"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"

"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"
21. Bertemu di klinik.



Tak lama setelah semua selesai sarapan, ayah David terlebih dahulu berangkat ke perusahaan dengan dijemput oleh mobil dan supir yang disediakan oleh perusahaan nya. Kemudian Jack juga berangkat kekantor seperti biasa diantar oleh mang Edi yang menjadi supir tuan muda nya, dan tak berselang lama setelahnya mamah Laura dan Vina juga berangkat menuju klinik dimana mamah Laura telah membuat janji dengan dokter yang tadi telah iya hubungi dan sekarang mereka telah tiba di klinik tersebut dengan diantar oleh Jojo sang supir.


"Nyonya apa mau turun di depan pintu lobby klinik?" Tanya sang supir yang melihat ada keramaian didepan lobby klinik tersebut.


"Ada apa ya itu Jo, koq ramai gitu? Kita keparkiran saja lah tidak apa-apa, nanti jalan sebentar lalu masuk lewat koridor samping kan bisa." Perintah mamah Laura dengan masih memperhatikan keramaian yang ada didepan lobby klinik tersebut.


Vina pun sama dengan mamah Laura yang memperhatikan ada nya keramaian yang menyita perhatian mereka.


Semenjak memasuki halaman klinik tersebut, terlihat ada nya keramaian orang-orang yang berkerumun didepan pintu lobby klinik tersebut.


"Apa mereka lagi demo ya mah? Atau mungkin ada kunjungan presiden kali mah?" Tebak Vina asal.


Mamah Laura yang mendengar tebakan putri nya hanya tersenyum.


"Non Vina ada-ada saja, masa iya presiden datang kita bisa nyelonong aja masuk parkiran non." Jawab Jojo sang supir.


"Ya kan, kali aja. Atau jangan-jangan demo minta diturunkan harga-harga yang ada." Lagi-lagi Vina menebak dengan asal.


Mamah Laura dan Jojo tertawa mendengar perkataan asal Vina.


"Apa yang diturunkan sech sayang, selang infus gitu ya atau tabung oksigen?" Ledek mamah Laura.


"Non ini kan klinik bukan pasar induk atau pangkalan gas hehehehe...." Jojo pun ikut menimpali perkataan nyonya nya.


"Ya siapa tau kan..." Vina juga ikut tertawa, menertawakan pertanyaan asal nya tadi juga ledekan mamah Laura dan Jojo kepada nya.


"Tapi, sepertinya yang berkerumun itu bukan nya wartawan ya?" Tanya Vina lagi yang masih setia memperhatikan kerumunan orang-orang didepan pintu lobby klinik tersebut.


Mobil yang mereka tumpangi telah sampai diarea parkiran, namun baik Vina dan sang mamah masih enggan keluar dari mobil karena kedua nya masih memperhatikan kerumunan didepan pintu lobby klinik tersebut, Jojo yang melihat kedua majikan nya seperti tidak sadar kalau mobil yang membawa mereka telah terparkir sempurna itu hanya diam saja dan ikut memperhatikan keramaian itu juga dari balik kaca mobil.


"Iya ya sayang, kamu benar juga. Seperti nya mereka memang para awak media, ada berita apa ya?" Jawab mamah Laura masih setia memperhatikan keramaian disana dari balik kaca jendela mobil.


"Seperti nya bukan ada berita apa nyonya, tapi ada siapa itu nyonya." Ujar Jojo.


"Mungkin ini ada orang penting atau mungkin artis yang lagi ada apa gitu atau juga yang lagi viral kali ya. Kan sekarang gitu sekarang, apa aja yang viral dan trend pasti diburu sama media buat rating dan apa lah." Celoteh Vina menimpali perkataan sang supir.


Dengan posisi mobil yang mengambil tempat parkir yang tak jauh dari depan lobby yang juga jadi tempat orang-orang yang berkerumun sekarang, memudahkan mereka bertiga untuk memperhatikan kejadian yang sedang berlangsung didepan mereka sekarang. Ketiga nya masih memperhatikan kegiatan keramaian yang ada didepan sana, jarak dari tempat mereka parkir dengan area pintu lobby klinik itu hanya sekitar 7 sampai 8 meter saja dengan pagar yang tidak tinggi sebagai pemisah area parkir membuat mereka bertiga dapat dengan jelas melihat keramaian tersebut hingga bunyi dari telpon pintar sang mamah berdering dan dilayar menampilkan wajah sang suami yang membuat mamah Laura tersadar dengan apa yang mereka bertiga lakukan.


"Halo sayang.." Mamah Laura terlebih dahulu menyapa setelah menggeser ikon hijau dilayar telpon pintar nya dan tampaklah ayah David diseberang sana yang sepertinya sedang berada didalam ruangan kerja nya.


"Bagaimana mah, apa kata dokter dan bagaimana dengan Ina sekarang? Sebentar, apa kalian didalam mobil? Apa pemeriksaan nya sudah selesai?" Tanya ayah David.


"Sayang, kalau bertanya satu-satu dong. Iya ini masih didalam mobil, sudah sampai klinik hanya belum turun." Jawab mamah Laura dengan senyum nya.


"Ada apa sayang, bukan kah kalian sudah janji temu dengan dokter nya?" Tanya ayah David yang bingung, kenapa istri dan sang anak gadis masih didalam mobil sampai sekarang.


"Hai ayah.." Vina ikut menyapa sang ayah diseberang sana dengan menyandarkan kepala nya dipundak sang mamah.


"Hai sayang, apa ada masalah yang membuat kalian masih didalam mobil?" Tanya ayah David khawatir.


"Hmm.. Gak ada apa-apa sayang, ini kita mau turun koq." Jawab Mamah Laura menenangkan sang suami.


"Baiklah, nanti setelah pemeriksaan tolong kabari ayah ya. Dan Ina sebaiknya istirahat dirumah saja ya sayang setelah selesai dari pemeriksaan, jangan cemberut dong."


Vina yang mendengar permintaan ayah David mengerucutkan bibir nya tanda protes atas permintaan sang ayah yang meminta nya untuk tak pergi ke toko dulu setelah pemeriksaan nya selesai nanti nya.


"Ya sudah kalian turun lah, sampai jumpa nanti ya sayang-sayang nya ayah."


"Iya sayang." Mamah Laura lalu menutup sambungan videonya dan memasukkan kembali telpon pintar nya kedalam tas yang ditentengnya.


"Ayo sayang kita turun." Ajak mamah Laura kepada sang anak gadis.


"Makasih ya Jo, ayo sayang." Ujar mamah Laura setelah keluar dari mobil disusul dengan sang anak gadis yang turun dari pintu mobil yang sama.


"Makasih ya Jojo." Ucap Vina seraya mengandeng tangan sang mamah dan berlalu dari parkiran menuju koridor samping klinik yang dekat dengan area parkir mobil mereka sekarang.


"Mamah janji nya jam berapa?" Tanya Vina kepada sang mamah setelah mereka masuk kedalam klinik melewati pintu samping klinik tersebut yang ada di koridor.


Kini mereka berada diruang yang bersebelahan dengan lobby yang diperuntukkan untuk ruang tunggu pasien di klinik tersebut.


"Hhmm.. Sebentar ya sayang, mamah telpon dokter Kim dulu." Mamah Laura merogoh tas nya untuk mengambil telpon pintar nya.


"Ibu Laura..?" Sapa seseorang dari arah belakang mereka.


Mendengar nama nya dipanggil, mamah Laura membalikkan badan nya mencari siapa gerangan yang memanggil nya.


"Dokter Kim. Waah.. Kebetulan sekali." Mamah Laura tersenyum kemudian berjabat tangan dengan dokter yang memanggil nya tadi.


"Iya, kebetulan saya baru saja selesai rapat dan melihat ibu Laura disini." Jelas dokter Kim.


"Ohh begitu ya dok, eh ada apa itu?" Mamah Laura dan juga beberapa orang yang sekarang ada diruangan itu dikejutkan dengan beberapa orang yang berlarian dan dihadang oleh beberapa petugas keamanan disana.


"Wah saya juga kurang tau ada apa itu." Jawab dokter Kim yang juga terkejut.


Dokter Kim lalu mendekati suster yang juga ada disana menyaksikan kejadian tadi, entah apa yang dibicarakan mereka terlihat dokter hanya mengangguk lalu kembali lagi kearah mamah Laura dan Vina sedari berada.


Vina sendiri sedari tadi hanya diam saja, duduk di kursi yang ada disediakan diruangan tersebut. Vina sendiri juga menyaksikan kejadian tadi, menurut nya mungkin saja tadi itu keluarga pasien yang sedang buru-buru tapi diri nya tak memperhatikan kalau setelah nya ada beberapa petugas keamanan yang menghadang orang-orang setelah nya seperti hendak mengejar orang yang tadi berlari masuk kedalam klinik tersebut.


"Mari ibu Laura, sebaiknya kita keruangan saya saja. Maaf yang mau diperiksa siapa ya?" Tanya dokter Kim seraya mereka berjalan menuju ruangan praktek dokter Kim.


Tadi pada saat mamah Laura membuat janji dengan dokter Kim, diri nya memang tidak menyebut bahwa hendak memeriksakan sang putri. Diri nya hanya berkata ingin memeriksakan leher dan pinggang yang sakit akibat jatuh, yang mana membuat dokter Kim mengira diri nya atau sang suami lah yang mengalami sakit tersebut. Oleh karena itu lah dokter Kim menanyakan kembali siapakah yang sakit, untuk memastikan.


"Oh iya dok, maafkan tadi saya tidak bilang ya hendak memeriksakan putri saya yang kemarin jatuh dan mengeluh sakit di bagian leher juga pinggang nya pagi ini dok." Jelas mamah Laura.


"Baiklah kalau seperti itu, mari kita keruangan saya." Dokter Kim mengajak mamah Laura dan juga Vina masuk kedalam ruangan praktek dokter Kim yang juga berada tak jauh dari tempat mereka bertemu tadi.


Pada saat menuju ruangan dokter Kim tak sengaja Vina beradu pandang dengan salah seorang pasien yang duduk di salah satu bangku yang ada disana, mungkin sedang menunggu dokter juga pikir Vina yang tak mau ambil pusing tapi kenapa rasa nya tatapan mata orang tersebut seperti familiar untuk Vina. Vina hendak kembali berbalik untuk melihat kearah laki-laki yang tadi beradu pandang dengan nya tapi belum sempat diri nya yang hendak berbalik untuk bisa melihat, mamah Laura terlebih dahulu menarik tangan nya untuk segera masuk keruangan praktek dokter Kim.



Setelah masuk kedalam ruangan praktek nya, dokter Kim meminta salah satu suster yang juga asisten nya untuk membantu memeriksa leher dan pinggang Vina, melihat apakah ada luka memar ditempat yang dikeluhkan terasa sakit oleh Vina.


Sedangkan diluar ruang praktek dokter Kim, Luke menatap tajam pintu ruangan itu seakan-akan tatapan mata Luke memiliki kekuatan untuk bisa melihat kedalam ruangan tersebut. Diri nya di buat penasaran kenapa gadis nya bisa berada disana, tadi pada saat diri nya berlari untuk menghindar dari kawan awak pengejar berita diri nya tak sengaja melihat Vina bersama mamah Laura diruang tunggu klinik tersebut. Diri nya yang seharusnya naik kelantai dimana dokter Dita kini telah menunggu nya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai kesepakatan mereka kemarin saat dokter Dita memeriksa nya, diri nya malah kembali keruang tunggu dimana dia melihat Vina dan mamah Laura tadi. Diri nya yang saat ini menggunakan topi dan masker bermaksud agar susah dikenali oleh orang-orang, lalu duduk disalah satu bangku disana disaat Vina tak sengaja menoleh dan beradu pandang dengan nya.



.


.


.


.


.


.


Terima kasih untuk dukungan nya 💜borahe💜