
Saat memalingkan wajah rifa melihat seseorang yang mencurigakan. Dia lantas mencoba mencari tau apa yang mereka lakukan . Dia mengendap-endap di balik pepohonan.
" apa yang sedang kamu lakukan" raka mengagetkan rifa dari belakang
" haaaa eehhh itu a...aku sedang melihat apa yang dilakukan mereka" rifa menunjuk ke arah orang- orang tersebut
" untuk apa kamu ingin tau" tanya raka penasaran
" hmmm tidak ada hanya penasaran saja" (owh kenapa aku bisa lupa tentang dia , dia kan bersama denganku dari tadi)
"sudahlah ayo kita pergi tidak perlu mengurusi mereka" ajak raka menarik tangan rifa
" eeehhh tapi itu , apa yang mereka jual" rifa berhenti dan berbalik melihat mereka lagi
"oh yang aku tau mereka menjual vitamin " raka melihat kearah orang-orang itu
" vitamin .....vitamin apa yang mereka jual " rifa juga melihat orang-orang itu
" entahlah aku tidak tau , kan aku tidak pernah membelinya"
" ayolah jawabanmu ini benar-benar......." ( benar-benar membuat orang emosi) rifa memukul raka pelan
"kenapa kamu penasaran sekali , apa kamu ingin membelinya"
" aaahh tidak , aku tidak berminat" rifa melambai-lambaikan tangannya
Saat raka dan rifa berbicara , orang-orang yang membeli vitamin itu berjalan melewati mereka berdua .Rifa menghentikan salah satu dari mereka.
" hmm, permisi " rifa berbicara dengan halus
" oh ya ada yang bisa kubantu" tanya orang itu
"apa yang kamu beli tadi?"
" oh ini,,,,,," orang itu menunjukkan bungkusan "ini vitamin untuk tubuh"
"vitamin apa" rifa mencoba memperhatikan bungkusan itu
" owww ini hanya vitamin daya tahan tubuh saja, karena sebentar lagi ujian" jawab orang itu
" apa aku juga bisa membelinya" tanya rifa kembali
"kenapa kamu ingin membeli itu, tadi kamu bilang tidak berminat , apa kamu kurang sehat" raka menghentikan rifa
"memangnya kenapa" tanya rifa
" kita harus terdaftar dulu sebagai VIP di grup yang di kelola bos rio" orang itu memberi tau rifa
"rio.....jadi maksudmu vitamin ini rio yang menjualnya" tanya raka pada orang itu
" hmmm, kalau begitu aku pergi dulu" orang itu meninggalkan raka dan rifa
" heeeiiii apa kamu tidak merasa aneh ya" rifa memandang raka
" tidak usah dipikirkan ayo pulang " ajak raka
Mereka berdua akhirnya mengendarai mobil menuju rumah rifa . Di perjalanan rifa berfikir bahwa penjualan vitamin itu ada yang janggal. Tentu saja rifa berfikir begitu naluri detektifnya keluar, dia merasa ada yang tidak beres .
" apa yang kamu fikirkan" tanya raka yang menghancurkan lamunan rifa
" aku sedang berfikir tentang penjualan vitamin itu" jawab rifa sembari menggigit kukunya
"apa kamu berfikir ada yang janggal dengan itu"
rifa menoleh ke arah raka " apa kamu berfikiran sama denganku
" tidak , lagipula aku tidak peduli dengan apa yang ada di fikiranmu"
"huffttt kamu benar- benar menyebalkan" rifa memonyongkan bibirnya
" kamu jangan berfikir untuk mencari tau tentang ini"
" kamu sepertinya mengenalku dengan baik" rifa memuji raka
" ayolah masalahmu dengan rio yang kemarin saja masih berlanjut, kamu jangan menambah masalah lagi" raka memperingati rifa
" tapi ini benar-benar aneh , hanya vitamin saja kenapa kita harus mendaftar menjadi anggota VIP segala"
"memang ada yang salah" tanya raka
"kamu ini pura-pura atau benar-benar bodoh sih , coba kamu fikir lagi" rifa kembali menggigit kuku jarinya " ini hanya vitamin , kenapa harus menjualnya dengan cara seperti itu dan kamu tau rio orang seperti apa kan"
" berhenti sampai disini kamu ini perempuan tidak usah mengkhawtirkan yang tidak perlu" raka menghentikan rifa
( ya sudahlah percuma memberi tau dia , dia orang yang tidak perduli sama sekali)