Your Police

Your Police
17



Ke esokan paginya kampus digegerkan dengan kasus bunuh diri . Dia gantung diri di ruang kesenian. Hal ini ternyata bukan kali pertama terjadi. Ini sudah yang kesekian kalinya, tapi pihak kampus tidak melaporkan itu ke pihak kepolisian.


Pihak kepolisian tiba ketempat kejadian. Dia mengintrogasi beberapa mahasiswa yang dekat dengan korban. Rifa yang melihat kejadian ini merasa ada yang tidak beres. Dia menghampiri rekan kerjanya.


"bagaimana apa kamu menemukan sesuatu" tanya rifa berbisik kepada reza


"aku akan lakukan otopsi dulu" jawab reza


" kalau sudah keluar hasilnya kasih tau aku"


rifa menepuk pundak reza


" baiklah komandan" reza melihat rifa sembari mengangkat-angkat alisnya


"apa maksud dari tatapanmu itu "


" heeemmm sepertinya kamu dekat dengan mahasiswa yang tempo hari itu datang ke kantor polisi" ledek reza


" raka maksudmu " menunjuk kearah raka


" iyalah memang ada yang lain"


"dia satu kelas denganku dan juga banyak membantuku" jawab rifa sembari melihat-lihat TKP


Saat rifa melihat-lihat raka mengahmpirinya.


"apa yang kamu lakukan disini , kenapa mengganggu pihak kepolisian " raka menarik tangan rifa


" iya tentu mencari informasi " rifa menarik tangannya kembali


"itu bukan tugasmu itu semua tugas polisi"


" tentu itu tugasku kan aku polisi" rifa tanpa sadar mengungkapkan identitasnya


"apa maksudmu" raka terkejut dengan ucapan rifa


"mungkin maksud dia , suatu hari nanti dia akan jadi polisi" reza menengahi mereka berdua


" i.....iya maksudku suatu hari nanti aku pasti jadi polisi makannya aku belajar dari sekarang" rifa terbata- bata menjawab


" baiklah kalian lanjutkan saja , saya akan kembali" reza melihat ke arah rifa lalu pergi


"kalau begitu ayo kita pergi" ajak rifa


" tunggu dulu aku masih......." sebelum menyelesaikan kata-katanya raka sudah ditarik pergi oleh rifa


"ayolah katamu jangan mengganggu pekerjaan polisi" (huuufffttt hampir saja, untung ada reza tadi )


Mereka berdua meninggalkan ruang kesenian. Diperjalanan rifa terus memikirkan tentang kasus bunuh diri itu .


" hei apa menurutmu dia itu benar-benar bunuh diri" tanya rifa pada raka


" mungkin ! bukankah ini bukan pertama kalinya terjadi "


" iya kalau dipikir lagi ini sudah yang ke empat kalinya" raka mengerutkan dahinya


"iyakan , apa kamu tidak penasaran"


" kamu jangan berfikir untung ikut dalam masalah ini, aku sudah sering memperingati kamu" raka terlihat kesal


" kita harus mencari keadilan bukan" rifa terus memaksa


" baiklah tapi aku harus ikut denganmu , kalau kamu ingin menyelidiki ini juga " raka tegas memperingati rifa


" aku tidak ingin melibatkanmu, lebih baik kamu fokus pada studimu saja"


" tidak ada tawar menawar" kata raka


" baiklah nanti malam kita kembali kesini" ajak rifa


" heeeemmm aku akan menjemputmu kalau begitu"


Akhirnya malampun tiba, mereka berdua kembali ke kampus menggunakan motor raka.Tiba disana mereka berdua menuju ruang kesenian. Saat menuju ke ruang itu mereka tidak sengaja mendengar langkah kaki .


Mereka mencari dimana arah suara itu berada. Hingga mereka menemukan ada dua orang sedang berjalan di kegelapan.


" apa yang mereka lakukan disini " kata rifa berbisik kepada raka


"mana aku tau kita juga baru sampai" jawab raka yang membuat rifa kesal


" ini mencurigakan , ayo ikuti mereka" rifa berlari kecil yang diikuti raka dari belakang


Orang-orang itu berhenti di ruang kesenian. Raka menyalakan lampu ruangan itu yang membuat kedua orang itu kaget.


" apa yang kalian lakukan disini " tanya rifa kepada mereka


" kami sedang mengenang tempat ini untuk teman kami yang meninggal" salah satu dari mereka menjawab


"lalu apa yang kalian lakukan disini" tanya yang lainnya pada raka dan rifa


" kami sedang mencari......" kata raka namun diputus oleh rifa


"kami mencari bahan untuk tugas kami, kebetulan selesai terlalu malam" rifa melanjutkan


" oh, aku benar-benar tidak mengerti dengan dia kenapa harus bunuh diri" salah satu dari mereka berbicara dengan mata berkaca


" apa kalian dekat dengannya" tanya rifa


"kami bertiga bersahabat dari SMA" salah seorang menjawab