
*Markas RM
Fyi, sahabat sahabat Agatha anggota gangster juga tapi mereka gak tau kalo Agatha punya mafia jadi mereka hanya anggota gangster bukan mafia*.
Saat sampai di markas mereka dihadang oleh 10 orang anggota RM yang sedang bertugas menjaga markas.
"Siapa kalian?!! Mau apa kalian kemari?!!" Ucap salah satu penjaga itu.
"Kalian gak perlu tau siapa kami dan mau apa kami kemari!!" Ucap Lauren cuek.
"Udahlah gak usah banyak bacot sini kalo berani lawan kita." Tantang Lavena.
Mereka pun saling melawan satu sama lain, kecuali Agatha dia hanya duduk santai di atas mobilnya.
"STOP!!!!!"
Mereka semua menghentikan pertarungan dan mengalihkan tatapan mereka ke orang yang bersuara tadi termasuk Agatha.
Orang itu terkejut melihat siapa yang barusan bertarung.
"Baby!!! Abang kangennn." Seru orang itu yang di ketahui bernama Rey atau lebih tepatnya Reynza Adiano Pratama dari keluarga Pratama keluarga terkaya no.12 di dunia sambil memeluk Agatha.
"Hay Bang Rey." Ucap Agatha membalas pelukan Rey.
"Ekhm kita gak di peluk nih." Ucap Cecilia.
"Gak gue kangen nya cuma sama baby gue doang." Ucap Rey membuat Vanya dkk cemberut.
"Udah gak usah pada cemberut, mending kita masuk." Ucap Agatha yang diangguki oleh Rey dan lainnya.
"Kumpulkan semua anggota di aula ada yang ingin saya beri tahu." Perintah Rey tegas plus dingin kepada 10 orang yang bertarung tadi.
Agatha dkk beserta Rey masuk kedalam markas atau lebih tepatnya mereka menuju ke ruangan yang di buat khusus untuk mereka.
Sesampainya disana mereka dikejutkan dengan keadaan ruangan yang sangat berantakan. Mereka melihat 2 hewan eh gak deng 2 manuasia yang sedang asik menonton tv sambil memakan cemilan.
"Ekhmm,,,,,seru banget ya sampe ruangannya berantakan kaya gini." Suara Agatha menghentikan aktivitas 2 orang itu dan menoleh ke arahnya.
"Eh ada Queen, hehe." Ucap salah satu dari dua orang itu yang diketahui bernama Alex lebih tepatnya Alex Savier Marvelo dari keluarga Marvelo keluarga terkaya no.15 di dunia.
"Kamu kapan pulang baby?" Tanya yang satunya lagi yang diketahui bernama Daren atau lebih tepatnya Daren Richard Denzo dari keluarga Denzo keluaraga terkaya no.14 di dunia.
"Ayo ke aula." Bukannya menjawab pertanyaan Daren, Agatha malah mengajak mereka ke aula. Daren yang mengerti sifat Agatha pun hanya menghela nafas.
Agatha dkk beserta Rey dkk dan para anggota RM lainnya sudah berkumpul di aula.
"Baiklah, saya mengumpulkan kalian semua untuk memperkenalkan ketua sekaligus pendiri RM. Silahkan Queen." Ucap Rey yang mengundang bisikan bisikan dari para anggota.
"Ekhmm perkenalkan nama saya Agatha Felinxia, saya adalah ketua kalian sekaligus pendiri RM. Kalian tau bukan syarat utama untuk masuk gangster ini? Hanya satu yang saya mau, kalian jangan pernah berkhianat kepada saya. Paham?!!" Ucap Agatha tegas plus dingin dengan menekan kan kata 'berkhianat'.
"Paham Queen!!!!" Jawab seluruh anggota.
"Baiklah kalian boleh kembali ke aktivitas masing masing." Ucap Rey. Para anggota pun bubar menyisakan Agatha dkk dan Rey dkk.
"Yaudah kami pulang dulu ya Bang, udah sore takut di cariin bonyok." Pamit Agatha.
"Yahh kok cepet banget sih baby." Ucap Rey.
"Kapan kapan kita kemari lagi kok."
"Oke deh hati hati ya baby." Ucap Rey dkk yang diangguki Agatha dkk.
Mereka pun pulang ke mansion masing masing.
~♡~♡~
"Assalamualaikum." Ucap Agatha saat memasuki mansion.
Agatha POV
"Assalamualaikum." Ucap gue saat memasuki mansion.
"Tumben kagak teriak lu dek." Ucap Bang Vino dengan nada mengejek.
"Ck salah mulu gue, teriak salah kagak teriak salah, mau lo tuh apa sih Bang?" Ucap gue kesal.
"Eh slow dong, lagi PMS lo ya?" Tanya Bang Vino.
"Kalo iya ngapa emangnya?!! Udah ah gue mau ke kamar." Balas gue ketus kemudian masuk ke kamar dan menutup pintu kamar cukup keras.
Brakk
Gue pun menjatuhkan tubuh gue ke tempat tidur.
"Hufft, ngeselin banget sih Bang Vino, gak tau apa orang lagi cape. Bodo lah gue mau mandi udah lengket banget ini badan."
Gue pun mandi selama 10 menit. Selesai mandi gue turun kebawah untuk makan malam.
"Good malam all." Sapa gue sambil tersenyum hangat.
"Too Princess." Balas keluarga gue.
"Elah dek kalo inggris ya inggris aja gak usah di campur campur." Ucap Bang Gani.
"Like like gue dong kok lo yang sewot."
"Serah dek serah." Pasrah Gani.
Kami pun makan dengan tenang.
Selesai makan seperti biasa kami berkumpul di ruang keluarga.
"Bagaimana sekolah kamu Princess? Kamu gak di bully kan?" Tanya Daddy.
"Biasa aja kok Dad. Gak kok aku gak di bully." Jawab gue bohong kalo gue jujur bisa berabe.
"Bohong Dad tadi Princess sama sahabat sahabatnya si bully." Ucap Bang Vino yang gue bales dengan tatapan tajam.
"Benar itu Princess?!!" Tanya Mommy tegas.
"Ck iya Dad, tapi gak parah parah banget kok lagian aku sama sahabat sahabat aku bales mereka tadi." Ucap gue membela diri.
"Ok kali ini Daddy maklumi, tapi kalo terulang lagi kamu harus segera bongkar penyamaran kamu." Ucap Daddy.
"Dan kalian jaga adik kalian, kalo dia sampai kenapa napa uang jajan kalian Daddy kurangi, motor kalian akan Daddy ambil dan semua fasilitas akan Daddy ambil semuanya." Ucap Daddy kepada Abang Abang gue. Abang Abang gue hanya mengangguk pelan.
"Sekarang kalian masuk kamar terus tidur, besok kalian sekolah." Ucap Mommy.
Gue sama Abang Abang gue pun memasuki kamar masing masing.
Sampai di kamar gue segera tidur takut besok kesiangan.
•
•
•
•
Bersambung.....