"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"

"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"
9. Potong puzzle



Luke masih duduk diam didalam mobil sampai lewat tengah malam, sampai bunyi handphone nya berbunyi nyaring di kesunyian malam di sekeliling nya. Luke menghiraukan nya, dia tau siapa yang menghubungi nya dan dia tak berminat untuk menggubris panggilan yang datang kembali ke handphone nya, dia lebih memilih mematikan telpon pintar nya dengan tujuan tak ada yang menganggu atau bahkan melacak keberadaan nya sekarang.


Luke menyandarkan kepala nya ke sandaran kursi kemudi mobil nya, pikiran nya sekarang penuh dengan memori nya bersama sang ibu kala diri nya masih kecil, saat ini ingatan luke sedang memutar memori sang ibu yang adalah seorang ibu yang sangat cantik. Yang dia tau hanya sang ibu lah yang begitu menyayangi nya dengan kelembutan dan cinta yang besar untuk nya, pelukan hangat sang ibu lah adalah kekuatan terbesar untuk nya dikala diri nya jatuh dan terpuruk oleh bully yang dia terima saat masih kecil.


Luke masih betah menatap rumah itu dari balik kaca mobil nya, ada potongan ingatan yang terlintas kala dimana sang pengasuh bercerita saat sang ibu berjuang melahir kan nya ke dunia, diri nya terlahir dalam keadaan prematur karena harus dilahirkan pada usia kandungan sang ibu baru 7 bulan, dan sang ibu harus melewati operasi sendirian tanpa seorang suami yang mendampingi hanya ada sang art yang sudah dianggap layak nya saudara yang mendampingi dan merawat sang ibu dan juga si bayi yang masih merah mana kala harus dirawat dan menginap dirumah sakit tepat nya diruang NICU* selama 3 minggu lama nya.


Rumah itu adalah saksi dimana Luke bertumbuh dari bayi merah yang terlahir prematur hingga dia bisa tumbuh sehat dan kuat untuk berlari kencang bermain dihalaman rumah tersebut, didalam rumah itu lah Luke menghabiskan masa-masa indah dalam hidup nya bersama sang ibu.


Luke tersenyum dengan air mata yang masih setia mengalir, dia memejamkan mata berusaha menenangkan diri nya yang mulai bergetar. Luke membuang nafas nya kasar seolah-olah beban nya pun ikut terbuang, dia pun mendesah nyaris berteriak ingin melepaskan rasa berat yang terasa menghimpit dada nya.


Tapi disaat diri nya berusaha untuk tenang dan mengontrol emosi nya mulai yang tak stabil tiba-tiba sekelebat ingatan kenangan dimana Luke mendapat kan trauma nya ikut hadir dipikiran nya trauma mendalam akan sang ayah yang apabila pulang pasti akan ada pertengkaran dengan sang ibu dan membuat sang ibu yang dia kenal lemah lembut bisa berteriak histeris bahkan sampai mengamuk menghancurkan apa saja yang ada didekat nya, pernah suatu malam Luke yang tidak bisa tidur karena takut akan mimpi buruk lagi keluar dari kamar nya hendak pergi ke kamar sang ibunda untuk bisa tidur disana seperti biasa nya saat itu usia Luke baru tujuh tahun. Saat hendak membuka pintu kamar sang ibu, Luke mendengar lalu mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat kalau sang ibu dan sang ayah sedang bertengkar. Pada saat itu sang ayah menghempaskan tubuh sang ibu diatas ranjang kemudian menampar keras pipi sang ibu dimana terlihat ada darah disudut bibir sang ibu dan terdengar tangisan dari sang ibu setelah nya. Luke yang menyaksikan nya hal tersebut seketika gemetar dan takut, dia jatuh kelantai dengan posisi duduk sambil menutup mata nya kemudian pelan-pelan merangkak kembali ke kamar nya karena kaki nya terasa lemah untuk bisa berjalan. Itu adalah pertama luke menyaksikan kekerasan, setelah lah acap kali Luke harus melihat dan mendengar pertengkaran dan histeris nya teriakan yang menggema dari dalam kamar sang ibunda apabila sang ayah pulang ke rumah tersebut.


Lalu memori disaat Luke sudah berumur 10 tahun pun tiba-tiba ikut melintas diingatan Luke, dimana saat itu Luke tidak sengaja melihat tangan sang ibu berlumuran darah dengan pisau ditangan nya terduduk lemas dihadapan tubuh sang ayah yang tergeletak dihadapan nya diruang tamu rumah mereka. Sang ibu tersenyum menyadari Luke yang melihat kearah nya disana seolah-olah tak terjadi apa-apa, sang art yang juga merangkap sebagai pengasuh nya yang melihat Luke yang gemetaran dengan sigap menarik Luke dan membawa nya ke halaman belakang untuk ditenangkan dan bersembunyi. Tak lama Luke melihat dari kejauhan ada beberapa orang datang membawa sang ayah pergi dan juga ada seorang wanita yang berhadapan dengan sang ibu, sang wanita itu nampak berteriak histeris lalu menampar keras wajah sang ibu hingga sang ibu jatuh tersungkur dalam duduk nya.


Semua kenangan itu terekam samar-samar muncul dalam memori Luke saat ini seperti potongan puzzle yang berhamburan, banyak potongan-potongan ingatan yang tidak lengkap bermunculan dari ingatan akan kenangan yang indah bersama sang ibu sampai masa-masa dimana trauma nya dimulai tapi semua ingatan tersebut tidak datang secara utuh. Luke lagi-lagi meremas rambut nya dan membenturkan kepala belakang nya beberapa kali ke sandaran kursi kemudi mobil nya, hal tersebut dilakukan Luke untuk mengurangi rasa sakit di kepala nya akibat trauma yang kembali kambuh yang juga disertai dengan badan nya yang kali ini bergetar hebat, nafas yang mulai tersengal juga air mata yang tak berhenti mengalir sejak tadi yang mana membuat nya kehilangan kesadaran tak lama setelah nya.


Ditempat lain, Anna dibuat gelisah dan tampak frustasi dikarenakan Luke yang tidak dapat dihubungi. Setelah tadi iya dihubungi oleh beberapa orang kepercayaan nya yang iya tugaskan untuk selalu mengawasi dan mengikuti Luke kemana pun, mereka melaporkan kehilangan jejak Luke karena GPS dari telpon pintar dan mobil nya Luke telah di matikan. Mereka yang tadi mengikuti Luke dijalan pun tidak dapat mengejar laju mobil nya Luke yang diatas kecepatan rata-rata karena kalau ini mereka mengejar dengan kecepatan yang sama akan sangat membahayakan pengguna jalan yang lain dan mereka sendiri tentu nya.


"Hei... Ada apa, kenapa kamu seperti nya gelisah hah?" Jack menarik Anna masuk kedalam ke pelukan nya.


"Luke.. Dia tidak bisa dihubungi dari tadi, aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada nya." Anna menangis dalam pelukan Jack.⁹


Vina dan Yuna yang ada disana pun saling pandang, mereka tau Anna bukan lah tipe gadis yang mudah menangis seperti ini. Anna menangis sesenggukan di pelukan sang kekasih, Jack dan Yuna berusaha menenangkan Anna sedangkan Vina sendiri tidak mengerti kenapa hati nya terasa sedih dan sangat mengkuatirkan kan Luke yang sekarang entah bagaimana nasib nya.


Setelah Anna bisa ditenangkan, jack meminta sang adik dan juga yuna untuk kembali ke kamar sekaligus membawa anna untuk beristirahat setelah diri nya berjanji kepada sang kekasih besok pagi diri nya akan membantu mencari dimana keberadaan Luke. Jack tak mengerti kenapa Anna begitu ketakutan sampai menangis, Jack mencoba berpikir positif bisa saja Luke hanya sedang ingin sendiri tanpa ada yang menganggu dan tau dimana diri nya sekarang. Mungkin ingin sendiri menjauh dari bayang-bayang pekerjaan nya mungkin, yah Jack hanya mencoba berpikir positif saja.


Sedang kan didalam kamar orang tua mereka, kini ayah David sedang duduk diatas tempat tidur dengan badan nya disandarkan di headboard, mamah Laura yang tadi nya sudah tidur kembali membuka mata dan juga ikut duduk sambil memeluk suami nya tersebut.


"Ayah sedang memikirkan apa?" Tanya mamah Laura sambil memainkan jari-jari nya di dada sang suami.


Tak lama terdengar isak tangis sang istri yang lirih, ayah David memeluk sang istri dan diam tak berbicara lagi. Dia tau ada luka yang dalam karena rasa bersalah masih menganga lebar di hati sang istri hingga saat ini masih yang masih menghantui nya.


"Maafkan ayah sayang, ayah tidak bermaksud membuat mu sedih." Sesal ayah David dengan masih memeluk sang istri dan mengusap punggung istri nya lembut.


"Sudah-sudah ayo kita tidur, sudah tidak usah dipikirkan lagi. Itu sudah lama berlalu sayang, harapan kita mereka sudah tenang sekarang. Kita hanya bisa mendoakan mereka, semoga semua baik-baik saja dan yang harus kita perhatikan sekarang adalah kebahagian anak-anak kita." Hibur ayah David yang dibalas anggukan pelan oleh mamah Laura.


.


.


.


.


.


.


.


* NICU atau ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit adalah ruang perawatan intensif untuk bayi baru lahir yang mengalami gangguan kesehatan. Umum nya bayi dimasukkan keruangan NICU pada 24 jam pertama setelah lahiran, namun tidak menutup kemungkinan bayi akan dirawat lebih lama. Beberapa kondisi bayi yang masuk ruangan NICU adalah bayi dengan gangguan pernafasan, bayi yang terlahir prematur, memiliki riwayat penyakit kuning dan masih banyak lagi.


.


Terima kasih untuk dukungan nya 💜borahe💜