
Selesai mengobrol dengan Jisung, Areun kembali ke kamar. Memasuki kamar Ia mendengar suara air dari shower dikamar mandi. Jaemin sudah pulang. Gumamnya.
Dia lalu membuka pintu kaca besar yang mengarah ke balkon kamar. Dia duduk disofa panjang yang terbuat dari rotan. Lama Areun terduduk disana namun Jaemin belum keluar dari kamar mandi.
Areun yang merasa aneh sekaligus khawatir. Dia mengetuk pintu kamar mandi.
"Jaemin! Kamu di dalam?" Tanyanya. Air shower terdengar berhenti. Dia masih hidup. Pikir Areun mendengar Jaemin bisa mematikan shower.
Tidak lama pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Jaemin yang hanya menggunakan handuk putih menutupi bagian bawah tubuhnya.
"Kamu mandi lama sekali?" Tanya Areun melihat lurus ke kamar mandi. "Aku menunggumu dari tadi."
"Aku kepanasan." Jawab Jaemin dingin memasuki ruangan baju.
"Ada apa dengan dia, tidak seperti biasanya? Apa ada masalah di kantor." Pikir Areun"
"Tetapi ini kan musim dingin?" Tanya Areun lagi membelakangi pintu ruang baju. Namun tidak ada jawaban.
Selepas berpakaian Jaemin keluar dan mendorong kecil bahu Areun dari belakang.
"Kamu ini kenapa? Sedang ada masalah di kantor, ya?"
"Tidak. Aku sedang malas berbicara."
"Kamu marah? Apa Jisung melakukan kesalahan di kantor?"
"Jisung lagi Jisung lagi. Apa hanya dia yang ada otakmu?" Jaemin duduk ditempat tidur menyandarkan badannya dikepala tempat tidur.
"Dia bekerja dengan baik." Jawab Jaemin malas.
"Terus kamu kenapa?"
"Shhhh...!" Jaemin menaruh jarinya dibibirnya yang manyun dan mata yang terpejam.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau bicara." Areun berjalan menuju pintu.
"Kamu mau kemana lagi?" Tanya Jaemin dengan nada tinggi mengagetkan Areun.
"Ingin mengambilkan makan malammu." Jawab Areun membalikkan badan.
"Mengambil makan malam, atau bertemu Jisung?" Tanya Jaemin sudah berada dihadapan Areun
"Apa maksudmu?" Tanya Areun bingung. "Aku ingin mengambilkan makan malammu. Kenapa aku harus bertemu Jisung sekarang?"
"Iya maaf, aku akan mengurangi pertemuanku dengan Jisung kalau kamu tidak suka. Tapi....Kamu cemburu ya?" Tanya Areun tersenyum.
"A-aku cemburu? Aku tidak cemburu." Jawab Jaemin dengan wajah memerah.
"O iya, untuk apa kamu cemburu. Kamu kan tidak memiliki perasaan apa-apa padaku." Jawab Areun ketus.
"Apa maksud kamu bicara seperti itu?" Tanya Jaemin.
"Kenapa? Aku bicara kenyataan kan? Kamu menikah denganku bukan karena kamu menyukai aku kan?"
"Darimana kamu tahu aku tidak menyukaimu? Apa kamu bisa membaca pikiranku?"
"Dengan kamu berkata kamu tidak cemburu saat aku bersama Jisung itu sudah bukti yang jelas."
"Ok...Ok...aku cemburu kamu puas?"
"Kenapa harus bilang begitu sekarang? Apa agar aku percaya kamu mencintai aku? Seperti saat-saat awal kamu ingin menikah denganku? Berhenti berbohong dan katakan yang sebenarnya!"
"Awalnya aku memang menikahimu karena aku tidak ingin menikah dengan pilihan Ibuku, mantan pacarku yang sudah aku benci. Tetapi saat kita melakukan foto prawedding bersama, aku menyadari satu hal, ternyata aku mulai menyukaimu, aku mencintaimu."
"Bagaimana aku bisa percaya kalau kali ini kamu jujur, tidak bohong?"
"Kamu mau aku melakukan apa, agar kamu percaya aku tidak bohong?" Jaemin menarik tangan Areun dan menaruhnya di dadanya. Membuat mereka semakin dekat.
Mereka saling merasakan detak jantung mereka berdegup dengan kencang. Jaemin mendekatkan wajahnya ke wajah Areun, hingga bibir mereka pun semakin dekat. Merasakan hembus napas yang berpacu penuh gairah.
Sepertinya aku tidak bisa bernapas. Pikir Areun memandangi bibir tipis nan sexy Jaemin. Areun memejamkan matanya saat bibir mereka saling bertaut.
"Tetapi kenapa kamu tidak pernah menyentuhku secara intim sebelumnya?" Tanya Areun dengan napas yang masih menderu, telapak tangannya di kedua pipi Jaemin. Dan wajah mereka masih begitu dekat.
"Karena aku takut kamu merasa tidak nyaman." Jawab Jaemin lirih.
"Aku akan sangat nyaman bila itu adalah kamu." Jawab Areun berbisik. Jaemin kembali mencium bibir Areun.
"Apa ini malam pertama kita?" Tanya Jaemin mengangkat Areun, menggendong Areun menuju tempat tidur.
"Tunggu, biarkan aku bernapas dulu." Kata Areun saat Jaemin membaringkannya diatas tempat tidur. "Sepertinya aku lupa cara bernapas." Jaemin sudah berada diatas tubuhnya, menopang dengan tangannya.
Jaemin menutupi diri mereka dengan selimut dan mulai bercinta sangat intim dengan Areun.-,.,,..,,