A Blinder

A Blinder
Favorite



Di balkon sebuah kamar hotel, Jay menelepon dengan handphone menghubungi Kasi.


"Dia sekarang bersamaku." Kata Jay memandang luas ke arah laut. "Baru saja tertidur, mungkin lelah menangis." Jay sudah menceritakan semua yang terjadi kepada Kasi.


"Besok kami akan pulang kalau dia mau."


Sementara itu di dalam kamar Jaemin. Jaemin baru saja selesai mandi, dengan mengenakan handuk seperti biasa, matanya tertuju ke tempat tidur, tempat biasanya Areun duduk menantinya. Kini tempat itu kosong. Awalnya dia tidak terlalu mempedulikan dan masuk ke ruang pakaian untuk memakai baju.


"Jaemin!" Jaemin mendengar suara Areun memanggilnya dari luar ruang pakaian. Jaemin keluar dari sana dan hanya mendapati ruangan yang kosong.


Dia pun terduduk di ujung bawah tempat tidur.


"Bagaimana di kantor hari ini?" Suara Areun yang perhatian terdengar dari belakangnya. Jaemin menoleh dan melihat bayangan saat mereka bersandar bersama ditempat tidur terlintas dalam pikiran Jaemin.


"Melelahkan, seperti biasa." Jawab Jaemin dalam bayangan itu membawa Areun kedalam pelukannya.


"Kenapa aku memikirkanmu?" Tanya Jaemin. "Kemarahanku bahkan tidak bisa menghapus dirimu dalam ingatanku." Pikirnya merebahkan badannya diatas tempat tidur.


Esok paginya, Jaemin sedang mengenakan dasi sendiri sampai suara musik dari luar menggema. Musik yang dia kenali sebagai lagu yang sering didengar Areun belakangan ini.


"Areun!" Gumamnya keluar dari kamar.


MV lagu favorite (vampire) oleh Nct 127 terputar di televisi besar ruang santai dimana Nura dan Nara sedang menontonnya. Jaemin berbalik melihat ke dalam kamarnya dari depan pintu.


"Sayang sini deh!" Panggil Areun yang sedang duduk ditepi tempat tidur mendengarkan lagu menggunakan earphone.


"Apa?" Tanya Jaemin mendekatinya, duduk disebelah Areun.


"Aku suka lagu ini, apa judul lagu ini?" Tanya Areun memakaikan satu earphone nya ke telinga Jaemin.


"Favorite vampire, Nct 127." Jaemin membaca layar Ipod touch.


"Wah...Nct. enakkan lagunya." Kata Areun.


"Iya," Mereka saling menempelkan kening samping mereka menikmati lagunya.


"Tahu kenapa aku menyukai lagu ini? Selain musiknya, aku senang menggambarkan ini adalah dirimu," Jelas Areun memandang Jaemin. "You're my favorite" Bisik Areun menyayikan satu bait dari lagu itu dihadapan Jaemin.


"Aku bukan girl." Jawab Jaemin mendekatkan bibirnya ke bibir Areun. Mereka saling mendekat dan bercumbu mesra.


"Permisi!" Panggilan seseorang dari pintu utama membuyarkan lamunan Jaemin. Seorang asisten rumah tangga menghampirinya.


"Iya dari tadi saya memencet bel tapi tidak ada yang keluar." Kata pria itu sambil tersenyum.


"Leeteuk." Jaemin mendekati tamu yang ternyata adalah Leeteuk. Asisten rumah tangga pergi.


"Tuan Jaemin!"


"Panggil Jaemin saja. Mari, masuk!" Seru Jaemin mempersilahkan.


"Oh, tidak perlu. Saya terburu-buru ada syuting. Saya hanya ingin bertemu Nona Areun."


"Wah sayang sekali. Saya ke sini ingin memberikan album bertanda tangan Yesung ini. Saya sudah janji akan memberikannya kepada Nona Areun sebagai hadiah pernikahan." Ujar Leeteuk memperlihatkan album terbaru mereka.d



Dengan cover album versi Yesung, Leeteuk dan Donghae dipaling depan.



"Sudah ada tanda tangannya juga." Katanya lagi tersenyum lebar.


"Kalau boleh, bisa dititipkan ke saya saja." Kata Jaemin.


"Ya sudah kalau begitu." Leeteuk memberikan album itu kepada Jaemin. "Tolong sampaikan maaf saya untuk Nona Areun karena baru sempat memberikan album ini."


"Oh iya tidak apa-apa. Dia pasti mengerti anda orang yang sibuk."


"Kalau begitu, saya permisi dulu Tuan Jaemin."


"Mari silahkan."


"Apa itu?" Tanya Nara dan Nura berhamburan berlari mendekati Jaemin yang baru memasuki pintu.


"Album SUJU." Jawab Jaemin.


"Yang tadi benar Leeteuk Oppa?" Tanya Nura dan Nara berbarengan begitu antusias.


"Iya."


"Akh...coba tadi kita keluar, minta tanda tangan dan foto!" Seru mereka kecewa.


"Album itu untuk kami ya ka?" Pinta Nura.


"Ini punya Areun. Leeteuk memberikan ini sebagai hadiah pernikahan untuk Areun."


"Ka Areun kan sudah pergi, ka?" Nara sedikit menggumam ketika berbicara karena takut.


"Tetap tidak boleh." Jawab Jaemin ketus membawa album itu ke dalam kamar.


"Sepertinya dia masih memikirkan Areun." Kata bibi memperhatikan mereka dari jauh.


"Tidak akan lama. Lama-lama dia pun akan lupa." Jawab Ibu Jaemin yang berada disebelahnya.


"Kita harus melanjutkan rencana menikahkan Jaemin dengan Tae Ri, ka." Usul Bibi.


"Itu pasti. Kita harus mengukuhkan posisi perusahaan terkuat dengan hubungan besan ini."


......****......