"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"

"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"
12. Drama jatuh yang gak estetik.



Didalam kamar, Anna yang baru keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk menutupi tubuh polosnya dibuat bingung dengan Vina yang seperti nya melamun dengan memegang bibir nya duduk ditepi ranjang kemudian merebahkan tubuh nya dan berguling-guling ke kiri dan kanan seperti anak kecil yang merajuk bila tak dituruti keinginan nya.


"Ini anak kenapa ya?" Gumam Anna yang bingung dengan kelakuan sang sahabat nya itu sambil memakai baju nya yang sudah dia siapkan diujung ranjang.


Diluar terdengar bel berbunyi tanda kalau ada tamu didepan pintu unit tersebut, Edo yang baru saja selesai membersihkan kekacauan pecah kaca dari gelas yang jatuh tadi + bulu kemoceng yang berhamburan ulah Vina dan Luke tadi pun bergegas untuk membuka kan pintu untuk tamu yang seperti nya tak sabaran terbukti dengan memencet bel berkali-kali.


"Astaga kenapa tidak sabaran sech!!" Omel Edo sambil memeriksa siapa kah tamu yang tak sabaran tersebut dari layar kecil didekat pintu.


Yuna yang sudah tidak sabaran itu pun berulah dengan memencet bel berulang-ulang dengan maksud agar Anna atau Vina segera membukakan nya pintu tapi yang membukanya pintu unit itu sekarang adalah seorang pria yang bertubuh atletis, tinggi dan manis, Yuna sejenak terpesona dengan pemandangan didepan mata nya.


"Apa kau mencari Anna?" Tanya Edo kepada Yuna yang terdiam dihadapan nya.


"Hahh... Ah iya aku mencari Anna." Jawab Yuna tergagap dengan mata yang masih menatap Edo.


"Masuk lah, Anna seperti nya ada didalam kamar nya itu." Edo menunjukkan letak kamar Anna kepada Yuna dengan telunjuk nya.


"Ohh iya, baik lah." Ucap Yuna yang masih berdiri didepan pintu.


Edo yang sudah melangkah kembali kedalam dibuat berbalik karena Yuna yang masih berdiri didepan pintu tak bergerak.


"Heii... Apa kau hanya mau berdiri disana atau masuk?" Tanya Edo yang bingung melihat Yuna yang hanya berdiri saja didepan pintu.


Yuna pun masuk tapi mata nya masih saja memperhatikan Edo yang kini telah duduk dimeja makan kembali membuka berkas-berkas yang dia bawa sambil memakan buah yang dibawa nya tadi. Merasa diperhatikan oleh Yuna, Edo pun melirik kearah Yuna dan mengerutkan dahi nya melihat tingkah Yuna yang aneh untuk nya.


Yuna yang tadi nya masih memperhatikan Edo dengan berjalan pelan itu pun mempercepat langkah nya kaki nya masuk kedalam kamar Anna setelah melihat Luke keluar dari kamar nya dilantai dua. Yuna yang masuk kedalam kamar Anna tiba-tiba saja menjerit dan melompat naik keatas kempat tidur Anna, dimana Vina pun ada disana sedang membungkus diri nya dengan selimut seperti kepompong. Anna yang sedang duduk memakai rangkaian skincare nya didepan kaca meja rias pun dibuat terkejut hingga botol skincare yang dipegang nya pun jatuh dan pecah, yang mana membuat nya kesal setengah mati dengan sahabat nya itu.


"Bisa ga sech kalian itu kaya orang normal hah?!!!" Anna berkata dengan menggertak gigi nya sambil menahan kesal.


"Ann.. Kamu kenapa gak pernah bilang kalau ada cowok ganteng disini? Astaga cakep banget ihh... Seksi ahhh!!! Yuna tak menghiraukan Anna yang nampak kesal dengan diri nya, Yuna masih saja histeris sendiri sambil senyum-senyum tak jelas mengingat Edo yang membukakan pintu untuk nya tadi.


Vina sendiri masih betah membungkus tubuh nya dengan selimut pun mengeluarkan kepala nya saja dan memandang kearah Anna yang seperti nya sebentar lagi akan meledak, kemudian menoleh kearah Yuna yang seperti nya sedang kesambet jin gatal setelah melihat cowok yang dia bilang ganteng.


"Yun... Memang nya kamu lihat cowok ganteng dimana sech?" Tanya Vina yang penasaran.


"Itu tadi yang bukain pintu, sumpah badan nya astaga ihhh...." Jawab Yuna dengan membayangkan tubuh Edo yang atletis dengan dada bidang nya.


Mendengarkan perkataan Yuna, Vina yang masih berbungkus kan selimut pun berusaha untuk bangun untuk duduk tapi yang ada malah diri nya terguling dan berakhir secara dramatis setengah badan menggantung ditepian ranjang, untung nya separo selimut yang dia gunakan untuk membungkus dirinya tadi diduduki oleh Yuna yang mana hal tersebut menahan tubuh Vina jatuh langsung kelantai.


Yuna dan Anna yang melihat kepala Vina dan separo badan nya menggantung ditepi ranjang pun seketika berteriak heboh karena mengira Vina akan jatuh dengan posisi kepala nya mendarat lebih dahulu kelantai.


"Viinaaaaaa...... Astaga ya Tuhan, kamu gak kenapa-kenapa kan?" Anna seketika berdiri dan berlari kearah Vina yang sedang berusaha bangun dari posisi nya.


"Vin, sini-sini aku bantu." Yuna pun menarik tangan Vina agar bisa duduk dari posisi menggantung nya.


Setiba nya mereka didepan kamar Anna tanpa aba-aba kedua nya langsung masuk saja yang mana membuat para gadis yang ada dikamar tersebut terkejut dan Yuna yang tadi memegang tangan Vina pun melepas kan tangan nya karena kaget dengan masuk nya kedua laki-laki tersebut yang mana membuat Vina yang masih belum seimbang benar-benar jatuh kali ini terjerembab ketepian ranjang. Untung nya kali ini selimut yang tadi dipakainya untuk membungkus badan nya itu sudah terlebih dahulu jatuh dilantai sehingga Vina tidak langsung bertemu dengan lantai yang terbalut karpet tebal dikamar itu.


Melihat Vina yang terjatuh dari tepi ranjang membuat Luke langsung mendekat dan memeluk tubuh mungil tersebut kemudian menggendong nya kembali seperti koala dan membawa nya keluar dari kamar tersebut menuju keruang tengah, ketiga orang yang ada kamar itu pun terdiam dan saling pandang olah bertanya satu sama lain 'ada apa ya?'. Melihat Vina yang digendong oleh Luke keruang tengah Edo pun ikut mengekor kedua nya juga keruang tengah, Luke perlahan membaringkan Vina diatas sofa yang ada disana.


Yuna dan Anna pun ikut keluar dari kamar menuju ruang tengah dimana disana Vina tengah terbaring meringkuk, dan Luke sedang menelpon dokter untuk segera datang ke unit apartemen sekarang. Yuna dan Anna yang melihat dan mendengar kalau Luke sedang menelpon dokter dibuat panik dan khwartir ada apa dengan sahabat nya itu yang setelah kejadian jatuh nya yang tidak estetik tadi. kedua nya pun mendekati Vina dengan muka panik dan kwartir nya, tak lupa rasa bersalah juga karena Vina sampai jatuh lagi dengan posisi yang gak banget lah...


Tampak tubuh mungil itu bergetar walau pelan dan samar terdengar suara isak dan tangisan pelan, yang mana membuat keempat orang yang sedang memperhatikan nya panik bukan kepalang. Dalam masing-masing kepala keempat orang tersebut pasti lah Vina sekarang sedang kesakitan yang luar biasa akibat jatuh tadi, Yuna dengan segera mendekati sahabat nya itu dan mengelus rambut nya pelan berusaha menenangkan sang sahabat yang kesakitan. Sedangkan Anna dengan segera kembali kekamar untuk mengambil handphone nya untuk bisa menghubungi dan mengabarkan Jack tentang keadaan Vina sekarang, diri nya pasrah bila nanti nya sang kekasih akan marah pada nya.


Sedangkan Edo sendiri merasa kasihan melihat tubuh mungil itu seperti nya meringkuk kesakitan namun diri nya hanya memperhatikan saja dari salah satu sofa dimana diri nya mendudukkan diri sambil memperhatikan mereka yang terlihat panik terutama Luke yang sekarang sedang berusaha membuat Vina nyaman dengan mengelus punggung nya dengan lembut berharap bisa mengurangi rasa sakit nya.


Tak lama terdengar suara bel yang menandakan ada tamu, Luke memberi kode kepada Edo untuk membukakan pintu, yang langsung dikerjakan oleh Edo. Tampak lah seorang dokter perempuan cantik berserta asisten nya masuk dan Edo mempersilahkan menuju ruang tengah apartemen tersebut dimana mereka berkumpul mengelilingi sofa dimana Vina masih terbaring sambil meringkuk dan tak lupa masih dengan tangisan nya juga, Yuna pun berdiri dan bergeser dari posisi nya demi memberi ruang kepada dokter cantik tersebut untuk dapat memeriksa Vina. Awal nya dokter cantik yang bernama Dita itu bingung ketika masuk keruang tersebut, terlihat Luke dalam keadaan baik-baik saja dan tak lupa Anna maupun Edo juga dalam keadaan sehat-sehat saja tak ada yang perlu diperiksa sampai Luke menyuruh untuk diri nya datang secepatnya nya, sampai lah mata nya menangkap ada 2 orang gadis yang tak iya kenal dimana salah satu nya sedang berbaring dengan posisi meringkuk dan yang lebih membuat nya heran kenapa Luke mengusap punggung nya dengan lembut dan perhatian. Ini pertama kali nya diri nya melihat Luke bertingkah lembut selain dengan Anna, Dita pun mendekati Vina setelah Yuna bergeser dari posisi nya tadi yang duduk di karpet dengan posisi menghadap Vina.


Merasa dokter yang mendekat dan akan memeriksa diri nya Vina semakin meringkuk seperti udang, dokter Dita meminta Vina untuk terlentang namun Vina tak menanggapi nya ditambah kini suara tangisannya nya terdengar jelas. Luke yang mendengar suara tangisan tersebut pun kini mendekati Vina dan berbisik ditelinga Vina, entah apa yang dia bisikan tapi dari posisi Luke dan Vina sekarang seperti Luke sedang mencium pucuk kepala Vina dimata 5 pasang mata yang ada disana. Dokter Dita pun merasa terkejut melihat apa yang Luke lalukan terhadap gadis mungil yang tengah meringkuk tersebut, dokter Dita dibuat penasaran siapa gadis itu karena posisi Vina sekarang rambut nya terurai dan menutupi wajah nya.


Tak lama setelah Luke berbisik ditelinga Vina, Vina pun bergeser tapi bukan untuk diperiksa oleh dokter yang telah menunggu nya melainkan masuk kedalam pelukan Luke dan meminta Luke membawa nya kembali kekamar dengan menyembunyikan wajah nya di dada Luke. Luke pun menggendong Vina kembali seperti koala, tangan mungilnya memeluk erat leher Luke dan kedua kaki nya pun melingkar sempurna di badan Luke tak lupa wajah nya yang dia sembunyikan di dada bidang nya Luke.


Lagi-lagi dokter Dita dibuat melongo melihat gadis tersebut dengan entengnya meminta digendong oleh Luke, yang dokter Dita tau selama ini Luke hanya berinteraksi dengan wanita-wanita disekitarnya sebatas profesional kerja dan profesi orang tersebut saja. Dan gadis satu-satunya paling dekat dengan Luke hanya lah Anna, namun kini siapa sebenarnya gadis yang berada di gendongan Luke itu kenapa dia bisa begitu intim dengan Luke.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih untuk dukungan nya 💜borahe💜