
Ayah David kini telah kembali kekamar untuk menemani sang istri yang nampaknya masih terlelap setelah tadi meminum obat pereda sakit kepala, dengan perlahan ayah David naik keatas ranjang dan berbaring disamping sang istri. Merasa ada pergerakan disamping nya membuat mamah Laura perlahan membuka mata nya yang disambut senyuman manis sang suami.
"Sayang.. Apa aku menganggu tidur mu?" Tanya ayah David dengan lembut.
"Tidak sayang, sudah berapa lama aku tidur?" Mamah Laura menjawab dengan pelan dan serak lalu memeluk ayah David untuk mencari posisi ternyaman nya kemudian kembali memejamkan mata nya.
Ayah David tak menjawab pertanyaan sang istri, dengan lembut iya pun memeluk sang istri yang kini kembali menyelam ke dunia mimpi dengan posisi ternyaman nya berada dalam pelukan hangat sang suami.
Sementara dibawah, kini Luke dan Jack sedang berdiskusi tentang kejutan seperti apa yang akan diberikan nantinya untuk Anna di perayaan ulang tahun nya yang tinggal beberapa hari lagi dan juga akan jadi hari dimana Jack berencana melamar sang kekasih.
Edo yang dari hanya memperhatikan kedua pemuda yang duduk didepan nya berdiskusi rencana-rencana mereka itu sedang merasa akan tanda-tanda panggilan alam yang tidak mungkin untuk ditahan lagi, dengan sedikit tergesa Edo pun keluar dari ruangan tersebut setelah bertanya dimana letak toilet yang bisa iya pakai untuk menuntaskan panggilan alam nya.
Setelah keluar dari ruangan tersebut, Edo berjalan cepat sesuai dengan arahan dari Jack tadi menuju toilet yang berada dibawah tangga yang memang diperuntukan untuk toilet tamu. Namun rupa nya tak hanya Edo yang sekarang nampak terburu-buru untuk masuk kedalam ruangan yang terletak tepat dibawah tangga tersebut karena tanpa Edo sadari dari arah berlawanan dari nya ada Yuna yang nampak sedang menuju ke tempat yang sama dengan diri nya sekarang.
Yuna yang datang dari arah teras samping dengan berlari kecil masuk kedalam toilet tanpa menoleh kiri dan kanan. Edo yang melihat dari jarak yang tidak begitu jauh hanya bisa memandang kesal, diri nya terpaksa menahan lebih lama sesuatu yang terasa sudah diujung tanduk. Edo berdiri didepan pintu toilet dengan posisi bersandar didinding tak lupa kaki yang terapit rapat sebagai pertahanan sesuatu yang sudah mendesak.
Satu menit berlalu, Edo menghitung lewat jam tangan nya nampak bertambah kesal karena Yuna masih belum juga keluar dari dalam toilet. Sebenarnya Edo bisa saja bertanya lagi kepada siapa saja yang iya temui diri rumah tersebut dimana lagi ada toilet namun hal tersebut urung iya lakukan dikarenakan takut malah tak bisa menahan lagi bila harus bergerak atau jalan lebih dari sepuluh langkah.
Tepat pada menit kedua, pintu toilet tersebut terbuka, saat Yuna membuka pintu diri nya terkejut karena melihat Edo yang menatap nya dengan tajam dengan raut muka yang tegang seperti sedang melihat hantu dalam pikiran Yuna. Karena terkejut Yuna yang tadi sudah membuka pintu toilet malah kembali menutup pintu toilet lagi dengan tujuan bersembunyi dari Edo yang menatap nya seperti melihat hantu.
"Astaga... Kenapa dia, apa dia habis ngelihat mbak Kunt lewat gendong yuyul ya? Ihhh... Koq jadi horor ya." Dumel Yuna didalam toilet, diri nya jadi merasa takut.
"Woiiii.... Kenapa malah masuk lagi?" Edo benar-benar kesal dengan tingkah Yuna yang tidak keluar dan kembali menutup pintu toilet.
Edo mengetuk pintu toilet tersebut beberapa kali awal nya Edo mengetuk pelan namun tak ada tanda-tanda Yuna akan keluar dari sana, Edo pun mengetuk nya dengan kekuatan penuh.
"Hei.. Mau sampai kapan kamu didalam?" Tanya Edo dengan kesal.
Mendengar ketukan yang semakin keras membuat Yuna semakin yakin kalau Edo memang ketempelan mbak Kunt yang lewat.
"Aduh gimana ni, aku harus ngapain ya biar dia pergi dari depan pintu."
Yuna yang ketakutan lalu mondar mandir di dalam toilet berpikir bagaimana cara nya supaya Edo pergi dari depan toilet.
Jojo yang baru saja datang dari pasar dengan tangan yang penuh dengan keranjang belanjaan mendengar ada keributan dari arah bawah tangga pun mendekat dan melihat Edo yang sedang mengetuk pintu toilet dengan keras dan muka yang kesal.
"Maaf mas, ada apa ya?" Tanya Jojo dari arah belakang Edo.
Edo yang terkejut pun menoleh kebelakang secara refleks namun hal yang ditakutkan Edo pun terjadi dimana ada aroma yang tak sedap tercium, Edo meringis dan tertunduk malu.
"Waduh maaf mas.." Jojo merasa tak enak karena sudah mengejutkan sang tamu dan mundur beberapa langkah karena mencium aroma tak sedap.
Edo hanya menghembuskan nafas nya pasrah, lalu bertanya apa kah ada toilet lain yang bisa iya gunakan. Jojo hanya mengangguk dan menunjuk toilet yang ada dibelakang didekat dapur, Edo pun mengekori Jojo menuju area belakang dan meminta tolong kepada Jojo untuk mengambil baju cadangan yang selalu iya bawa didalam tas yang biasa iya taruh didalam bagasi mobilnya.,
"Duh kalau benar dia ketempelan mbak Kunt gimana? Aku mesti ngapain.." Yuna bersandar dibalik pintu toilet dengan kaki yang mulai gemetar karena ketakutan nya.
Tak lama terdengar bunyi ketokan pintu toilet tersebut yang membuat Yuna bergeser menjauh dari pintu toilet tersebut hingga nyari jatuh terjengkang karena terkejut.
Tok.. Tokk...
"Yun, kamu masih didalam?"
Terdengar suara Anna yang mengetuk pintu toilet tersebut seraya memanggil Yuna, karena mendengar suara Anna diluar memanggil diri nya dengan langkah cepat Yuna pun membuka pintu toilet dan keluar dari sana dengan berlari langsung memeluk sahabat nya itu.
Anna yang tadi mengetuk pintu toilet dan memanggil Yuna namun tak dapat jawaban berpikir kalau Yuna tak ada didalam toilet tersebut pun berbalik badan untuk meninggalkan toilet tersebut namum baru tiga langkah diri nya dikagetkan dengan Yuna yang tiba-tiba keluar dari dalam toilet dan berlari memeluk diri nya dari arah belakang, dikarena kan posisi nya yang tak siap dan juga terkejut membuat kedua nya jatuh dilantai bersamaan.
"Aduuuhhhhh..."
"KHAAA..YYY"
"Yuuunnnaaaaaaaaa..."
Anna memekik kesal, karena diri nya harus merasakan sakit nya tersungkur dilantai yang dingin dan juga keras ditambah tertindih badan Yuna diatas nya. Yuna yang baru sadar telah menyebabkan sang sahabat jatuh tersungkur dilantai pun segera bergeser dari posisi nya yang berada diatas badan Anna.
"Ann kamu gak apa-apa kan?" Tanya Yuna panik.
"Menurut mu?" Jawab Anna melotot dengan wajah masam menatap Yuna yang cengengesan.
Kedua nya pun duduk dilantai sambil meringis menahan sakit. Jack dan Luke yang baru keluar dari ruangan tempat mereka mengobrol terlihat terkejut dan terbengong seketika melihat kejadian Yuna dan Anna tersungkur dilantai tadi, begitu juga dengan Vina yang juga menyaksikan adegan tadi dari depan pintu teras taman samping rumah. Mendengar teriakan Anna yang kesakitan, membuat Jack segera berlari mendekati sang kekasih.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih untuk dukungan nya 💜 Borahe 💜