Your Police

Your Police
09



Rezky merupakan senior yang terkenal baik di kampus itu. Dia mahasiswa yang sempurna menurut orang disana. Saat mengajar semua orang selalu senang dengan cara mengajarnya.


" wah cara mengajarnya benar-benar bagus, sangat menyenangkan dapat mengikuti pelajarannya" ujar rifa dalam hatinya


Jam istirahat berbunyi "baiklah semua sampai disini dulu , jika ada yang kurang paham kalian bisa langsung bertanya padaku" ucap rezky sembari menata buku


"baik senior" ucap semuanya serentak


Semuanya beristirahat rifa dan lina pergi ke kantin .


" rifa bagaimana tugas yang kamu dan raka kerjakan" tanya lina


" owh kami hanya tinggal menulis laporannya saja" jawab rifa


" huuuu kamu beruntung mendapat teman yang pintar" keluh lina


"memang ada apa " tanya rifa sembari memakan makanannya


" eehh dia benar-benar menyebalkan"


" ya sudah tidak usah terlalu dipikirkan kamu hanya perlu menyelesaikannya saja " rifa menasehati lina


" hmmm ya mau bagaimana lagi " lina meminum es tehnya " oh ya apa kamu sudah memilih ekstra apa yang mau kamu ikuti"


" entahlah aku belum memikirkannya"


" oohhh bagaimana kalau ikut bela diri sepertiku" usul lina pada rifa


" bela diri ya , hmmm lumayan juga , kalau begitu bantu aku daftar nanti " ajak rifa


" ok tenang saja" suara lina terlihat gembira


Lina langsung mendaftarkan rifa diekstra yang sama dengannya. Mereka berdua mengikuti seni bela diri. Lina sangat antusias sekali mengikuti ekstra ini. Rifa juga mengikutinya dengan sungguh-sungguh.


"meskipun aku sudah bisa bela diri , aku harus berpura-pura saja disini , ya hitung-hitung melemaskan badanku " pikir rifa


Suara gedung dipenuhi dengan teriakan saat latihan .


" hiiyaaa, hiiyaaa" semuanya serentak


" ok kali ini saya akan mengadakan uji coba untuk kalian " kata pelatih kepada semuanya


" siap pa " jawab semuanya


" oh iya kamu anak baru kan , kamu tidak harus ikut uji coba kamu bisa memperhatikan yang lain dulu" kata pelatih yang sembari menunjuk rifa


" ya pa" jawab rifa


" tidak apa , ini kali pertama aku latihan kalau langsung ikut uji coba itu berlebihan, lagi pula aku tidak terlalu mahir " jawab rifa


" ayolah kamu bisa menghajar rio dan raka sekaligus waktu itu "


" aaaahhhh soal itu mungkin kebetulan saja" sanggah rifa


" ya sudah kamu bisa duduk di pinggir lapangan" perintah lina


Rifa meninggalkan tempat latihan dan pindah ke pinggir lapangan . Uji coba dimulai, mereka di hadapkan berpasangan . Semuanya memulai secara bergantian, hingga tiba saatnya lina. Dia dapat menjatuhkan lawannya dengan mudah. Lina termasuk yang terbaik disini.


" waaahhh ternyata lina sangat bagus dalam hal ini" gumam rifa


" akhirnya aku menemukan kamu disini" raka datang dan mengagetkan rifa


" kamu ini datang dari mana sih , langkah kaki saja tidak bisa didengar " kesal rifa


" ahh maaf , aku mencarimu untuk meminta nomer telfonmu" sembari memberikan hp nya


" untuk apa kamu minta nomerku" tanya rifa


" cepat tulislah , kita perlu membahas laporan kita nanti , kalau aku tidak tau nomer hp mu bagaimana aku menghubungimu"


" ah iya benar juga " mengambil hp raka dan menulis nomer hp nya "ni sudah ku simpan nomernya" memberikan kembali


" baiklah aku pergi dulu " meninggalkan rifa sendirian


" haaaa apa-apaan dia ini, pergi begitu saja setelah mendapatkan nomer ku" ucap rifa


Lina yang sudah menyelesaikan uji cobanya melihat rifa dan menghampirinya


"mau apa raka kesini " tanya lina


"dia hanya minta nomer hp lalu pergi" jawab rifa


" untuk apa ??? lalu kenapa nada bicaramu kecewa seperti itu "


" haaaa apa maksudmu " bingung rifa


"tidak ada sepertinya kalian berdua cocok " ledek lina


"apa yang kamu bicarakan , apa kamu sudah selesai kalau sudah ayo pulang " ajak rifa sambil berdiri


" baiklah ayo kita makan dulu "