"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"

"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"
29. Broken Heart.



Jam yang berada didinding kamar luke sudah menunjukkan jam 2 dini hari, penerangan pada kamar tersebut pun kini terlihat remang-remang karena berasal dari sinar bulan dan bias cahaya lampu yang menyala di balkon masuk kedalam kamar dari jendela yang sengaja di buka. Luke sendiri masih terjaga, diri nya kini tengah duduk diatas lantai beralaskan karpet tebal didekat jendela besar yang terbuka.


Luke sedang mengingat pertemuan tak sengaja nya dengan seseorang tadi siang. Walau bukan pertemuan untuk pertama kali nya dengan orang tersebut, dan tak disengaja namun pertemuan nya tadi siang membuat nya harus kembali berhadapan dengan trauma nya yang kini tengah menyapa nya.


Tadi siang saat diri hendak meninggalkan klinik diarea parkiran, saat diri nya hendak masuk kedalam mobil tak sengaja pandangan mata nya bertemu dengan sorot mata seorang pemuda. Seorang pemuda dengan sorot mata elang nya menatap Luke lekat, jarak kedua nya tak lah terlalu jauh membuat Luke bisa dengan jelas mengenali wajah pemuda tersebut.


Wajah yang hampir mirip itu mengingatkan Luke kepada seseorang yang telah membuat diri nya hidup dengan rasa trauma hingga sekarang, tak lama Luke mulai merasakan tubuh nya bergetar diikuti sakit pada kepala belakang nya. Melihat Luke yang seperti menahan sakit pemuda tersebut kemudian berusaha mendekat, namun Luke segera masuk kedalam mobil dan meminta Edo untuk menjalankan mobil tersebut dan pergi dari sana.


Luke berbaring di karpet tebal tersebut, sakit di kepala bagian belakang nya makin berdenyut kencang. Luke merasakan setiap denyut rasa sakit yang datang dan pergi di kepala nya, diatas meja tak jauh dari tempat nya sekarang adalah tempat dimana obat-obatan yang biasa iya konsumsi untuk meringan kan sakit nya tersusun dengan rapi. Namun Luke memilih menikmati rasa sakit yang iya rasakan tanpa mau menelan obat untuk meringankan sakit nya dan lebih memilih berbaring di karpet.


Ditempat berbeda, didalam kamar dengan nuansa coklat nampak seorang pemuda tengah melepaskan lilitan tangan yang memeluk nya. Tak seperti wanita nya yang terlelap setelah menuntaskan hasrat mereka tadi, diri nya malah masih terjaga. Dengan sayang dikecup nya bibir mungil yang selalu bisa membuat nya bergairah namun tak jarang bibir mungil tersebut juga membuat nya merasa jengkel. Pemuda itu pun turun dari ranjang besar tersebut dan memungut handuk yang tadi terlempar begitu saja dilantai lalu berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh polos nya.


Lia yang tadinya telah tertidur dengan nyenyak mulai meraba-raba kasur besar itu dan merasa ada yang aneh, Lia membuka mata nya memastikan dimana sang kekasih yang tiba-tiba menghilang dari pelukan nya.


"Kemana dia, duh jam berapa sech ini?"


Lia bergeser ke tepi ranjang untuk melihat jam digital yang ada di nakas.


"Sayang, kau bangun?"


"Kau dari mana, koq tiba-tiba menghilang." Omel Lia saat melihat orang yang dicarinya.


"Kekamar mandi sayang, sudah jangan marah-marah dong. Sini bobok lagi." Bujuk sang kekasih yang kini telah naik keatas ranjang dan memeluk Lia.


Kedua nya kini saling berpelukan dengan tubuh yang sama-sama polos, awal nya Lia ingin melanjutkan tidur nya kembali tapi diri teringat akan pertemuan nya dengan mamah Laura tadi siang diklinik.


"Sayang.." Panggil Lia saat melihat sang kekasih mulai memejamkan mata nya.


"Hhmm.." Jawab sang kekasih.


"Tadi siang diklinik aku ketemu mamah dan mamah bilang dia menemani Ina ketemu dengan dokter Kim." Lia menatap wajah kekasih nya yang masih terpejam namun iya tau kekasih nya tidak lah sedang tidur.


"Sayang... Aku rasa sudah saat, aku tidak mau Ina.." Lia terdiam dan menarik nafas nya panjang seperti pasokan oksigen di paru-paru nya sedang menipis.


"Maaf.." Adrian memeluk Lia, tak seharusnya Lia yang merasa bersalah pikir nya.


"Maaf sayang, aku yang salah. Ini salah ku, tolong jangan merasa bersalah seperti ini." Adrian mencium kening Lia, menyalurkan rasa sayang nya.


"Aku akan menemui ayah David dan mamah Laura untuk menjelaskan semua, dan untuk Vina biar aku yang menyelesaikan nya. Aku yang salah, kau tak ada sangkut paut nya." Adrian mengelus lembut punggung polos kekasih nya.


"Semoga Ina tak membenci ku.." Tangis Lia pecah dipelukan sang kekasih.


Jack dan Vina sangat lah dekat dengan Adrian dan pada saat berulang tahun ke 15 tahun, Adrian meminta dijodohkan dengan Vina kepada sang mami karena menurut nya Vina adalah jodoh nya. Tentu saja pada saat itu para orang tua hanya menganggap itu hanya keinginan sesaat sang bocah.


Vina sendiri yang masih berusia 12 tahun pun masih belum mengerti, hingga pada saat Adrian berusia 17 tahun diri nya kembali meminta hal yang sama kepada sang mami, kali ini sang mami pun setuju dan langsung meminta Vina kepada orang tua nya. Ayah David dan mamah Laura bukan nya tak setuju akan perjodohan ini hanya saja mereka ragu apa kah sang putri juga mau untuk dijodohkan.


Tapi ternyata kali ini Vina menyetujui perihal perjodohan yang diminta oleh Ardian kali ini, dan mulai semenjak saat itu Vina dan Adrian pun terikat tali perjodohan. Vina yang masih polos merasakan jatuh cinta dengan semua perhatian dan kebaikan Adrian kepada nya, diri nya benar-benar diperlakukan Adrian layak nya seorang putri sehingga semakin besar lah rasa yang Vina rasakan untuk Adrian.


Hingga 2 tahun kemudian Vina merasa Adrian mulai berubah, Adrian tak lagi sehangat dulu kepada nya. Adrian beralasan karena diri nya sibuk kuliah dan tak punya banyak waktu untuk sekedar datang menemui Vina, Vina pun memaklumi alasan tersebut hingga saat yang paling menyakitkan untuk Vina pun terjadi pada saat ulang tahun nya ke 17 tahun dimana Adrian tak hadir disisi nya untuk melewatkan pergantian usia nya.


Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya Adrian lah orang pertama yang akan menemani nya melewati pergantian usia nya, tentu Vina sangat kecewa saat itu namun Vina coba untuk mengerti akan keadaan Adrian yang jauh di negara seberang.


Hingga diri nya mendapatkan kejutan keesokan hari setelah hari ulang tahun nya, diri nya melihat dan mendapati orang yang ditunggu nya ternyata sedang bercengkrama dan bercumbu mesra dengan seorang perempuan di apartemen Ardian. Vina memilih untuk diam saat itu, diri nya tak tau harus berbuat apa. Setelah nya hubungan kedua nya semakin dingin dan renggang, tak ada lagi kehangatan dan rasa sayang yang menggebu seperti dulu.


Adrian seperti menghilangkan dari kehidupan Vina, tak ada lagi Adrian yang selalu ada untuk Vina. Keluarga yang mulai merasakan ada yang tidak beres antara kedua nya pun menanyakan ada apa kepada kedua nya, disaat itu lah Adrian pun meminta untuk memutuskan hubungan perjodohan nya dengan Vina.


Vina pun menerima nya walau saat itu tak dipungkiri hati nya hancur dan mulai saat itu lah Vina tak berani lagi membuka hati nya. Vina berusaha terlihat baik-baik saja pada saat Adrian mengutarakan keinginan saat itu, diri nya pun mendoakan agar Adrian bisa hidup bahagia.


Keputusan Adrian tersebut ternyata menjadi pukulan untuk kedua keluarga itu, terutama mami Adrian yang begitu syok akan keputusan Adrian. Ayah David pun merasakan hal yang sama, diri nya tak tega melihat sang putri walaupun terlihat Vina bisa menerima keputusan Adrian namun ayah David tau hati sang putri pasti lah sedang hancur saat itu.


Dan dikarenakan hal tersebut pula lah hubungan kedua keluarga setelah nya merenggang, ditambah tak lama setelah nya sang mami Ardian pergi untuk selama-lama nya semakin membuat hubungan kedua keluarga besar itu pun semakin menjauh.


.


.


.


.



Adrian..


.


.


Terima kasih untuk dukungan nya 💜 Borahe 💜