lo ngapain ke LA? Numpang mandi? Numpang tidur? Jauh banget sampai ke LA,"


"Ngasi makan peliharaan," ucap Agatha membuat sahabatnya bingung. Sejak kapan Agatha punya peliharaan?!


"Lo punya peliharaan apaan? Anjing? Kucing? Burung? Singa? Macan? Harimau? Wolf? Kok kita gak pernah liat?"


"Semut," ketus Agatha.


"Emang semut makanannya apa?" Tanya Cecil polos.


"Anjing"


"Ternyata bener dunia sudah terbalik. Masak iya semut makan anjing,"


"Bodo amat gue gak denger," ucap Vanya, Lauren dan Lavena serentak.


"Masuk sana udah bel," perintah Agatha.


"Lah lo? Gak masuk kelas emangnya?" tanya Lauren. Agatha hanya mengangkat bahunya lalu melenggang pergi.


"Aneh tu bocah lama-lama," ucap Cecil diangguki yang lainnya.


"Udah ayok masuk kelas entar dimutilasi sama bu bos,"


Mereka berempat berjalan beriringan menuju kelas tanpa Agatha tentunya.


❤TBC❤