
Sebelum nya, aku yang penuh kekurangan ini meminta maaf sebesar-besar nya ππ sebelum nya telah ter up bab 32 tapi karena ada nya kesalahan teknis jadi yang ter up hanya sebagian saja dan yang sebagian lagi terpotong.
Dan ini adalah versi full bab 32 dengan sedikit refisi ya, enjoy ya guys β€
...****************...
Luke paham kalau Jack pasti sedang menantikan tanggapan nya mengenai keinginan nya melamar adik sepupu nya itu, namun yang ada dikepala Luke sekarang adalah bagaimana reaksi dari sang nenek dan juga Sandra yang tidak lain adalah ibu sambung dari Anna nanti saat mengetahui dan menanggapi niat dari Jack untuk melamar Anna.
Disisi lain Luke tentu sangat senang dengan niat Jack untuk melamar Anna, apalagi diri nya adalah salah satu orang yang tau bagaimana perjalanan lika-liku hubungan kedua nya selama ini dan bagaimana besar nya rasa cinta Jack terhadap Anna begitu pun sebalik nya.
Namun diri nya pun tau bagaimana sifat dari sang nenek, apalagi setelah mendengar cerita Anna kemarin saat Sandra menemui nya ditoko bunga dan mengutara kan keinginan nya dan sang nenek yang akan menetapkan perjodohan dengan orang pilihan mereka tanpa bertanya dulu kepada diri nya dan Anna yang setelah nya berakhir dengan Yuna yang memberi tanda mata kepada Sandra.
Jack terus mengamati Luke yang sepertinya sedang melamun, diri nya mengira Luke tidak memperhatikan apa yang iya sampai kan dari tadi. Dan Jack merasa kesal oleh sikap Luke yang nampak berkelana dengan pikiran nya sendiri entah kemana.
Sedangkan dibelakang kedua nya, di tempat nya duduk Edo memperhatikan kedua nya. Diri nya pun berpikiran hampir sama dengan apa yang Luke pikirkan saat ini, Edo membayangkan bagaimana reaksi Sandra saat mendengar lamaran Jack terhadap Anna.
Dalam bayangan Edo pastilah Sandra akan menanyakan latar belakang dan Jack berasal dari keluarga seperti apa, dan pasti nya dari sana Sandra akan mulai membandingkan nya dengan latar belakang dan keluarga orang akan dijodohkan dengan Anna nanti nya.
Apalagi Edo juga mendengar sendir cerita Anna tentang Sandra dan sang nenek yang akan menjodohkan nya, setau Edo sebenarnya harta bukanlah patokan untuk sang nenek dan Sandra karena mereka bukanlah tipekal keluarga yang memandang status seseorang dari harta. Namun ada hal lain yang membuat sang nenek ikut campur hingga mengatur bagaimana dan siapa yang akan menjadi jodoh Luke dan Anna, yang mana sepengatahuan Edo hanya mereka berdualah garis penerus keturunan yang sekarang masih lajang dan juga cucu kandung sang nenek.
Tok.. Took.. Tok...
"Permisi, maaf den"
Mbak Jum masuk kedalam ruang tersebut dengan membawa minuman dan juga beberapa cemilan yang tertata rapi diatas nampan yang iya bawa.
"Iya mbak, silahkan." Jack mempersilahkan mbak Jum untuk menyajikan apa yang telah iya bawa diatas meja.
"Silahkan den, saya permisi."
Mbak Jum pun pamit keluar dari ruangan tersebut namun mbak Jum menyempatkan untuk mencuri pandang pada Luke yang nampaknya sedang melamun.
"Isstt... Kapan lagi bisa lihat artis top dari dekat, astaga gak menyangka hihihi.." Mbak Jum cekikikan sendiri sambil berjalan menuju dapur.
"Mbak Jum kenapa?" Sapa Vina yang baru saja masuk dari pintu teras.
Prang...!!!
"Astaga non.." Mbak Jum yang terkejut melemparkan nampan yang iya bawa ke sembarang arah.
Vina berlari menjauh dari nampan yang mbak Jum lempar, nampak mbak Jum juga melompat setelah kembali terkejut akibat suara nampan yang nyari saat jatuh.
"Mbak, mbak Jum baik-baik aja kan? Maaf ya mbak udah ngagetin." Sesal Vina seraya berjalan mendekati mbak Jum yang nampak sedang memungut nampan yang tadi terlempar dilantai.
"Iya, non. Mbak gak kenapa-kenapa koq, cuma kaget." Sahut mbak Jum sambil mengamati nampan nya takutnya ada bagian yang pecah atau retak akibat ulah nya tadi.
"Syukur dech kalau mbak gak kenapa-kenapa, maafin Vina ya mbak." Ucap Vina yang ikut memperhatikan nampan seperti mbak Jum.
"Ada apa sayang?" Tanya ayah David yang datang dari arah belakang Vina.
"Tuan" Hormat mbak Jum.
"Ayah, ini tadi Vina ngagetin mbak Jum." Jawab Vina.
Vian dan ayah David mengangguk.
"Ayah dari mana?" Tanya Vina yang sudah bergelayut manja ditangan sang ayah.
"Dari kamar sayang, mamah mu sedang kurang enak badan jadi ayah menemani mamah di kamar." Terang ayah David.
Tadi setelah mengakhiri sambungan telpon nya dengan sang kakak, mamah Laura langsung merasa pusing dan tak enak badan diakibatkan kabar yang disampai kepadanya oleh sang kakak yang tidak lain adalah orang tua dari Lia.
Mamah Laura diberitahu bahwa kini Lia telah menikah dengan Adrian yang tidak lain adalah orang yang meminta dijodohkan dengan putri nya dulu, dan juga tidak lain merupakan putra dari sahabat baik nya.
Tak hanya mendengar kabar pernikahan Lia dan Adrian yang nota bene adalah orang yang pernah mematahkan hati sang putri yang membuat mamah Laura terkejut, namun juga kabar kehamilan Lia pun tak kalah membuat mamah Laura terkejut hingga membuat nya pusing hingga tak enak badan.
Sang kakak ipar juga sempat bercerita bahwa Lia kabur dari kediaman orang tua nya setelah sang ayah marah besar setelah mengetahui siapa ayah dari janin yang kini tengah tumbuh dirahim sang putri, dan setelah kepergian lia sang ayah yang juga kakak dari mamah Laura sempat dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari akibat tekanan darah nya yang melonjak naik.
Kembali keayah David dan Vina yang kini ada diteras samping bersama Anna dan Yuna juga.
"Yah, mamah mana?" Tanya Anna melihat ayah David yang datang bersama Vina.
"Mamah diatas, lagi istrahat. Kata ayah, mamah lagi pusing sama gak enak badan juga." Jawab Vina yang diangguki ayah David membenarkan seraya tersenyum.
"Mamah sakit ya, atau jangan-jangan Vina mau punya adek ya yah?" Tanya Anna seraya mengedip-gedipkan mata nya kearah Yuna, kode untuk membantu nya mengoda Vina.
Vina yang mendengar pertanyaan Anna menatap horor kearah sang ayah, ayah David yang merasa ditatap hanya tertawa melihat reaksi sang putri.
"Wahh Vin, kamu kenapa?" Tanya Yuna yang juga tertawa melihat reaksi Vina yang seperti habis melihat mbak Kunt lewat gendong siuyul.
Anna pun tak ketinggalan ikut tertawa melihat Vina yang seperti nya tak rela bila punya adik bila benar sang mamah sedang mengandung.
"Ina, sayang kamu kenapa?" Tanya ayah David setelah meredakan tawa nya.
Vina memanyunkan bibir nya dan memeluk sang ayah dengan manja nya, tak ayal melihat apa yang Vina lakukan membuat Anna dan Yuna tertawa puas dan terus menggoda nya. Ayah David pun tertawa melihat sikap anak gadis nya yang masih sama sejak masih kecil sampai diri nya telah beranjak dewasa yang akan menunjukan rasa cemburu nya bila digoda akan mempunyai adik.
Sebenar nya Vina senang mempunyai banyak saudara terlebih bila itu adalah saudara perempuan namun yang menjadi masalah untuk nya adalah tidak ada yang boleh menggantikan posisi nya sebagai anak bungsu dikeluarga mereka. Hayoo siapa yang sama seperti Vina?? Hehehe..
"Sudah sayang, mamah hanya tidak enak badan biasa. Mungkin mamah kecapean aja, biar mamah istirahat dulu." Ujar ayah menenangkan Vina seraya mengelus rambut sang putri yang sekarang sudah nemplok dibadan sang ayah, bagai cicak nempok dinding.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih untuk dukungan nya π Boraheπ