"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"

"Sweet Bride, Vevina & Luke Story"
3. Luke



Sedangkan dibelahan dunia lain, didalam ruangan gelap dan hening hanya ada suara pendingin ruangan yang berhembus pelan. Seorang pemuda nampak terlelap terbungkus selimut, sampai suara gedoran pintu memaksa kesadaran nya kembali dan terbangun dari dunia mimpi.


“Siapa sech, lagi enak-enak mimpi juga?!! Ngeselin banget..!!!” Omel nya sembari bangun dari tidur nya dan berjalan kearah pintu yang masih saja digedor.


Tok.. tok.. tok...!!!!


“Luke bangun...!!!!” Gedoran nya makin kencang.


Pintu kamar pun terbuka, menampilkan wajah bantal dari Luke dan juga barisan kotak-kotak pada bagian perut.


“Lukeee.......!!!!!” Anna spontan menutup mata nya dengan kelima jari nya sedangkan 1 tangan nya lagi  memegang botol jus yang disodorkan kearah Luke.


“Kamu kenapa sech?” Tanya Luke dengan kesal karena dia masih merasakan kantuk bergelayut di pelupuk mata ya.


Anna juga mendengus kesal sambil menyerahkan botol jus yang dia pegang untuk Luke yang masih menggantung tak dihiraukan oleh Luke.


“Maaf kalau aku mengganggu istirahat mu tapi kita harus mencocokan jadwal mu dulu sebelum kita balik ke indonesia, aku gak mau nanti yang ada kita harus cepat-cepat balik atau malah harus mengundur keberangkatan nanti nya.” Anna mendudukkan diri di sofa yang ada didepan kamar Luke setelah Luke mengambil botol jus yang anna sodorkan dari tadi, Anna mulai mengotak-atik layar handphone nya untuk melihat-lihat lagi schedule Luke dalam beberapa hari ini ke depan.


“Iya, sebentar aku lihat dulu.. Aku juga gak mau kali ini tertunda lagi, untuk kontrak-kontrak yang baru masuk tolong dipending aja dulu sambil diseleksi aja lagi.” Luke berbicara sambil memasang baju kaos nya yang tadi belum sempat dipasang, tadi setelah mandi Luke hanya berniat untuk rebahan sambil mengecek email-email yang masuk ternyata mata nya lebih memilih untuk terpejam menyelami dunia mimpi dari pada terus melek dan memahami serta mempelajari pekerjaan yang ada masuk melalui pesan-pesan email.


“Iya, kita sudah terlalu lama tidak pulang. Aku sudah merindukan semua nya” Ucap Anna sendu.


Luke menatap Anna yang seperti nya sedang melamun.


“Aku pun merindukan nya, apa kabar mu disana?!!” Luke berkata dalam hati sambil memandang photo dalam galeri handphone nya.


“Oh ya, sejam lagi kita ada acara photo shoot untuk produk yang lusa akan launching.”


“Iya, aku siap-siap dulu. Selesai photo aku mau istirahat. Besok pagi, terakhir take kita langsung balik ke Jerman.” Luke masuk kedalam kamar mengambil jaket dan juga koper kecil, kemudian langsung melenggang keluar di ikuti oleh Anna yang juga menarik koper nya keluar dari ruangan tersebut.


Luke sekarang sedang berada disalah satu kota kecil di Jerman untuk melakukan syuting iklan salah satu merk pakaian olah raga ternama. Luke tak sendirian dia didampingi oleh sang manager sekaligus adik sepupu nya Anna dan juga beberapa orang yang menjadi tim dari sang artis. Sudah hampir 3 bulan Luke dan tim berkeliling negara eropa untuk menyelesaikan beberapa kontrak kerja dengan para klien yang memakai jasa nya sebagai model maupun menjadi BA (Brand Ambassador).


Luke sendiri akan mengambil libur panjang dari dunia hiburan yang sudah melambungkan nama nya sebagai seorang selebriti multi talenta yang cukup diperhitungkan di dunia hiburan nasional hingga dunia hiburan internasional, karir yang dia bangun sejak masih mengenakan seragam putih abu-abu. Dulu diawal karir nya Luke hanya lah seorang model biasa, namun dengan wajah dan bakat yang mempuni Luke busa sedikit demi sedikit naik kepuncak karir nya di dunia modeling tak hanya itu luke juga menjajal dunia akting juga tarik suara dimana dia pun sama berbakat nya pada kedua bidang itu. Tak hanya terkenal akan karya dan pencapaian nya dalam dunia hiburan, Luke juga dikenal sebagai orang yang sangat loyal dalam memberikan bantuan. Mau itu bantuan untuk korban bencana dan bantuan untuk para kaum yang membutuhkan juga bantuan untuk beasiswa anak-anak berprestasi khususnya dari kalangan yang tidak mampu. Bahkan Luke juga memberikan bantuan hukum untuk orang-orang yang tak mampu dan buta hukum terkhusus nya untuk wanita yang terlibat kasus hukum seperti KDRT dan pembullyan yang kerap terjadi pada anak-anak. Untuk bantuan hukum ini tak hanya bantuan berupa dana tapi juga Luke dan beberapa teman dekat nya telah membuat sebuah lembaga yang bergerak dalam membantu mengurus dan menangani hal-hal tersebut, dan salah satu alasan Luke untuk pulang dan mengambil cuti panjang nya adalah ingin ikut terlibat dalam kegiatan lembaga tersebut.


Luke masih betah menatap layar handphone nya, tersirat ada kerinduan disorot mata nya kala pikiran nya melalang buana ke masa dimana diri nya masih kecil, disaat dia menemani sang ibu yang harus dirawat dirumah sakit akibat beberapa luka yang ibu nya derita. Kala itu Luke masih belum mengerti kenapa sang ibu bisa mendapatkan luka-luka yang membuat wajah cantik sang ibu berhiaskan luka lebam membiru di separo wajah nya, yang Luke tau kala itu kalau sang ibu pergi bersama sang ayah tapi saat pulang wajah dan tubuh sang ibu sudah babak belur. Sang ayah sendiri pun hanya mengantarkan sang ibu dan diri nya beserta pengasuh nya ke rumah sakit setelah nya sang ayah pun pamit dengan alasan harus pergi untuk bekerja dan itu pun berhari-hari lama nya baru lah sang ayah kembali dan itu pun hanya sebentar, tak berapa lama sang ayah pun pergi lagi dengan alasan yang sama. Sampai saat sang ibu menghembuskan napas terakhir nya sang ayah tak pernah datang lagi, disaat itu Luke hanya bisa menangis di pelukan sang pengasuh tanpa ada sang ayah karena yang Luke tau sang ayah sedang pergi bekerja.


Sampai pada hari sang ibu meninggal Luke tau kalau diri nya tak lagi bisa bertemu dengan bocah gembul nan imut itu karena Luke harus ikut pengasuh nya pulang ke rumah nenek untuk mengurus pemakaman sang ibu, sang bocah yang tau akan berpisah dengan Luke memeluk luke erat sambil menangis kencang saat Luke berpamitan pada nya. Didalam hati nya Luke berjanji akan kembali dan memeluk sang bocah gembul nan imut itu lagi nanti.


“Luke.... Hai Luke!!!!!” Anna sedikit mengeraskan suara nya, kala dia mendapati Luke yang seperti nya melamun.


"Iya..... Aku dengar koq, suaramu cempreng sekali!" ucap Luke malas.


"Issttt... Biarin suara ku cempreng asalkan aku cantik!" Balas Anna dengan kesal nya. Anna pun bergegas keluar dari mobil yang membawa mereka ke lokasi photo shoot terakhir mereka hari ini.


Tak lama Luke pun keluar dari mobil dan langsung menuju lokasi pemotretan yang sudah disiapkan, Luke membaur ramah dengan para crew dan sang fotografernya yang mengarahkan sang model agar sesuai dengan tema dan kehendak sang klien.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih untuk dukungan nya 💜borahe💜