
Jaemin memegang album Suju memandanginya sambil berpikir, "Aku bisa menjadikan ini alasanku untuk bertemu Areun dan meminta maaf padanya."
Jaemin bergegas menuju apartement Kasi dengan menggunakan mobil. Sesampainya di sana.
"Apa Areun ada?" Tanya Jaemin saat Kasi membuka pintu.
"Areun tidak ada di sini." Jawab Kasi berpura-pura tidak tahu apa yang telah terjadi. "Memangnya Areun kemana?"
"Areun pergi dari rumah." Jawab Jaemin gugup.
"Apa?" Kasi terkejut. "Bagaimana bisa Areun pergi dari rumah?"
"Aku marah padanya dan aku mengusirnya."
"Keterlaluan kamu Jaemin! Suami macam apa kamu yang tega mengusir istrinya sendiri dari rumah."
"Maafkan aku Kasi. Aku memang keterlaluan. Areun ada di dalam kan?"
"Tidak ada."
"Jangan bohong Kasi. Aku yakin kamu menyembunyikan Areun."
"Untuk apa aku menyembunyikan Areun. Cari saja sendiri di dalam! Dia tidak ada." Jaemin mencari di dalam rumah melihat semua ruangan namun memang tidak ada Areun.
"Lihat! Lemarinya pun kosong. Karena Areun memang tidak ke sini.'
"Lalu kemana dia?" Jaemin terlihat putus asa. "Apa kamu tahu dia dimana."
"Aku tidak tahu Areun dimana sekarang."
"Dia pergi dari rumahku bersama Jay. Pasti Jay tahu dia ada dimana."
"Bila dia bersama Jay, berarti aku tidak perlu khawatir, Areun sudah bersama orang yang tepat."
"Aku ingin bertemu Areun, Kasi. Aku ingin minta maaf."
"Maafmu tidak berguna sekarang. Areun sudah pergi. Lupakan saja tentang dia."
"Tidak akan. Aku akan membawa dia kembali bersamaku." Ucap Jaemin berkaca-kaca dengan begitu yakin.
Jaemin pergi dari apartemen Kasi. Di dalam mobil yang disupiri Pak Hide.
"Cepat carikan alamat Jay. Minta ke perusahaan tempat Jay bekerja. Cepat!" Teriak Jaemin emosi.
Pesan masuk ke handphone Pak Hide yang terpasang di depan dashboard mobil.
"Sudah ada alamatnya tuan." Kata Pa Hide.
"Cepat kita ke sana!"
"Baik tuan."
Di apartemen Jay, Jaemin memencet bel berkali-kali dan tidak ada yang keluar. Hingga seorang petugas keamanan datang menghampirinya karena mendapat laporan dari tetangga Jay yang merasa terganggu.
"Iya, dia pasti di dalam kan?"
"Tidak ada tuan. Sudah dua atau tiga hari ini tuan Jay belum pulang ke sini."
"Benarkah? Kemana dia?"
"Saya tidak tahu tuan."
"Baiklah kalau begitu."
Di hotel..
"Apa kamu mau pulang?"
"Tidak, aku masih mau di sini. Kalau kamu mau pulang, kamu duluan saja. Kamu harus bekerja kan?"
"Aku sudah cuti. Kalau kamu masih mau di sini aku akan tetap menemanimu." Handphone Jay bergetar, dia melihat nama penelepon di layar handphone Iphone nya.
"Dari kantor, aku angkat telepon dulu, ya?" Kata Jay berbohong pergi keluar dari kamar hotel.
"Halo, Kak Kasi?" Jay berbisik menoleh ke pintu kamar hotel. "Dia ke rumah? Kamu jawab apa?...Enak saja, dia sudah mengusir Areun dan mau membawa Areun kembali... Iya, Areun belum mau pulang. Baiklah. Sampai nanti." Jay berbalik dan begitu terkejutnya dia melihat Areun sudah berada di belakangnya.
"Areun?" Jay gugup dan panik.
"Apa ada urusan penting?" Tanya Areun.
"Sepertinya dia tidak mendengar pembicaraanku." Pikir Jay.
"Kita main di pantai yuk!" Ajak Jay merangkul Areun. Dengan pasrah Areun mengikuti permintaan Jay.
Di pantai Jay mengajak Areun bermain pasir dan air. Jay berhasil membuat Areun melupakan masalahnya. Areun bisa tersenyum bahkan tertawa ketika bermain air bersama Jay. Jay pun mengajak Areun bermain jet ski.
Areun yang ketakutan duduk dibelakang memeluk Jay dari belakang begitu erat.
"Sudah selesai!" Kata Jay menoleh melihat Areun masih menutup matanya kuat-kuat dan tidak melepaskan pelukannya. Areun membuka matanya, melihat wajah Jay yang menyamping begitu dekat dengan wajahnya.
"Kamu jahat! Aku ketakutan tahu!" Seru Areun marah turun dari jet ski naik ke atas speedboat.
"Itu menyenangkan Areun. Memacu adrenalin."
"Memacu jantungku hampir copot." Jawab Areun ketus dibalas tawa oleh Jay.
Mereka kembali ke pantai dan menuju hotel untuk makan malam. Di depan hotel banyak pria berjas rapih menggunakan single earphone hitam ditelinga mereka. Jay mulai merasa curiga.
"Apa itu pengawal Jaemin?" Pikirnya.
"Areun, aku akan mengajakmu ke resto di luar kawasan pantai ini. Makanannya enak-enak." Kata Jay menggandeng tangan Areun.
"Kamu pikir bisa bersembunyi dari aku?" Tiba-tiba suara Jaemin menghentikan langkah Jay dan Areun. Mereka menoleh bersamaan.