"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"

"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"
15. Bertemu masa lalu..



Luke baru saja bangun dari tidur nya, setelah diperiksa oleh dokter Dita tadi diri nya diberi beberapa vitamin dan juga obat penenang dengan tujuannya agar diri nya dapat beristirahat dengan cukup, karena dikhawatirkan akan berpengaruh pada emosi yang tidak stabil dan bisa jadi memicu untuk trauma nya kambuh kembali bila diri nya kurang beristirahat dengan benar.


Luke hanya memandangi langit-langit kamar nya tanpa bergerak, diri nya mengingat-ingat kembali kejadian-kejadian yang dia alami pagi ini. Dimulai dari diri nya yang terbangun di mobil dan bertemu dengan gadis kecil yang mengemaskan juga cerewet, lalu kejadian dimana dia bisa mencuri beberapa ciuman dari Vina. Luke tersenyum bahagia mengingat semua kejadian yang begitu cepat dia alami pagi ini, Luke mengingat kembali janji yang dia ucapkan sewaktu diri nya masih kecil dimana kala itu diri nya harus melepaskan gendongan nya pada gadis kecil gembul nan imut yang memeluk nya erat disertai dengan tangisan nya agar tak melepaskan nya dari gendongan Luke.


Luke berjanji akan mengendong nya lagi suatu hari nanti, senyuman Luke semakin lebar kala diri nya mengingat bahwa diri nya tak hanya menepati janji nya untuk mengendong nya lagi tapi juga bisa mencuri kecupan dibibir gadis kecil gembul nan imut yang kini telah menjelma menjadi gadis imut yang mungil tak lupa lengkap dengan tingkah nya yang mampu buat Luke geleng-geleng dan tertawa mengingat nya.


"Maaf bila dulu harus melepas mu, kali ini aku tak akan melepas mu lagi. Aku akan berjuang untuk bisa mendapatkan mu untuk dapat menjalani kehidupan sampai kita menua bersama." Ucap Luke lirih dengan mata tertutup dan beberapa bulir air mata yang mengalir.


Sedangkan ditempat lain ayah David sedang berada disalah satu cafe setelah tadi ada pertemuan dengan beberapa rekan bisnis nya, diri nya duduk sedang menikmati jus sembari berbalas pesan dengan sang istri yang meminta nya untuk menunggu nya disana karena mamah Laura sekarang dalam perjalanan ke cafe tersebut yang letak nya tak jauh dari kantor mamah Laura.


"Permisi, apa kau David?" Tanya seorang wanita berumur kepada ayah David.


Ayah david yang tadi nya sedang sibuk membalas pesan sang istri menghentikan aktifitas nya dan memandang lekat pada wanita berumur yang berdiri dihadapan nya, dari luar cafe yang dibatasi kaca tampak lah mamah Laura yang berjalan masuk kedalam cafe dan mendekati meja yang ditempati ayah David dan seorang wanita berumur berdiri dihadapan suami nya namun membelakangi nya yang baru saja masuk kedalam cafe tersebut.


"Apa kau sudah lupa siapa diri ku?" Tanya wanita berumur itu dengan nada yang sinis.


Ayah david hanya diam dengan raut wajah yang sulit digambarkan, tangan nya mengepal erat yang disembunyikan nya dibawah meja.


"Sayang..." Panggil mamah Laura pelan kala diri nya mendekati meja sang suami.


Mendengar suara mamah Laura, ayah David berdiri dari duduk nya dan menghampiri sang istri dengan tujuan ingin membawa sang istri keluar dari cafe tersebut dan menghindari pertemuan mamah Laura dengan wanita berumur tersebut. Namun ayah David kalah cepat dengan wanita berumur tersebut yang sudah terlebih dahulu membalikan badan sehingga kini berhadapan dengan sang istri.


Mamah Laura bisa melihat dengan jelas setelah wanita tersebut membalikan tubuh nya menghadap mamah Laura, yang mana membuat nya terkejut dan terdiam melihat siapa yang kini ada dihadapan nya. Ditengah keterkejutan nya melihat orang yang selama ini sangat membenci diri nya, satu tamparan mendarat mulus di pipi mamah Laura. Ayah david yang melihat hal tersebut segera memeluk istri nya yang masih terdiam, namun wanita berumur itu nampak seperti tak puas dan kembali ingin melayangkan tamparan nya ke ayah David yang melindungi wajah istri nya dalam dekapan nya.


"Sudah, sudah....!! Sampai kapan tante mau seperti ini?" Geram ayah David.


"Sampai kalian merasakan apa yang ku rasa!!! Kalian sama busuk nya dengan perempuan gila itu, dan kau haahhhh..... Bukan kah kau sahabat perempuan gila itu?!!!!!" Wanita itu bicara pelan dan lirih namun tersirat amarah dari nada suaranya sambil menunjuk kepada mamah Laura yang kini masih berada di pelukan sang suami.


"Tante.. Itu sudah lama berlalu, biar kan mereka tenang sekarang. Bukan hanya tante yang menderita, saya pun merasa kan kehilangan tant!" Ucap mamah Laura menahan tangisannya.


"Astaga... Ibu, mas David, mbak Laura. Ini ada apa mah?" Tanya seorang wanita yang baru saja turun dari lantai 2 cafe tersebut.


"Sandra, sebaiknya kau bawa tante pergi dari sini, cepat." Perintah ayah David.


Wanita yang dipanggil Sandra tersebut pun langsung mengangguk dan dengan sigap membopong wanita berumur itu yang sekarang nampak lemah setelah dengan gagahnya tadi bisa melayang kan tamparan ke pipi mamah Laura.


"Ayok Bu kita pulang. Maaf kan ibu ya mas, mbak." Ucap Sandra penuh sesal sambil berlalu menjauh menuju pintu keluar dari cafe tersebut.


"Sayang, apa kau tidak apa-apa?" Tanya ayah David khawatir.


Mamah Laura hanya menganggukkan kepala nya lemah, terlihat wajah sebab dan pipi yang merah bekas tamparan yang mamah Laura terima tadi.


"Sayang.. Aku tak mau anak-anak sampai tau hal ini." Ucap mamah Laura lirih masih dengan derai air mata mengalir di pipi nya.


"Baik, kita tak usah pulang ke rumah hari ini, setidak nya sampai bekas tamparan nya menghilang. Kita menginap di hotel saja ya?" Tawar ayah David kepada sang istri, yang dijawab dengan anggukan.


Beruntung nya saat kejadian tadi cafe tersebut sedang dalam keadaan sepi dikarenakan cafe tersebut baru saja dibooking untuk satu acara dilantai atas dan acara tersebut telah selesai sebelum jam booking nya selesai jadi lah cafe tersebut sepi dan ayah David juga pelanggan pertama diperbolehkan masuk karena pemilik cafe tersebut adalah salah satu rekan kerja yang tadi ayah David temui dan menawarkan untuk bersantai di cafe nya sembari menunggu sang istri yang kebetulan letak kantor nya tak jauh dari cafe tersebut.


Merasa sudah cukup tenang, ayah David membawa mamah Laura keluar dari cafe tersebut dan menuju salah satu hotel dipusat kota, setiba nya di hotel tersebut sepasang suami istri itu pun langsung masuk menuju lift yang akan membawa mereka kelantai teratas gedung tersebut dimana disana terdapat hanya 1 kamar yang khusus disediakan untuk keluarga Tirtayasa. Kamar dengan fasilitas lengkap bahkan semua kebutuhan suami istri itu pun telah tersedia disana, iya hotel tersebut adalah salah satu properti yang dimiliki oleh keluarga Tirtayasa selain rumah pribadi yang mereka tinggali bersama anak-anak nya selama ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih untuk dukungan nya 💜borahe💜