
Sepulang nya dari klinik, Vina dan mamah Laura pulang ke rumah dengan menjemput ayah David terlebih dahulu dari perusahan. Ayah David beralasan kalau khawatir dengan keadaan sang anak gadis, dan akan melanjutkan pekerjaan nya dari rumah.
Sandra pun sekarang telah dalam perjalanan pulang ke rumah setelah tadi rencana nya untuk membujuk dokter Dita berhasil walau harus berubah strategi, awal nya tujuan nya adalah membujuk Dita untuk mau bertunangan dengan Luke namun dipikir-pikir tanpa dibujuk pun pastilah Dita akan setuju jadilah diri nya mengubah rencana nya.
Setelah kejadian ditoko tadi, Sandra memutuskan agar membujuk Dita untuk mau dan bisa berteman dengan Anna. Akan lebih mudah jalan menuju pernikahan antara Luke dan Dita bila Dita bisa berteman dan dekat dengan Anna menurut nya.
Yah suka-suka nya saja lah yaa....
Baru saja mobil yang membawa Sandra memasuki gerbang rumah namun Sandra nampak gelisah dengan dahi nya yang berkerut dan tampak tak tenang, terlebih duduk nya yang sebentar geser ke kanan lalu geser ke kiri seperti menahan sesuatu yang mendesak.
Tepat setelah mobil berhenti tercium aroma yang busuk memenuhi seisi mobil disusul seperti bunyi angin yang terjepit saat Sandra membuka pintu mobil untuk segera keluar namun setelah diri nya keluar, Sandra berdiri mematung didekat pintu mobil dengan memegangi perut nya yang terasa melilit. Hendak melangkah pun rasa nya tak sanggup karena iya dapat merasakan ada yang terus keluar tanpa bisa iya kontrol.
Sang supir pun segera keluar dan berlari mencari tempat untuk nya memuntahkan isi perut nya yang mendesak ingin keluar setelah mencium aroma busuk yang memenuhi seisi mobil tadi. Dan juga memanggil beberapa pekerja dirumah tersebut untuk bisa membantu Sandra sekarang.
Cairan berbau busuk itu masih saja mengalir dari sela-sela betis dan bagian dalam dress yang dikenakan Sandra, supir yang tadi muntah-muntah pun kini kembali dengan membawa selang air yang biasa nya digunakan untuk menyiram tanaman dengan kondisi sudah terpasang dengan kran air yang berada tak jauh dari tempat nya sekarang.
Tanpa aba-aba, sang supir langsung saja menyemprotkan air dengan selang tersebut kearah Sandra yang masih berdiri mematung ditempat nya tadi. Nampak Sandra hanya pasrah kala diri nya dibuat basah kuyup akibat disemprot dengan air, dan tak lama setelahnya datang beberapa pekerja dirumah itu yang membawakan handuk dan juga teh hangat untuk nya.
Sandra terhuyung dan jatuh terduduk di tanah dengan air mata yang mengalir deras, tak pernah iya merasa semalu ini. Satu-satu ditatap nya wajah orang-orang yang kini ada disana untuk membantu nya, nampak sekali wajah mereka menunjukkan sorot kasih dan juga seperti menahan nafas saat berdekatan dengan nya kini.
Ditempat lain, yaitu dikediaman keluarga Tirtayasa.
Mamah Laura sedang duduk disofa dengan sibuk memilih-milih photo nya bersama dengan Luke tadi, dia berencana untuk memasukkan nya kedalam koleksi penghuni sosial media nya.
Tak jauh dari posisi mamah Laura kini Vina bersama ayah David tengah asyik menonton drama series favorit mereka melalui layar televisi yang berada diruang keluarga, nampak kedua nya kini duduk disofa dengan kaki terbungkus selimut dan beraneka cemilan serta tak lupa minuman tersaji diatas meja dihadapan kedua nya.
"Gak ayah, gak anak ini sama saja kelakuan nya." Mamah Laura pun mendekat dan ikut bergabung duduk disebelah ayah David lalu menyenderkan kepala nya di dada bidang sang suami.
"Mah, yah tolong dikondisikan ya. Gak kasihan apa lihat yang jomblo ini" Mulai dech drama nya si anak gadis.
"Loo, memang kenapa? Ada yang salah, ini kan suami mamah wajar dong mamah peluk. Nah kalau mamah peluk suami tetangga atau itu mamah peluk dokter Kim tadi aja gimana?"
Mendengar perkataan sang istri, ayah David membulatkan mata nya dan mengencangkan pelukan nya pada pinggang sang istri.
"Hehehe... Becanda koq sayang." Cengir mamah Laura dan dengan sengaja mengelus dagu sang suami yang dihiasi dengan bulu-bulu halus yang sengaja dipelihara disana.
"Dokter Kim itu ganteng ya mah, kalau senyum duh manis dech." Ucap Vina mengingat sang senyuman dokter.
"Iya sayang, kamu naksir ya?" Tanya mamah Laura menggoda sang anak gadis.
"Hehehehe... Gak mah, ga mau saingan ama othor mah!!!"
"Iya ya sayang, entar othor tambah malas up yang ada." Sahut mamah Laura.
Eehhh... Apa maksud nya ini?!!! Othor denger loo ya.
"Ina, apa kamu sudah minum obat belum sayang?" Tanya ayah David.
"Eh.. Vina lupa yah, Vina naik dulu ya kekamar mau minum obat dulu.
Ayah David dan mamah Laura hanya mengangguk.
"Oh ya yah, tadi kami ketemu dengan Sandra di cafe yang ada diklinik tapi aneh dech yah. Pipi nya lebam persis seperti waktu mam..." Ucapan nya menggantung kala jari ayah David menempel dibibir mamah Laura.
"Tadi kami juga bertemu dengan Luke disana."
"Oh ya, apa dia juga sakit?" Tanya ayah Davit seraya mencari posisi yang nyaman untuk nya karena kini mamah Laura nempel bagaikan cicak pada tubuh ayah David.
"Ayah gerak-gerak terus, entar kesenggol mamah gak mau tanggung jawab nya."
Mendengar ucapan sang istri ayah David melepaskan pelukan nya, yang membuat mamah Laura tertawa karena berhasil menggoda sang suami. Ayah David hanya mendengus dan memeluk sang istri kembali.
"Mah, apa mamah pernah memperhatikan Luke?"
"Maksud ayah, memperhatikan bagaimana?" Tanya mamah Laura bingung.
"Lupa kan, mungkin hanya perasaan ku saja sayang. Terus Sandra tadi kenapa?"
"Sandra tadi ya, ya aneh saja. Dia sepertinya habis kena pukul yah, pipi nya lebam gitu."
"Siapa yang kena pukul mah?" Tiba-tiba Jack datang dengan membawa sekeranjang buah pisang kesukaan sang adik.
"Jack, mamah kaget iihh.."
Mamah Laura mengeratkan pelukannya kepada suami karena terkejut dengan kedatangan Jack yang tiba-tiba menyahuti perkataan nya tadi.
"Maaf mah, habis nya mamah sama ayah pacaran terus. Jack berasa ngontrak dirumah ini." Keluh Jack seraya duduk disofa yang sama dengan kedua orangtuanya setelah meletakkan keranjang buah yang dibawa nya tadi diatas meja.
"Mah, Jack ingin bicara serius bisa?" Ucap Jack seraya menetralisir kegugupan nya.
"Kenapa kamu boy?" Tanya ayah David yang melihat gelagat yang aneh pada putra nya.
"Bicara saja sayang, ada apa?" Mamah Laura mengurai pelukan nya dengan sang suami lalu menatap sang putra.
"Jack ingin melamar Anna secepatnya mah." Jawab Jack dengan pelan, entah kenapa diri nya dilanda kegugupan saat mengatakan nya kepada kedua orangtuanya.
"What's......?!!!" Suara Vina tiba-tiba menggelegar mengagetkan ketiga orang yang kini tengah duduk disofa.
"Kakak mau melamar Anna, beneran kak?" Heboh Vina yang langsung mendudukkan diri ditengah-tengah mereka sekarang.
"Astaga.. Anak gadis mamah ini, bisa gak suara nya di pelanin dikit dan gak garasak-gerusuk jadi anak gadis hhmmm.." Mamah Laura yang gemas dengan Vina memeluk nya dari belakang dan mencubit hidung anak gadis nya itu.
Dikarenakan Vina yang duduk ditengah-tengah mereka jadi lah Jack pun ikut memegang sang kaki adik yang kini sekarang sedang dipeluk oleh sang mamah. Dan ayah David hanya tertawa melihat Vina berteriak heboh karena disekap oleh mamah dan kakak nya.
.
.
.
.
.