
Melihat sang kekasih tersungkur dilantai membuat Jack dengan cepat mendekati sang kekasih yang tengah meringis menahan sakit yang terasa di betis dan pinggang nya akibat jatuh dan tertimpa badan Yuna yang mendarat mulus diatas tubuh nya.
"Sayang, sini aku bantu."
Jack menghampiri dan membantu Anna yang masih tersungkur dilantai untuk bangun setelah Yuna bergeser pelan dari atas tubuh belakang sahabat nya itu.
"Ann.. Maaf ya, aku gak sengaja." Ucap Yuna pelan dengan serak dan mata yang berkaca-kaca.
Anna yang dibantu Jack untuk bangun memandang sahabat nya yang sekarang masih duduk dilantai dengan bahu bergetar pelan menandakan bahwa diri nya yang sedang menangis, entah karena merasa bersalah atau sedang menahan sakit seperti yang Anna rasakan sekarang.
Vina perlahan mendekat kearah kedua sahabat nya itu, kemudian duduk disebelah Yuna yang nampak menangis, diusap nya lembut punggung sahabatnya itu. Merasa ada yang mendekat pada nya Yuna mendongakkan kepala nya untuk melihat siapa yang duduk disebelahnya, ketika tau itu adalah Vina tangis Yuna pun makin menjadi dan langsung memeluk vina seraya mengadu kalo tangan kiri nya sakit akibat jatuh tadi.
Anna dituntun Jack untuk duduk disofa yang ada diruang tersebut, sedang Vina masih mencoba menenangkan Yuna yang masih menangis dengan posisi masih duduk dilantai. Luke masih memperhatikan mereka dan dengan perlahan berjalan mendekati sofa yang diduduki Anna dan Jack sekarang, jujur saja diri nya pun khwartir dengan adik sepupu nya itu terlebih diri nya juga menyaksikan adegan jatuh kedua nya tadi.
"Apa perlu dipanggilkan dokter?" Tanya Luke kepada Anna yang nampak meringis menahan sakit di pinggang juga betis nya yang kini sedang dipijat lembut oleh Jack.
"Maaf Ann.. Aku benar-benar tak sengaja." Cicit Yuna yang sekarang duduk disebelah Anna setelah dibantu oleh Vina untuk bangun dari lantai.
Luke bergeser mendekati Vina yang sekarang sedang berdiri disisi sofa setelah membantu Yuna duduk, Vina nampak terkejut melihat Luke ada disana sekarang.
''Lho koq kakak ada disini?" Tanya Vina saat sadar Luke berada disebelah nya.
"Maaf den, non.. Ada yang bisa dibantu?"
Tanya Jojo yang baru saja datang dari belakang dan penasaran dengan apa yang sedang terjadi saat melihat mereka yang berkumpul dengan wajah yang cemas seraya memperhatikan Anna yang meringis kesakitan sedang Yuna yang duduk disebelahnya masih terisak.
"Jo, tolong bawakan kompres hangat dan juga air minum ya." Perintah Jack saat melihat Jojo yang datang dari arah dapur.
"Baik den." Sigap Jojo yang langsung berlari kebelakang untuk mengambil apa yang diperintahkan Jack.
"Aku panggilkan dokter ya!" Putus Luke seraya mengeluarkan telepon pintar nya dari saku jaket nya.
Jack dan Vina kompak mengangguk mendengar apa yang dikatakan oleh Luke.
Tak lama, mbak Jum dan juga Jojo datang membawa kompres hangat juga air minum dingin seperti perintah sang tuan muda. Jack dan Vina lagi-lagi kompak mengambil kompres yang dibawa, meski tak diminta diambil 2 kompres oleh Jack namun Jojo nampak nya peka kalau yang membutuhkan tidak hanya 1 orang. Terbukti kini tuan muda dan nona muda nya kompak mengambil kompres tersebut dan mulai membantu Anna dan juga Yuna yang meringis saat dikompres pada bagian tubuh nya yang sakit.
Jack pun meminta kedua nya untuk minum air dingin yang dibawa oleh mbak Jum, yang berguna untuk menenangkan syok mereka setelah jatuh tadi pikir Jack. Nampak Anna meminum habis dalam beberapa teguk air dingin hingga gelas tersebut telah kosong, sedangkan Yuna masih memegang gelas nya dan terbengong melihat Anna yang sepertinya sedang kehausan itu.
"Minum lah Yun, kenapa melihat ku begitu hah?" Tanya Anna galak saat menyadari tatapan Yuna.
"Galak.." Sahut Yuna spontan.
Anna mendelik menatap Yuna dengan galak, Yuna yang ditatap seperti itu spontan meminum air dalam gelas nya. Saat Yuna sedang meminum air dari dalam gelas nya, Edo datang arah belakang dengan penampilan yang sudah segar karena diri nya tak hanya mengganti baju saja namun juga membersihkan diri nya dengan menumpang mandi dikamar mandi yang area belakang.
Edo berjalan mendekati Luke, yang berdiri tak jauh dari tempat Yuna duduk. Luke mengamati Edo yang nampak datang dengan penampilan yang klimis dan baju yang berbeda membuat nya menaikan alis nya bingung dengan perubahan penampilan asisten nya itu.
"Oh ini tadi ada insiden sedikit." Jawab Edo cuek.
"Insiden?" Tanya Luke bingung.
Yuna yang sedang berusaha meminum air nya seperti yang Anna tadi lakukan, tertegun mendengar ada suara yang sepertinya tak asing ditelinga nya. Diri nya mendongakkan kepala nya kearah suara yang iya dengar dan
Byuuuurrrrr........
Yuna menyemburkan air yang tadi diminum nya namun belum sempat iya telan dan tepat saat iya melihat bahwa orang sedang bicara dengan Luke dan berada tepat disebelah nya adalah pria yang tadi membuat ketakutan sehingga tak berani keluar dari dalam toilet. Semburan air yang keluar dari mulut Yuna tepat mengenai tubuh Edo pada bagian dibawah perut atau lebih tepat nya pada bagian burung Pipit yang bersembunyi dibalik celana yang iya kenakan.
Posisi Edo yang berdiri menyamping saat berbicara dengan Luke tepat bersebalahan dengan ujung sofa dimana Yuna duduk, dan saat Yuna mendongakkan kepala nya untuk melihat siapa yang berbicara disebelah nya diri nya bergeser menghadap kearah Edo hingga posisi nya tepat pada posisi tembak eh sembur eh iya itu lah hehehe..
Semua orang yang ada diruang tersebut terdiam melihat apa yang baru saja terjadi, dengan refleks Luke menutup mata Vina yang berdiri disampingnya dengan kedua tangan nya saat menyadari tatapan Vina yang mengarah pada tubuh Edo yang basah yang mana kini dalam keadaan basah nampak tercetak jelas sesuatu yang menonjol dibalik celana joger yang dikenakan Edo saat ini.
Iya Edo sekarang sedang mengenakan pakaian yang biasa iya kenakan saat diri nya selesai melakukan aktivitas nge-gym yaitu celana joger dan kaos biasa, Edo menatap Yuna dengan tajam dan rahang yang nampak mengeras. Edo menghembuskan nafas nya berat tanda diri nya sedang menahan rasa kesal nya, Yuna yang tersadar dengan perbuatan nya dengan refleks panik hingga gelas yang ada digenggaman nya terlepas dan jatuh kelantai pecah membuat yang lain pun tersadar setelah ikut bengong dengan pemandangan dihadapan mereka.
Vina yang ditutup mata nya oleh Luke berusaha menurun kan tangan Luke, diri nya penasaran apa yang terjadi karena mendengar suara gelas yang pecah. Sedangkan Anna tertawa terbahak-bahak, puas rasanya melihat kekonyolan yang terjadi dihadapan nya hingga diri nya lupa akan rasa sakit yang tadi membuat nya meringis. Jack pun sama seperti Anna pun ikut tertawa namun diri nya berusaha menyembunyikan tawa nya karena diri nya melihat wajah Edo yang sedang menahan kesal dan marah.
Sedang Yuna panik segera mengambil tissue dari kotak nya yang berada dipangkuan nya, tadi saat diri nya menangis kotak tissue tersebut telah beralih dari tadi nya berada atas meja kepangkuan nya. Diambil nya beberapa lembar tissue tersebut dan mengelap bagian celana Edo yang basah dengan maksud membantu mengeringkan nya, namun Edo segera menangkap tangan Yuna yang telah menyentuh area terlarang tersebut.
Edo meremas pergelangan tangan Yuna dengan kesal nya, Yuna menjerit terkejut saat diri nya menyentuh bagian celana Edo yang basah dan tiba-tiba Edo menangkap dan meremas pergelangan tangan nya. Yuna ketakutan saat melihat wajah Edo yang memerah serta nampak jelas rahang nya yang mengeras, belum lagi remasan genggam Edo yang semakin kuat membuat Yuna tak berani bersuara dan tertunduk.
Sedang Anna semakin tertawa kencang dan Jack sudah tak dapat menahan tawa nya lagi, mendengar suara tawa Jack dan Anna semakin membuat Vina penasaran dan berusaha menurunkan tangan Luke yang menutup mata nya. Luke tetap tak mengijinkan Vina melihat kekonyolan sahabat nya apa lagi sekarang bagian yang basah pada celana Edo semakin menampakan tonjolan nya setelah disentuh Yuna tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih untuk dukungan nya 💜 Borahe 💜