A Blinder

A Blinder
Rencana Jaemin



Kasi sedang mengobrol dengan tetangga saat Areun akan berangkat kerja sambil mengantar Jay ke sekolah.


"Iya betul, akan ada tetangga baru." Kata tetangga Kasi.


"Siapa?"


"Belum tahu juga sih."


"Kasi aku berangkat dulu, ya?"


"Baiklah Areun. Jay sampai nanti!"


Setelah Areun dan Jay berangkat,


"Wah...ternyata itu tetangga baru kita. Ganteng ya? Ya tuhan jadi ingin kembali muda!" Seru ibu-ibu melihat pria menarik kopernya.


Kasi berbalik untuk melihat tetangga barunya.


"Dia?" Ujar Kasi sangat terkejut.


Jaemin tersenyum ramah kepada ibu-ibu yang sedang memperhatikannya. Ibu-ibu itu menjadi terpana dan terbius dengan ketampanan Jaemin.


"Ngapain kamu pindah ke sini?" Tanya Kasi kepada Jaemin saat sudah berada disisinya.


"Kamu mengenal dia Kasi?" Tanya salah satu tetangga.


"Dia suami, bukan mantan suami Areun."


"Apa?" Semua terkejut.


"Kami belum resmi bercerai jadi aku masih suami Areun."


"Secepatnya akan dia urus."


"Aku bertaruh dia tidak akan melakukannya." Jaemin membuka pintu rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Kasi dan masuk ke dalam sambil menutup pintu.


"Apa yang dia rencanakan?" Pikir Kasi.


Di tempat kerja Areun,


"Dengar-dengar ada pegawai baru loh." Kata yuna yang sedang berkumpul bersama Areun dan Jay.


"Sepertinya hari ini aku selalu mendengar kata baru, tadi dirumah ada tetangga baru di kantor juga pegawai baru." Kata Areun.


"Silahkan...silahkan!" Tuan Yoen Sok mempersilahkan Jaemin masuk.


"Jangan begitu Tuan Yoen sok, sekarang saya juga pegawai anda. Jadi jangan istimewakan saya." Kata Jaemin.


"Perhatian sekalian, mulai hari ini Tuan Jaemin akan menjadi rekan kerja kita di sini. Tolong sambutan hangatnya."


"Selamat bergabung Tuan Jaemin!" Seru yang lain bertepuk tangan.


"Kenapa dia bekerja di sini? Apa dia dihapus dari ahli waris sampai harus bekerja disini?" Tanya Jay dengan berbisik.


"Pasti ada yang dia rencanakan." Jawab Areun. "Aku akan minta pindah bagian, aku tidak suka harus satu ruangan dengan dia."


"Lalu aku bagaimana?"


Areun menemui Pak Yoen Sok.


"Tidak bisa Areun, semua posisi penuh disemua bagian. Jadi kamu harus tetap ditempatmu."


"Tapi kenapa Jaemin, maksudku Tuan Jaemin bekerja di sini? Dia memiliki perusahaan sendiri kan?"


"Oh kalau urusan itu saya tidak tahu, dia melamar ke sini ya saya terima kebetulan ada tempat kosong kan dan saya tahu dia orang pintar berbisnis jadi dia pasti bisa memajukan perusahaan ini."


Areun keluar dengan murung,


"Tidak bisa ya?" Tanya Jay saat Areun sudah duduk. Areun menggeleng.


"Jelas tidak bisa, aku yang berkuasa disini sekarang. Hanya atas izinku kamu bisa pindah." Kata Jaemin di dalam hatinya, tersenyum sinis.


Pulang kerja, di apartemen Kasi.


"Kamu tahu, siapa tetangga baru kita itu?" Tanya Kasi menggebu-gebu.


"Siapa?" Tanya Areun sambil memakan ramyeon buatan Kasi.


"Jaemin."


"Apa?" Pekik Areun. "Dia juga pindah ke sini?"


"Maksudmu dengan juga?"


"Dia sekarang bekerja di kantorku, kami satu ruangan sekarang."


"Ya ampun, berarti memang benar ada sesuatu." Kata Kasi. "Dia sepertinya sangat ingin kamu kembali kepadanya, jadi tolonglah luluhkan hatimu untuknya."


"Kasi! Kenapa kamu sekarang jadi seperti membela dia?"


"Aku bukan membela dia, hanya saja..aku memikirkan bayi di dalam kandunganmu."


"Kami akan baik-baik saja Kasi. Tenang saja." Jawab Areun pergi ke kamarnya.