Your Police

Your Police
14



Mereka berdua akhirnya sampai di rumah rifa.


Mereka berdua keluar dari mobil rifa.


" kamu sudah sampai, kalau begitu aku langsung pulang" raka memberi kunci mobil kepada rifa


" hmmm , apa kamu tidak akan mampir dulu" ajak rifa masuk ke rumahnya


" oh tidak aku langsung pulang saja " tolak raka


" terima kasih sudah mengantarku pulang"


" sama-sama ,aku pamit sekarang" berbalik mengahadap rifa lagi


"ada apa , apa kamu lupa sesuatu" tanya rifa


" ingat jangan mencari masalah dengan rio lagi"


"kita liat saja nanti" rifa tidak mendengarkan raka


" kamu keras kepala sekali ternyata" memukul dahi rifa pelan


"aku tau , aku tau sekarang kamu pulang saja" sembari mendorong raka


Di rumahnya rifa terus memikirkan apa yang ia dapatkan tadi. Dia sangat penasaran sebenarnya apa yang dijual oleh rio itu benar-benar vitamin. Dia berfikir itu mungkin obat-obatan terlarang yang sedang mereka cari.


Dia menelfon atasannya dan memberi tau tentang informasinya tadi. Dia merinci dengan sangat detail dan melaporkannya. Atasannya menyuruh dia untuk tidak gegabah dalam memecahkan kasus ini. Rifa mematuhi atasannya itu.


" hufftt si botak terus menyuruhku untuk ini dan itu"


" tapi dia tidak tau kalau ini benar- benar sulit"


Rifa merebahkan tubuhnya di atas kasur "ini melelahkan sekali, kapan kasus ini akan berakhir sudah lama sekali aku mencari informasi "


" tapi benar juga apa yang dikatakan si botak, kalau aku tidak boleh gegabah, kasus ini tidak sesederhana yang aku pikirkan"


" hooaammm lebih baik aku tidur , besok aku bisa mencari tau lagi "


Rifa merupakan seorang polisi yang sangat kompeten. Itulah sebabnya dia bisa menjadi komandan. Dalam membongkar kasus dia bisa dibilang jenius. Biasanya tidak butuh waktu lama untuk memecahkan kasus apapun.


Tapi kali ini dia tidak bisa gegabah. Karena targetnya saat ini merupakan sindikat yang selama ini merupakan buronan.Dia ini merupakan buronan yang sangat licik dan bisa berganti identitas dengan sangat baik.Dia sudah berkali-kali berpindah tempat dan berganti identitas .


Pagi hari seperti biasa rifa sudah bersiap dengan penampilan ala anak muda jaman sekarang. Saat akan keluar dia mendapat telfon dari raka. Ternyata raka ingin menjemputnya. Rifa hanya mengiyakan ajakan raka. Dia tidak mau berdebat dengannya .


Rifa menunggu raka di depan rumahnya. Tidak lama dia menunggu raka sudah sampai di rumahnya . Rifapun menghampiri raka sembari menggendong tas selempang di bahu kanannya.


" sebenarnya aku bisa berangkat sendiri tidak perlu merepotkanmu untuk menjemputku" kata rifa


" tidak apa , aku tidak keberatan" jawab raka sembari memberikan helm


" apa kamu khawatir padaku" tanya rifa sembari memakai helmnya


" tidak ,... ayo berangkat" wajah raka memerah


"( mungkin aku terlalu banyak berfikir, tidak mungkin dia mengkhawatirkan aku, tapi akhir-akhir ini aku merasa sikapnya berubah, dia lebih perhatian)" gumam rifa


Mereka berdua akhirnya berangkat menuju ke kampus . Sampai di sana Rifa sudah dihadang oleh rio dan anak buahnya.


" ohoo lihatlah ternyata kalian sudah menjadi pasangan kekasih" rio menghentikan langkah rifa dan raka


" itu bukan urusanmu" jawab raka dengan keras


" berani kamu haaaa" rio berteriak kepada raka


" orang sepertimu tidak akan membuat aku takut"


" hebat....sangat hebat" tiba-tiba rio memukul raka


Rakapun terjatuh , dia langsung ditolong oleh rifa.


" apa yang kamu lakukan" rifa mendorong rio


" ckckck orang yang sangat lemah " ejek rio


" apa yang kamu inginkan " tanya rifa


" tidak ada hanya ingin ......." kembali memukul raka


Rio dan Rakapun akhirnya saling hajar. Rifa ditahan oleh anak buah rio. Dia mencoba menolong raka , karena dia hampir babak belur dihajara rio.