
Luke paham kalau Jack pasti sedang menantikan tanggapan nya mengenai keinginan nya melamar adik sepupu nya itu, namun yang ada dikepala Luke sekarang adalah bagaimana reaksi dari nenek dan Sandra yang tidak lain adalah ibu sambung nya Anna nanti saat mengetahui keinginan Jack melamar Anna.
Luke tentu sangat senang dengan niat Jack untuk melamar Anna, apalagi diri nya sangat tau bagaimana perjalanan hubungan kedua nya selama ini dan bagaimana besar nya rasa cinta Jack terhadap Anna begitu pun sebalik nya.
Namun diri nya pun tau bagaimana sifat nenek dan Sandra, apalagi setelah mendengar cerita Anna kemarin saat Sandra menemui nya ditoko dan berakhir dengan Yuna yang memberi tanda mata kepada Sandra.
Jack terus mengamati Luke yang sepertinya sedang melamun, diri nya mengira Luke tidak memperhatikan apa yang iya sampai kan dari tadi. Dan Jack merasa kesal oleh sikap Luke yang nampak berkelana dengan pikiran nya yang entah kemana.
"Permisi, maaf den"
Mbak Jum masuk kedalam ruang tersebut dengan membawa minuman dan juga beberapa cemilan yang tertata rapi diatas nampan yang iya bawa.
"Iya mbak, silahkan." Jack mempersilahkan mbak Jum untuk menyajikan apa yang telah iya bawa.
"Silahkan den, saya permisi."
Mbak Jum pun pamit keluar dari ruangan tersebut namun mbak Jum menyempatkan untuk mencuri pandang pada Luke yang nampaknya sedang melamun.
"Isstt... Kapan lagi bisa lihat artis top dari dekat, astaga gak menyangka hihihi.." Mbak Jum cekikikan sendiri sambil berjalan menuju dapur.
"Mbak Jum kenapa?" Sapa Vina yang baru saja masuk dari pintu teras.
Prang...!!!
"Astaga non.." Mbak Jum yang terkejut melemparkan nampan yang iya bawa ke sembarang arah.
Vina berlari menjauh dari nampan yang mbak Jum lempar, nampak mbak Jum juga melompat setelah kembali terkejut akibat suara nampan yang nyari saat jatuh.
"Iya, non. Mbak gak kenapa-kenapa koq, cuma kaget." Sahut mbak Jum sambil mengamati nampan nya takutnya ada bagian yang pecah atau retak akibat ulah nya tadi.
"Syukur dech kalau mbak gak kenapa-kenapa, maafin Vina ya mbak." Ucap Vina yang ikut memperhatikan nampan seperti mbak Jum.
"Ada apa sayang?" Tanya ayah David yang datang dari arah belakang Vina.
"Tuan" Hormat mbak Jum.
"Ayah, ini tadi Vina ngagetin mbak Jum." Jawab Vina.
"Saya permisi dulu non, tuan." Mbak Jum kembali menuju kebelakang.
Vian dan ayah David mengangguk.
"Ayah dari mana?" Tanya Vina yang sudah bergelayut manja ditangan sang ayah.
"Dari kamar sayang, mamah mu sedang kurang enak badan jadi ayah menemani mamah di kamar." Terang ayah David.
Tadi setelah mengakhiri sambungan telpon nya dengan sang kakak, mamah Laura langsung merasa pusing dan tak enak badan diakibatkan kabar yang disampai kepadanya oleh sang kakak yang tidak lain adalah orang tua dari Lia.
Mamah Laura diberitahu bahwa kini Lia telah menikah dengan Adrian yang tidak lain adalah orang yang meminta dijodohkan dengan putri nya dulu, dan tidak lain merupakan putra dari sahabat baik nya.
Tak hanya mendengar kabar pernikahan Lia dan Adrian yang nota bene adalah orang yang pernah mematahkan hati sang putri yang membuat mamah Laura terkejut, namun juga kabar kehamilan Lia pun tak kalah membuat mamah Laura terkejut hingga membuat nya pusing dan tak enak badan. Sang kakak ipar juga sempat bercerita bahwa Lia kabur dari kediaman orang tua nya juga setelah sang ayah marah besar setelah mengetahui siapa ayah dari janin yang kini tengah tumbuh dirahim sang putri, dan setelah kepergian sang putri sang ayah yang juga kakak dari mamah Laura sempat dirawat dirumah sakit akibat darah tinggi yang melonjak.
Kembali keayah David dan Vin yang kini ada diteras samping bersama Anna dan Yuna juga,