"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"

"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"
30.



Adrian nampak masih menenangkan Lia yang terisak dalam pelukan nya, didalam hati nya rasa sesak menyeruak saat mengingat kesalahan nya dulu yang begitu bodoh untuk bisa lepas dari perjodohan yang iya sendiri inginkan saat itu.


Adrian sangat menyesali tindakan bodoh nya saat itu dan tak pernah menyangka kalau kini diri nya malah jatuh hati pada perempuan yang berkaitan erat dengan orang yang telah iya lukai dulu.


Diri nya bahkan kini tak berani membayangkan bagaimana reaksi Vina dan keluarganya saat dia kembali dihadapan mereka sekarang dengan status baru nya sebagai ayah dari janin yang ada di rahim sang kekasih yang tak lain adalah Lia. Jujur saja Adrian masih mengingat dengan jelas tatapan kecewa dari mamah Laura dan ayah David saat itu dan juga senyuman Vina saat menyetujui keputusan nya, hati nya bergemuruh dan bulir air mata nya pun menetes kala rasa sesal dan bersalah itu semakin besar menghimpit perasaannya.


......................


Keesokan pagi nya, Luke bangun dengan posisi diri nya yang tertidur di atas karpet tebal didekat jendela yang masih terbuka.


"Heiii.. Luke, apa kau pingsan?"


Anna terlihat sedang berjongkok, memanggil Luke yang terlihat seperti sedang pingsan. Pada awal nya suara nya terdengar pelan saat namun tak melihat ada respon dari Luke, Anna berteriak heboh tepat ditelinga Luke.


"Kebakaran tolong.... Yuhuuu.... Kebakaran!!" Teriaknya didekat telinga Luke.


Luke yang terganggu dengan teriakan Anna, dengan gerak cepat menarik gadis tersebut sehingga membuat nya tersungkur ke dalam pelukan Luke. Dengan cepat Luke memeluk adik sepupu nya itu dengan erat, Anna yang terkejut itu pun berteriak heboh meronta dalam pelukan sang kakak sepupu yang lebih tua 4 tahun dari nya.


"Lepasin gak.. Atau ku buat kau babak belur ni." Ancam Anna dengan serius.


"Oke.. Oke... Sana, galak!!" Dengus Luke melepaskan pelukannya terhadap sang adik.


"Isstt... Biarin, yang penting aku cantik." Anna berdiri dan mengibaskan rambut nya.


"Iya cantik... tapi cempreng hehehe." Ejek Luke seraya bangun dari tempat nya.


Anna yang mendengar ejekan Luke menatap nya dengan tajam, merasa ditatap seperti itu Luke merasa Anna akan segera menghajar nya bila diri nya tidak menyelamatkan diri dari amukan gadis yang menguasai beberapa ilmu bela diri itu.


Luke segera melarikan diri masuk kedalam kamar mandi, namun sayang Luke kurang cepat karena Anna terlebih dahulu sudah bisa mengejar nya dan begitu lah Luke mendapatkan merasakan dan tentu saja beserta cap tapak maut dari sang adik dipunggung belakang nya.


Poor for u Luke...


......................


Kini Anna dan Yuna tengah dalam perjalanan menuju rumah Vina, rencana nya mereka berdua akan menjenguk sang sahabat.


"Yun, kamu udah bilang belum sama Vina kalau kita mau ke rumah? Tanya Anna dibalik kemudi mobil Yuna yang iya setir.


"Sudah Ann, tadi malam aku udah bilang waktu telpon nanyain keadaan nya." Jawab Yuna seraya jemari nya berkutat pada layar tablet nya.


"Oke dech kalau gitu, beli kue dulu dicafe itu ya.." Anna segera membelokan setir nya memasuki area parkir cafe.


"Ehh.. Ngapain kita kesini Ann?" Tanya Yuna yang tak ditanggapi oleh Anna karena Anna sendiri sudah keluar dari mobil setelah berhasil memarkirkan mobil.


"Ayo... Turun, temani milih kue nya?"


Tanya Anna yang membuka pintu mobil tempat Yuna berada, Yuna pun mau tak mau keluar dan ikut Anna masuk kedalam cafe


Jujur saja sebenarnya Yuna sangat malas untuk masuk ke cafe tersebut, karena cafe tersebut adalah tempat Jeje bekerja dan Yuna selama ini selalu menghindari Jeje setelah Yuna melihat kedekatan Jeje dengan orang yang Yuna musuhi selama ini.


Kini kedua nya telah masuk kedalam cafe, Yuna langsung mencari tempat duduk sedangkan Anna memilih untuk melihat-lihat kue dalam etalase display untuk iya bawa untuk Vina nanti nya sebagai buah tangan.


Yuna yang duduk didekat jendela kaca dan melihat kearah luar yang mengarah keparkiran, diri nya dapat melihat dengan jelas kegiatan apa saja yang terjadi diparkiran sekarang. Hingga diri nya tak sadar kalau sekarang Jeje berdiri disampingnya ikut memperhatikan apa yang Yuna lihat.


"Emang lagi liat apa sech?" Tanya Jeje mengangetkan Yuna.


Yuna menoleh kearah suara yang telah mengangetkan nya, nampak ketidak sukaan Yuna setelah melihat siapa yang berdiri disampingnya adalah Jeje dengan senyum manis jangan lupa plus lesung pipi yang menambah kadar manis nya, namun bagi Yuna itu sudah tak manis lagi berbeda pada saat diri nya belum melihat kedekatan Jeje dengan si lampir.


"Ditanya koq diam aja sech, ehhmm boleh gak aku tau kenapa telpon dan chat ku tak pernah dibalas lagi?" Tanya Jeje to the point dan tanpa permisi duduk dihadapan Yuna.


Yuna menghembuskan nafas nya dan menatap Jeje dengan malas, saat iya bersiap dengan jawabannya tiba-tiba perhatian Yuna teralihkan dengan sepasang kekasih yang baru saja keluar dari mobil putih yang baru saja terparkir.


Kedua nampak begitu mesra, dimana sang pria memperlakukan sang kekasih dengan lembut serta mengandeng nya, Yuna melebarkan mata nya dengan pemandangan yang baru saja dilihat nya. Melihat Yuna yang seperti sedang melihat hantu, Jeje pun berbalik untuk melihat kemana arah pandangan Yuna.


Yuna berjalan cepat menghampiri sepasang kekasih yang masih belum sadar akan kedatangan Yuna, saat tiba dihadapan kedua nya Yuna menghentikan langkah nya untuk menghalangi keduanya.


Adrian dan Lia yang semenjak turun dari mobil tadi sibuk bercanda dan menggoda satu sama lain terdiam kala langkah mereka dihalangi oleh seseorang yang tiba-tiba berhenti tepat dihadapan kedua nya. Lia menelan ludah nya kasar saat tau siapa yang menghalangi langkah nya bersama sang kekasih, begitu pun Adrian yang hanya diam dan meremas jemari sang kekasih digenggaman nya.


Entah sejak kapan kini Anna pun telah berada dibelakang Yuna, wajah Anna tak jauh beda dengan Yuna saat ini. Kedua nya memasang wajah dingin dan sorot mata seperti mengatakan ingin penjelasan dari sepasang kekasih didepan mereka sekarang.


Lia menghembuskan nafas nya berkali-kali, mata nya pun nampak berkaca-kaca. Iya sudah menduga akan reaksi para sahabat nya namun diri tak berharap kalau secepat ini diri nya harus menghadapi situasi ini.


"Tolong jangan salah paham dulu, aku tau kalian kecewa dan marah tapi tolong jangan marah dengan Lia. Disini aku yang salah." Jelas Adrian melihat emosi kedua sahabat sang kekasihnya.


"Silahkan kalian jelaskan, tapi bukan aku atau Yuna tapi jelaskan pada Vina dan keluarganya." Terang Anna yang berusaha tetap tenang walau jelas terlihat emosi disorot mata nya.


"Yuna, Anna... Maaf... Aku.." Ucap Lia terbata-bata dengan air mata yang telah mengalir di kedua pipi nya.


"Maaf untuk apa?!.. Harus nya kamu itu... " Ucapan Yuna yang penuh emosi itu tertahan kala Anna menarik Yuna untuk menjauh dari pasangan kekasih itu.


"Minta maaf lah pada ayah David dan mamah Laura Li, mereka pasti menunggu putri mereka untuk menjelaskan ini semua." Ucap Anna kemudian berlalu dari sana dengan menyeret Yuna yang nampak masih emosi.


Tangisan Lia pecah, iya sangat mengerti maksud dari perkataan Anna tadi. Adrian memeluk sang kekasih berusaha menenangkan nya lalu kembali membawa nya masuk kedalam mobil.


Anna membawa Yuna masuk kedalam mobil, kedua nya duduk dalam diam selama beberapa menit dengan pemikiran masing-masing.


"Yun, apa kita tadi sudah keterlaluan ya? Tanya Anna dengan rasa sesal saat mengingat Lia yang menangis tadi.


"Entah lah Ann." Jawab Yuna singkat.


"Aku harap ini hanya salah paham." Ucap Anna kemudian mulai menghidupkan mesin mobil nya dan menjalankan mobil keluar dari area parkir cafe tersebut.


Jeje yang dari tadi masih duduk ditempat nya memperhatikan Yuna dari balik jendela besar cafe tersebut nampak bangun dari duduk nya lalu keluar dari cafe tersebut menghampiri mobil Adrian, tampak Adrian keluar dari mobil.


"Hai bro, yuk masuk.." Jeje nampak berpura-pura tak tau apa yang baru saja teman nya itu alami.


"Maaf bro, mungkin lain kali ya. Istriku nampak nya tidak mood sekarang maklumlah bumil." Jawab Adrian


"Oke baik lah kalau begitu, selamat ya bro atas pernikahan kalian. Maaf aku tak bisa ikut hadir, lagian undangan nya mendadak juga eh sekarang udah isi aja ya." Balas Jeje seraya memberikan selamat dengan tos ala laki genk mereka.


Jeje adalah salah satu sahabat Adrian dari saat mereka saat masuk kuliah hingga sekarang telah lulus dan menjalani pekerjaan masing-masing.


"Selamat juga buat calon baby nya, tokcer ya hahaha" Jeje kembali menyelamati sahabat nya itu.


"Makasih bro, kamu juga cepat nyusul dong masa masih sendiri aja ni." Balas Adrian.


"Ya doakan saja lah bro, semoga bisa cepat menyusul." Ucap Jeje dengan senyum manis nya.


"Oke kalau gitu, aku pamit dulu ya. Takut bumil bete." Pamit Adrian sambil berbisik pada Jeje.


"Sip, salam buat bumil ya." Lalu melangkah menjauh dari Adrian yang telah kembali masuk kedalam mobil kemudian melajukan mobilnya keluar dari area parkir cafe tersebut.


.


.


.


.


.


Terima kasih untuk dukungan nya 💜 Borahe 💜