Your Police

Your Police
21



Rifa tampak canggung sekali, dia mengalihkan pandangannya.


" biar aku menggendongmu" raka berbicara dengan nada gugup


" akh tidak usah aku bisa sendiri" rifa mencoba berjalan lalu berhenti menahan sakit


" jadilah anak yang baik" raka menggendong rifa di belakang


" eh kamu....." rifa menghentikan kata-katanya


"maaf soal yang tadi " rifa terlihat gugup


" soal apa" raka seakan memancing perkataan rifa


"soal tadi"


" ya apa"


" iiihhhh soal aku mencium mu " rifa berbicara dengan sangat keras yang membuat semua mukanya memerah


raka tersenyum puas "bukan masalah"


"owh" (tapi itu ciuman pertamaku, bagaimana bisa aku mencium orang yang tidak ku sukai, bahkan umurnya jauh di bawahku)" kesal rifa dalam hati


Mereka akhirnya memutuskan kembali ke penginapan. Raka masih menggendong rifa , hingga tiba disana. Saat sampai disana rezky melihat raka yang sedang menggendong rifa.Lalu diapun menghampiri mereka berdua.


"ada apa dengan rifa" rezky tampak khawatir


"tadi aku terpeleset dan kakiku terkilir" jawab rifa


"kalau begitu biar aku obati" ajak rezky


" raka kamu bisa turunkan aku sekarang" rifa menepuk-nepuk pundak raka


" tidak usah senior biar aku saja yang mengobatinya" raka menolak usulan rezky


"apa kamu bisa" rifa setengah mengejek raka


Raka tidak menghiraukan ucapan rifa , dia membawa rifa masuk. Dia mengobati rifa dengan perlahan-lahan. Raka membalut lukanya , dia tampak lembut saat mengobati rifa.


Tiga hari berlalu, mereka akhirnya kembali ke kota. Kaki rifa juga sudah membaik.Mereka menjalankan rutinitas seperti biasa.


Saat pagi hari rifa sudah siap berangkat ke kampusnya. Seperti biasanya raka menjemputnya ke rumah.


" hei bagaimana persiapanmu untuk ujian hari ini" tanya rifa


" aku akan berusaha" jawab raka dingin seperti biasanya


"bersikap seperti apa" tanya raka memandang wajah rifa


rifa sedikit tersipu malu "bukankah sikapmu terlalu dingin"


"apa ada masalah tentang itu"


" tentu saja , semua akan menjauhimu jika kamu terus seperti ini" rifa berbicara dengan semangat kepada raka


"aku tidak perduli orang lain menjauh dariku, asalkan kamu tidak"


"haaaaa.......apa maksudmu" rifa kaget dengan ucapan raka


"tidak apa " raka berjalan meninggalkan rifa


Rifa berlari kecil mengejar raka "ayolah kenapa tadi kamu bicara seperti itu"


Raka tidak menghiraukan pertanyaan rifa. Dia tetap berjalan semakin cepat seolah ingin menghindar dari rifa.


Saat rifa berusaha mengejar raka, tidak sengaja dia melihat orang disampingnya bertabrakan . Tapi tiba-tiba salah satu orang itu pingsan. Rifa kaget dengan apa yang terjadi.Dia langsung mengahampirinya.


" hei apa kamu tidak apa-apa" rifa membalikan tubuh orang itu , tapi dia kaget karena ada luka tusuk di perut orang itu


"apa yang terjadi" rezky tiba-tiba di belakang dan menghampiri rifa


"entahlah tadi aku melihat dia bertabrakan dengan seseorang lalu dia pingsan, saat aku ingin menolongnya dia......" rifa mencoba menahan luka robek itu dengan tangannya


"ok aku akan memanggil ambulance" rezky menelvon ambulan


Tidak lama dari itu ambulanpun datang. Rifa dan rezky ikut mengantar korban itu. Untung saja orang itu bisa langsung tertolong. Pihak kepolisian langsung menangani kasus ini.


Rifa yang menjadi saksi langsung ikut serta mengambil peran dalam kasus ini.


" apa yang kamu lihat saat itu " reza bertanya pada rifa yang sedang melihat cctv di tempat kejadian


"aku tidak melihat hal yang mencurigakan, saat itu aku sedang fokus pada raka soal......." rifa menghentikan ucapannya


"soal apa" tanya reza ingin tau


" tidak apa-apa, berhenti fokus padaku, kita harus menemukan pelaku secepatnya" rifa mencoba mengalihkan pertanyaan reza


"owh" reza tampak kecewa


" apa kamu sudah mengetahui identitas korban"


" iya ini semua data-datanya" reza memberikan laporan kepada rifa