"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"

"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"
23. Lia..



Edo dan dokter Dita kini telah berada diruang perawatan Esther, dokter Dita juga memberitahukan dalam beberapa jam lagi Esther akan menjalani operasi jantung nya yang bermasalah dari semenjak lahir. Mendengar penjelasan dokter Dita tentang apa yang diderita oleh Esther membuat Edo prihatin dan juga penasaran dari mana Luke mengenal gadis kecil nan manis yang sekarang terbaring di ranjang pasien klinik tersebut. Esther yang baru saja selesai diperiksa oleh dokter Dita, memperhatikan Edo yang dari tadi diam mematung didekat pintu ruangan rawat nya.


"Kakak, apa dia pacar kak dokter ya?" Tanya Esther dengan menunjuk Edo yang masih mematung didekat pintu.


"Hahh... Pacar?" Dokter Dita menggeleng setelah mengikuti arah telunjuk Esther.


Edo yang merasa ditunjuk hanya menunjukkan ekspresi datar nya, entah apa yang dia pikirkan.


Setelah selesai pemeriksaan nya dokter Dita pamit melanjutkan tugas nya untuk memeriksa beberapa pasien lain nya, Edo pun memilih untuk mencari Luke dan mengantarkan nya untuk diperiksa sesuai dengan tujuan awal mereka datang ke klinik tersebut.


Diri nya pun memutuskan untuk kembali turun kelantai bawah tempat dimana mereka terpisah tadinya, untuk menghindari para pemburu berita yang terlihat masih ada di lobby klinik walau sudah tak sebanyak tadi. Diri nya memilih turun melalui tangan darurat yang akan membawa nya ke lantai bawah tepat nya diruang tunggu dekat pintu koridor samping, sesampainya langkah kaki nya di anak tangga terakhir diri nya pun menyaksikan kembali adegan yang membuatnya ingin sekali melempari Luke dan Vina dengan segelas kopi dingin pemberian dokter Dita tadi yang kini hanya tersisa sedikit.


"Astaga, Jatuh cinta emang bikin bego ya! Belum ada 24 jam diomongin eh kumat lagi." Omel Edo dalam hati dengan wajah frustasi nya.


Satu menit, dua menit, tiga menit, Edo masih dengan sabar menunggu keduanya yang masih berpelukan namun nampak nya kedua nya masih betah cosplay jadi magnet yang saling menempel satu sama lainnya. Untung nya keadaan disudut pojokan tersebut tidak lah ramai seperti pada sudut lain di ruangan tersebut, Edo masih berdiri di anakan tangga belum juga bergerak dari tadi saat pertama melihat adegan pelukan Luke dan Vina.


Sedangkan dilantai tiga klinik tersebut mamah Laura baru saja selesai menghubungi sang suami untuk mengabarkan hasil dari pemeriksaan dokter Kim terhadap sang putri, mamah Laura sekarang sedang menuju salah satu ruang inap pasien yang merupakan teman sekaligus klien nya dalam kasus perebutan hak asuh anak setelah perceraian.


Mamah Laura menghentikan langkah nya saat diri nya melihat seorang gadis yang sangat dikenal, gadis tersebut terlihat seperti nya sedang kesal dan marah entah apa sebabnya karena mamah Laura berdiri jauh dari posisi gadis itu sekarang. Sang gadis tersebut sendiri belum menyadari keberadaan mamah Laura yang berdiri jauh dibelakang nya, diri nya sedang terlibat pertengkaran dengan seorang laki-laki yang disebabkan oleh sang laki-laki tersebut dengan sengaja telah iseng menumpahkan minuman nya kelantai yang sedang dibersihkan oleh salah seorang cleaning service yang sedang bertugas.


Awal nya diri nya hanya menegur laki-laki tersebut dan meminta nya untuk meminta maaf kepada cleaning service yang telah dikerjainnya, namun laki-laki itu mengacuhkan dan berlalu begitu saja yang mana membuat nya emosi dan menghalangi jalan dari laki-laki tersebut. Setelah nya kedua nya terlibat pertengkaran mulut dan juga hampir saja baku hantam, melihat kedua nya yang makin sengit sang petugas cleaning service mencoba melerai kedua nya.


Mamah Laura mencoba mendekati ketiga orang tersebut, semakin dekat mamah Laura dapat dengan jelas mendengar kalau kedua nya sedang adu bacot tanpa ada yang mau mengalah. Tak hanya mamah Laura yang mendekati mereka yang sedang ribut sekarang, beberapa keluarga pasien dan pegawai klinik yang ada disekitar sana mulai mendekati ketiga orang itu.


"Hei ada apa ini, berhenti..!!!" Suara tegas dari salah satu petugas keamanan yang datang dari arah belakang mamah Laura mengagetkan semua orang yang ada disana.


Nampak dua orang petugas keamanan datang menghampiri mereka yang tadinya ribut kini hanya saling diam, sang gadis yang tadi terlibat keributan itu pun menyadari ada mamah Laura disana dengan tatapan tajam nya menatap kearahnya.


"Mampus lah aku kali ini.." Ucap gadis itu pelan membuat terlihat hanya bibir nya yang bergerak, persis seperti mbah dukun baca mantra.


Setelah didamaikan oleh petugas keamanan yang datang, akhirnya kedua nya mau berdamai dan saling minta maaf juga dan laki-laki tersebut juga meminta maaf kepada petugas cleaning service yang telah iya kerjain. Mamah Laura masih ada disana menunggu gadis tersebut, diri nya penasaran kenapa gadis tersebut bisa berada disana sekarang.


Kembali kelantai bawah, dimana Edo kembali menahan emosi nya kepada sepasang manusia yang duduk dihadapan nya sekarang. Mereka sekarang sedang duduk disalah satu meja yang berada diarea kantin klinik tersebut, setelah adegan pelukan tadi selesai karena dikagetkan oleh petugas cleaning service yang tiba-tiba muncul membersihkan area dimana mereka tadi sempat cosplay jadi magnet menurut Edo.


Kini kedua nya sedang asyik berdebat tentang Vina yang mengalami memar dan sakit pada pinggang dan leher nya, Luke kesal kenapa kemarin Vina tidak mau diperiksa oleh dokter yang ada setidaknya Vina tidak akan mengalami nyeri akibat memar nya. Vina yang mendengar omelan Luke ikut kesal karena menurut nya Luke cerewet, Vina lalu diam dengan bibir yang mengerucut.


Lagi-lagi mereka beruntung, keadaan kantin masih sepi karena ada beberapa stand yang menjual makanan disana belum buka nampak nya.


"Maaf bila aku menyela tapi sebaiknya kita pergi dari sini." Edo berkata seraya memperhatikan keadaan sekitarnya.


Luke yang paham dengan maksud dari Edo kemudian berdiri begitu pun dengan Edo yang kemudian melangkahkan kaki nya dari sana menuju ke arah tangga yang tadi ditapaki nya untuk turun, Vina yang melihat kedua nya berdiri pun ikut berdiri meski pun sebenar nya diri nya bingung. Luke tanpa aba-aba menggenggam tangan Vina dan menarik nya pelan agar mengikuti nya dan Edo yang telah terlebih dahulu berjalan.


Dilantai atas sekarang mamah Laura sedang memeluk gadis yang tadi sempat membuat kegaduhan disana setelah nya mulai mengomeli gadis tersebut.


"Kamu ini, anak gadis tapi doyan sekali ribut hhmm.." Omel mamah Laura setelah melepaskan pelukan nya.


"Kalau mamah muncul nya nanti yang ada kamu sudah baku hantam dengan cowok tadi."


"Ya kan dia yang salah mah." Jawab nya lagi mulai ngegas.


"Astaga Lia, sayang tidak semua masalah harus digas apalagi sampai baku hantam. Kamu itu perempuan sayang, cukup ya dan jangan ada lagi yang nama nya baku hatam apapun alasan nya." Walau pun mamah Laura berkata dengan lembut namun Lia merasa ada aura intimidasi dari perkataan yang diucapkan mamah.


"Apa mereka sudah tau, kalau kamu sudah kembali?" Tanya mamah Laura kembali.


"Belum mah.." Jawab Lia singkat.


"Ada apa sayang, kamu kabur lagi?"


Lia hanya menjawab dengan anggukan kepala nya, mamah Laura hanya menghela nafas kasar.


Diri sangat nya paham dengan apa yang Lia rasakan sekarang, Lia adalah anak dari kakak mamah Laura, dari kecil Lia tinggal dengan sang kakek hal tersebut dikarenakan ayah dan ibu nya memilih tinggal diLN untuk mengurus bisnis mereka disana.


Lia yang tinggal bersama sang kakek mendapatkan didikan yang keras dan disiplin serta diwajibkan untuk bisa bela diri sedari kecil, namun setelah sang kakek telah tiada mamah Laura pun membawa Lia tinggal bersama nya dikarenakan Lia sendiri enggan untuk menyusul kedua orang tua.


Usia Vina dan Lia yang tak jauh beda membuat kedua nya sangat dekat dengan karakter yang hampir sama tak ayal sering membuat Jack pusing namun sangat menyayangi keduanya.


.


.


.


.


.



Lia, Sahabat sekaligus sepupu vina yang satu frekuensi..


.


.


.


.


Terima kasih untuk dukungan nya 💜borahe💜