"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"

"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"
2. Korban sepatu 1



Setiap hari nya Vina bekerja di toko bunga yang dia kelola bersama sang sahabat Yuna, usaha toko bunga ini sendiri sudah mereka rintis selama 1 tahun terakhir. Toko bunga sudah lumayan punya nama dan pelanggan tetap, hal tersebut salah satu nya didukung letak toko nya berada diarea komplek pertokoan yang cukup terkenal karena banyak toko-toko diarea tersebut menjual dari barang-barang branded sampai barang-barang yang kekinian nan ramah dikantong. Tak hanya itu diarea tersebut pun terdapat beberapa cafe dan restoran yang menjadikan tempat tersebut selalu ramai.


Setelah menempuh 30 menit perjalanan dari rumah menuju toko dengan mengendarai simerah, Vina pun tiba ditempat nya biasa memarkirkan simerah diarea belakang bangunan toko nya yang memang dikhususkan untuk tempat parkir pemilik toko dan para kerja disana.


“Selamat pagi semua.....” Teriak Vina menyapa para pekerja yang ada di toko tersebut, rutinitas yang selalu Vina lakukan setiap pagi kala diri nya baru datang.


“Selamat pagi dan selamat datang boss!” Jawab para karyawan nya serentak karena sudah tau siapa yang akan berteriak tiap pagi.


“Vin, kaya nya kita perlu menyediakan asuransi THT buat mereka bertiga sama buat aku juga.” Yuna bicara dengan menatap sinis Vina.


“Loo... Emang kenapa sampai seperlu itu ya?” Vina bertanya dengan tampang polos nya.


“Kamu emang gak sadar apa?! Tiap pagi itu harus apa teriak-teriak kaya Tarzan lagi konser?!! Yuna dalam mode emak-emak ngomel hehehe


“Mana ada Tarzan bisa konser Yun? Iisttt... Aku kan hanya menyapa loo!!” Jawab Vina dengan muka yang memelas.


“Dasar ratu drama!!!!”


“Hehehe... Love you besti” Vina mencubit gemas pipi Yuna kemudian berlalu menuju meja kerja nya untuk mengecek apa saja pesanan yang harus dikerjakan untuk hari ini.


Ketiga pegawai disana sudah tidak heran dengan perdebatan dan tingkah absud kedua boss nya yang tak jarang menjadi hiburan tersendiri untuk mereka. Kemudian mereka disibukan dengan aktifitas nya masing-masing, dimeja kasir Yuna sedang mengecek stok ketersedian bunga yang mereka miliki dan juga orderan yang masuk melalui online. Sedangkan Vina dibantu dengan salah satu pegawai nya sedang merangkai beberapa buket bunga yang merupakan orderan untuk hari ini dan akan dikirimkan sebelum jam makan siang.


“Vin, orderan untuk siang ini jangan lupa ya!!!” Suara Yuna tiba-tiba menggelegar.


“Iya-iya ini lagi on proses boss.” Jawab Vina yang tak kalah nyaring.


Astaga ini toko bunga apa rumah Tarzan ya?!


3 jam kemudian......


“Yun, yang lain pada kemana koq sepi?”


“Lagi keluar..” Jawab Yuna yang masih fokus dengan layar tablet nya.


“Loo mereka keluar semua? Koq barengan sech?!!” Vina masih bingung karena hanya diri nya dan yuna saja di toko sedangkan para pegawai nya keluar entah kemana.


“Hmm.. Coba dicek dech sekarang jam berapa?!” Perhatian Yuna pun teralihkan dari layar tablet nya kemudian menatap wajah sahabat nya yang menurut nya sedang dalam mode menyebalkan..


“Haah.. Emang sekarang jam berapa dan apa hubungan nya?” Vina pun mendongak menatap jam diding besar yang tergantung estetik diatas meja kasir yang sekarang yuna tempati. Vina pun hanya nyengir kuda setelah menatap jam, Yuna yang gemas ingin rasa nya menimpuk sahabat nya itu tapi sayang nya Yuna sayang dengan sahabat nya yang imut ini.


“Bilang dong kalau udah jam makan siang.” Protes meluncur dari bibir Vina.


Yuna hanya menatap sahabat nya malas dan menghembuskan napas kasar demi mengurangi rasa kesal yang tiba-tiba saja menghinggapi nya disebabkan oleh protes dari bibir sahabat nya. Yuna berdiri dari duduk nya dan mematikan tablet nya kemudian meletak nya di laci lalu meraih kunci toko kemudian menggandeng tangan sahabat nya sedikit menyeret nya untuk keluar toko. Vina yang digandeng hendak protes lagi saat tiba-tiba sahabat nya menyeret nya tapi diurungkan saat melihat muka sahabat nya yang sedang dalam mode galak. Vina memilih diam dan pasrah saja saat diseret Yuna untuk berjalan menuju restoran yang berjarak tidak terlalu jauh dari toko mereka, setelah Yuna mengunci toko nya.


Setelah menghabiskan makan siang nya, mereka pun bergandengan tangan keluar dari restoran dan berjalan kembali ke toko mereka. Dimana didepan toko nya sudah ada yang menunggu.


“Yun, seperti ada orang dech, siapa ya?”


“Ohh itu sepupu ku..”


Vina hanya mengangguk-angguk saja mendengarkan Yuna bicara.


“Kebetulan hari ini akan datang kiriman yang lumayan banyak jadi aku minta tolong dia buat gantiin Sara ngirimin orderan yang ada, kebetulan dia mau pinjam mobil ku gitu” Yuna menjelaskan sambil mereka berjalan kembali ke toko.


“Trus bayar jasa kurir nya gimana yun?” Tanya Vina kepada Yuna.


“Hahahaha.... Itu sech gampang.” Jawab Yuna enteng.


“Yapp.. Ya hitung-hitung berhemat untuk biaya kurir hehehe.”


Obrolan mereka terhenti karena sudah sampai didepan toko mereka, Yuna pun bergegas membuka toko setelah menyapa sepupu nya dan menyerahkan kunci mobil nya kepada sepupu nya. Tak lama ketiga pegawai nya pun datang karena memang jam makan siang juga sudah berakhir, Yuna meminta Sara dan


juga salah satu pegawai nya yang lain untuk membantu memindahkan buket-buket bunga yang akan dikirimkan ke pemesan buket-buket bunga tersebut. Vina dan Yuna baru selesai menyusun buket-buket bunga yang akan dikirim ke dalam mobil yang akan digunakan oleh sepupu nya dan juga merangkap sebagai kurir gratisan hehehe.. Setelah dikira cukup aman untuk buket-buket bunga tersebut mereka pun akan kembali ke toko, pada saat mereka membalikan badan hendak kembali ke toko tiba-tiba ada seseorang berdiri dihadapan mereka yang mana membuat kedua nya terkejut dan secara reflek memukuli orang tersebut. Merasakan sakit yang datang bertubi-tubi orang tersebut berteriak dan berusaha untuk lari tapi naas Vina sudah lebih dahulu melayangkan sebelah sepatu nya ke kepala orang tersebut, yang mana jeritan kesakitan semakin nyaring dan mengundang para pegawai toko mereka berhamburan keluar menuju sumber suara yang mereka dengar. Mereka melongo melihat kedua boss nya yang sedang melakukan penganiayaan terhadap


seorang pemuda ganteng yang sekarang sudah babak belur, setelah suara jeritan nya yang nyaring membuat Yuna pun tersadar siapa yang sedang pukuli.


“Yaaaaaiiiiii.... Astaga, kamu gpp?” Yuna mendekati korban nya.


“Astaga... Duh maka nya jangan ngagetin gitu dong. Duuhh... Sayang sepatu ku.” ucap Vina santai sambil mengambil kembali sepatu nya yang tadi sempat melayang ke kepala sang korban, kemudian berlalu masuk kembali kedalam toko dengan satu kaki nyeker.


“Sara tolong ambil kan kotak P3K dong!” perintah Yuna kepada satu pegawai nya yang masih disana menyaksikan apa yang terjadi.


“Iya boss, saya ambil dulu.” Sara langsung berlari masuk kedalam toko mengambil kotak P3K yang dimaksud.


Kedua teman nya pun ikut masuk juga kedalam toko dan kembali dengan pekerjaan masing-masing dan Vina sendiri sudah dibalik meja kerja nya disudut ruang di toko tersebut dimana biasa nya dia akan menghabiskan waku nya untuk merangkai bunga-bunga sesuai pesanan yang masuk atau juga terkadang belajar merangkai bunga menjadi buket-buket yang indah atau  yang lucu lalu mengajarkan nya kepada para pegawai juga.


Sara kembali dengan membawa kotak P3K dan menyerahkan nya ke Yuna, setelah nya Sara pun masuk kembali kedalam toko.


"Maka nya jangan suka ngagetin gitu, tiba-tiba aja muncul gitu udah kaya hantu aja." Yuna yang ngobatin luka-luka sepupunya yang mana disebabkan oleh nya dan Vina.


"Issttt... Pelan-pelan dong, perih tau. Dasar kalian aja yang langsung main hajar, gak lihat-lihat dulu siapa!!" Protes sepupu nya sambil menahan perih.


"Ya sudah, tunggu sebentar ya" Yuna meninggal kan sepupunya masuk kedalam toko dan tak lama Yuna pun kembali dengan daftar list alamat para pelanggan yang harus diantarkan pesanan nya.


"Ini daftar list dari para pemesan dan alamatnya juga, nanti kamu tinggal cocokan aja no. yang ada di setiap buket dengan daftar yang ada." Perintah Yuna.


"Iya baik tapi gimana ni dengan luka-luka ku?" Tanya sang sepupu dengan muka yang masih menahan perih


"Oh iya ini juga, uang buat bensin nya. Kalau buat luka mu ya kamu obati saja sendiri. lagian salah mu juga muncul tiba-tiba kaya hantu aja." Setelah nya Yuna pun masuk kedalam toko meninggal kan sepupu nya yang dibuat melongo mendengar jawaban Yuna tadi.


"Issttt.. Dasar perempuan!!!" Omel sang sepupu sambil berjalan menuju mobil.


Kemudian dia pun masuk mobil dan berangkat mengantar kan buket-buket bunga tersebut.


.


.


.


Sepupu Yuna yang jadi korban sepatu Vina, malang nya nasib mu mas kurir hehehe...



.


.


.


Terima kasih untuk dukungan nya 💜borahe💜