A Blinder

A Blinder
Menanti Akhir.



Entah kenapa di hati Areun ada rasa bersalah kepada Jaemin karena telah tidur bersama Jay. Areun menjadi seperti tidak punya muka setiap harus berpapasan dengan Jaemin.


Dua minggu kemudian.


Areun ingin berkunjung ke rumah Kasi karena kangen dengan Jay. Ketika sampai di depan pintu apartemen Kasi, Areun mendengar Jaemin terbatuk-batuk dari dalam kamarnya disusul suara gaduh panci dan gelas jatuh ke lantai.


Areun merasa khawatir, dia memegang gagang pintu yang ternyata tidak terkunci. Tanpa permisi Areun masuk dan mencari keberadaan Jaemin.


Jaemin sedang di dapur merapihkan pecahan gelas sambil batuk-batuk.


"Uhuk..uhuk..."


"Kamu kenapa?" Tanya Areun membantu Jaemin merapihkan serpihan gelas.


"Aku ingin buat minuman hangat." Jawab Jaemin lesu, wajahnya sangat pucat. Saat itu tangan mereka bersentuhan.


"Kamu demam Jaemin!" Areun memegang kening Jaemin dengan khawatir. "Istirahatlah!" Areun memapah Jaemin ke kasur.


"Kamu masih peduli padaku, Areun. Cinta itu memang masih ada di hatimu." Pikir Jaemin tersenyum bahagia.


Areun membantu Jaemin berbaring di kasur dan menyelimuti tubuh Jaemin dengan selimut.


"Aku akan buatkan kamu minuman hangat, tunggu ya!" Areun berjalan kembali ke dapur.


Setelah merapihkan pecahan gelas dan minuman herbal hangatnya matang Areun kembali ke kamar Jaemin.


"Ini minumlah!" Membantu Jaemin untuk duduk dan membantunya untuk minum.


"Terimakasih." Ucap Jaemin lirih.


"Apa kamu sudah makan?"


"Belum."


"Ada lauk apa di sini?"


"Tidak ada apa-apa."


Selesai Areun memasak.


"Jaemin bangun!" Membangunkan Jaemin dengan perlahan.


Jaemin membuka matanya perlahan lalu mencoba untuk duduk. Dengan sigap Areum membantu Jaemin untuk duduk.


"Makan dulu, ya!" Areun menyuapi Jaemin bubur. "Kenapa kamu masih tinggal di sini? Bukannya pulang saja ke rumahmu, akunya juga sudah tidak tinggal di sini."


"Aku tidak mau, karena aku ingin membuktikan kepadamu bahwa aku begitu serius untuk kita kembali bersama." Jawab Jaemin. "Aku akan melakukan apapun demi kamu."


"Tetapi kamu tidak bisa mengurus dirimu sendiri. Aku tahu kamu biasa hidup nyaman dan akhirnya kamu sakit kan."


"Aku tidak peduli, walau harus mati di sini akan aku lakukan agar kamu percaya cintaku kepadamu."


"Kenapa kamu keras kepala sekali, aku bilang kita tidak akan kembali bersama."


"Itu hanya di mulutmu Areun. Di dalam hatimu masih ada aku, buktinya kamu masuk ke kamar ini untuk mengurusku. Kamu masih peduli padaku."


"Rasa sakitku saat kamu usir lebih besar dari rasa peduli itu Jaemin."


"Bagaimana cara aku harus meminta maaf kepadamu agar mau memaafkan aku."


"Sekarang kamu mengerti kan bagaimana perasaanku saat kamu usir. Aku memohon mengiba hanya untuk kamu bisa memaafkan aku tetapi tanpa memikirkan aku kamu tetap mengusirku."


"Aku sangat mengerti Areun, karena itu aku ingin menebus semua salah dan dosaku. Aku mohon maafkan aku dan kita mulai lagi semua dari awal."


"Aku tidak pantas kembali kepadamu Aku telah mengkhianati kamu dengan tidur bersama Jay. Apa kamu akan tetap menerimaku jika kamu mengetahui hal ini?"


......****......


Ceritanya digantung dulu, bantu aku ngambil keputusan ya, bagusnya Areun balik lagi sama Jaemin atau nikah aja sama Jay dan kasih alasannya kenapa harus begitu?


Terimakasih sudah mampir. cerita pertama aku banyak typo, puebi nya jelek . . maaf . .