A Blinder

A Blinder
Curhat



Di rumah Kasi...


"Mereka keterlaluan. Kenapa kamu memilih untuk tetap disana?" Kasi memarahi Areun untuk kasus di pub. Jay menceritakan segalanya kepada Kasi.


"Ya mau bagaimana lagi, sekarang aku menantu disana. Istri Jaemin. Meski Jaemin tidak menganggap aku sebagai istri sepenuhnya."


"Istri sepenuhnya itu bagaimana? Ada-ada saja kamu ini Areun." Kasi tertawa geli mendengarnya.


"Istri sesungguhnya. Istri yang mendapatkan hak dasarnya, nafkah lahir batin untuk seorang istri."


"Maksudmu, nafkah mana yang tidak dia tunaikan?"


"Dia mencukupi kebutuhan finansialku, perhatian tetapi dia belum menyentuhku secara intim."


"Kalian belum pernah begituan?" Tanya Kasi kaget. Areun mengangguk malu.


"Jangankan begituan, dia belum pernah memelukku mesra, apalagi menciumku." Areun menyentuh bibirnya.


"Ya ampun, dan kamu diam saja menerimanya?" Kasi sewot.


"Terus aku harus bagaimana? Menanyakan kepada dia? Meminta jatah kepadanya? Ya Tuhan...." Areun menutup wajahnya dengan telapak tangannya. "Itu memalukan."


"Kalian suami istri tidak ada yang memalukan untuk itu."


"Nanti dia berpikir aku kegatelan, mesum."


"Hahaha..." Kasi tertawa terbahak-bahak mendengar Areun mengatakan mesum. "Jangan terang-terang kamu menabraknya lalu menciuminya. Seorang istri harus bisa memikat suaminya dengan kode-kode." Mata kasi berkedip nakal.


"Kode-kode?" Areun mengernyit bingung.


"Ya ampun anak ini. Polos banget." Kasi menepuk jidatnya. "Begini loh Areun, mula-mula kamu siapkan suasana kamar yang romantis, lilin-lilin, bunga mawar merah, dan lagu romantis. Dan kamu pakai lingerie yang sexy. Heum, jago kalau dia tidak tergoda."


"Aku tidak mau yang seperti itu." Areun terdengar putus asa.


"Apa?" Kasi terkejut.


"Kalau seperti itu, orang tidak saling mencintaipun bisa tergoda. Aku ingin yang lebih dari itu. Aku ingin Dia melakukannya karena kesadaran dia sendiri. Karena dia mencintaiku." Areun mulai menangis.


"Intinya disini kamu ingin tahu apa dia mencintaimu atau tidak. Itu saja?"


"Kalau kamu menanyakannya langsung pun, dia ada kemungkinan berbohong." Gumam Kasi berpikir.


"Bibinya dia mengatakan, semua di rumah itu tahu rahasia kenapa Jaemin menikahiku. Tetapi tidak ada seorang pun yang boleh mengatakan yang sebenarnya kepada ku." Areun menyeka air matanya.


"Orang julid itu lagi. Sepertinya dia hanya sengaja mengganggu mu deh." Kata Kasi kesal.


"Apapun alasan dia, dia benar dan dia membangunkan aku dari mimpi indah yang semu."


"Apa rahasia itu karena sebenarnya Jaemin itu, hombre?"


"Apa?" Areun terkejut mendengar kemungkinan yang ada.


"Kalian satu kamar, tetapi dia tidak pernah menyentuhmu. Pasti karena rasa ser ser dia pada pria."


"Astaga?! Apa begitu?" Tanya Areun tidak percaya.


"Pria normal akan ada hasrat kepada wanita. Apalagi tidur satu ranjang."


"Aku harus bagaimana Kasi?" Areun mulai ketakutan.


"Mereka sengaja menutupi ini, karena sesungguhnya pernikahan ini hanya untuk menutupi kelainan pada ahli waris utama itu. Kamu benar-benar dimanfaatkan."


"Apa tidak ada kemungkinan lain?"


"Pasti ada. Kita harus mencari tahu sekarang kebenarannya."


"Caranya?"


"Aku juga belum tahu. Nanti aku pikirkan dulu."


"Hufh!"


"Sekarang kamu cukup awasi dia. Setelah aku tahu caranya aku akan menghubungimu."


"Baiklah."


...***...