Your Police

Your Police
12



Saat rifa masuk kelas raka memperhatikannya . Dia terus melihat kearah rifa, yang tanpa dia sadari ternyata tino melihat raka .


" heeii kawan perlukah wajahmu seperti itu" ledek tino yang mengagetkan raka


" memangnya kenapa dengan wajahku" raka meraba wajahnya


"wajahmu tampak seperti singa yang sudah menemukan mangsanya"


"maksudmu ....!" tanya raka


" kamu melihat rifa seolah-olah dia itu mangsamu" tino merangkul pundak raka "apa kamu ada something padanya"


"kamu berlebihan aku hanya melihatnya saja" raka melepaskan rangkulan tino


"hehehehe kita lihat saja nanti " tino mengalihkan pandangan


" bagaimana keadaanmu sekarang " tanya lina pada rifa


"aku merasa baikan sekarang" jawab rifa


" untunglah waktu itu ada senior rezky kalau tidak habislah kita"


" ya untung ada dia" rifa melihat kearah lina "kenapa kamu tampak bahagia sekali"


"senior itu sungguh luar biasa" lina tersenyum-senyum sendiri


" apa kamu menyukainya"


"aaahhh ,hmmm , i...itu cuma kagum saja" jawab lina canggung


"ayolah raut wajahmu menunjukan kamu menyukainya"


" apa seperti itu" lina menutup wajahnya dengan kedua tangannya


" bukan hal yang salah menyukai seseorang kenapa kamu harus gugup seperti itu" rifa menepuk pundak lina


" a...aku hanya malu saja" lina menatap rifa "tapi kamu tolong rahasiakan ini ok"


"hmmmm kamu tenang saja" jawab rifa


Di tempat lain rio dan beberapa orang sedang melakukan kegiatan. Disitu mereka terlihat mengolah sesuatu.


" bagaimana apa barang kita sudah siap" tanya rio kepada anak buahnya


"sudah bos , kita hanya perlu mengedarkannya saja" jawab salah satu anak buahnya


" bagus,bagus kita akan untung besar nanti" rio tertawa


" kita harusa melapor ke bos besar sekarang" ajak rian


" ah kamu benar, ayo kita lapor" rio berjalan melalui lorong menuju ke sebuah ruangan.


" bos besar barang kita sudah siap untuk dijual" rio berbicara dengan orang itu


" bagus sekali lakukan seperti biasanya" orang itu bicara dengan nada datar


" baik bos " ucap rio dan rian bersama-sama


" owh tapi kalian harus hati-hati saya dengar di kampus sekarang ada polisi" orang itu memperingati rio dan rian


" apa kami harus mencari tau bos" tanya rio


" tidak usah , ini aku saja yang urus kalian urus hal yang biasanya saja" orang itu meletakkan tangan di dagunya "aku ingin lihat siapa orang yang sudah menyusup ke wilayahku"


" baik bos , kami pergi dulu" ucap rio sembari melangkah pergi


Bos besar itu menelfon seseorang " kamu harus secepatnya menemukan siapa polisi itu"


"siap bos " jawab seseorang dibalik telfon


"tapi kamu jangan sampai ketahuan olehnya" orang itu mengetuk-ketuk mejanya


" bos tenang saja , ini akan selesai dengan cepat" orang di balik telfon menyombongkan diri


"kamu memang anak buahku yang terbaik, kalau begitu aku tunggu kabar darimu secepatnya"


Jam pelajaran berakhir , semua orang bergegas keluar kelas . Saat rifa hendak keluar raka menarik tangan rifa.


(ya ampun mau apa orang ini , apa tidak bisa memanggil nama saja , kenapa harus pegang tangan segala sih ) ucap rifa di hatinya


" aku akan mengantarmu pulang" menarik rifa keluar kelas


"heeiii aku bisa pulang sendiri" rifa mencoba melepaskan tangannya dari genggaman raka


" aku sudah bilang akan mengantarmu" berhenti dan berbalik melihat rifa


" apa sebenarnya maumu , kamu seenaknya mengambil keputusan " kesal rifa


" aku tidak mau kamu diganggu oleh rio dan anak buahnya lagi "


"eehhh apa kamu mengkhawtirkan aku" rifa melihat wajah raka


" kamu berfikir terlalu banyak" raka kembali menarik tangan rifa dan berjalan menuju parkiran


" aku belum setuju kamu mengantarku"


" mana kunci mobilmu biar aku saja yang menyetir" raka meminta kunci mobil rifa


"aku bisa menyetirnya sendiri" memalingkan wajahnya