Your Police

Your Police
30



Rifa merasa tulisan itu sengaja ditujukan padanya . Dia benar-benar memutar otaknya, untuk menyelesaikan kasus ini.


" Rifa ......" rezky menghampiri rifa di ruang komputer itu


" sedang apa kamu disini" tanya rifa kepada rezky


" aku juga penanggung jawab ruangan ini, kamu sendiri sedang apa disini"


" owh aku hanya membantu pihak polisi saja" rifa mencoba mencari alasan


"kamu sangat bagus, kamu sering membantu kepolisian"


"aku hanya menolong sedikit " rifa menunjukan jarinya


"itu bagus dari pada tidak sama sekali"


Belum juga kelar dengan kasus pencurian itu . Tiba -tiba ruang perpustakaan terbakar, orang-orang yang berada di dalamnya panik lalu berhamburan keluar. Untung tidak ada korban dalam kebakaran itu.


Pihak polisi langsung melakukan olah tempat kejadian. Beruntung api langsung bisa dipadamkan sebelum membakar habis ruang perpustakaan itu. Pihak kepolisian benar-benar menemukan jalan buntu di kasus ini.


Rifa terus berfikir apa motif dari semua ini. Dia menyelidiki kasus ini tanpa beristirahat. Raka menghampiri rifa dan mencoba membantunya. Kali ini dia tidak melarang rifa, dia malah ikut membantunya.


"ayo kita makan dulu" raka merasa khawatir dengan kondisi rifa yang tampak pucat


"kamu pergilah makan, aku tidak lapar sama sekali"


" hei ini semua tugas polisi, kamu hanya membantu disini, kamu tidak harus menghabiskan semua energimu" raka tampak kesal


" iya tapi ini......."


"ok kita lanjutkan nanti kalau kamu sudah makan" raka mencoba membujuk rifa


"iya lebih baik kalian makan dulu, biyar ini menjadi tugas kami " reza menyuruh rifa pergi karena dia tau sejak adanya kasus ini rifa kurang makan dan istirahat


" baiklah , ayo kita makan " tanpa sadar rifa menggandeng tangan raka yang mengejutkan anak buahnya terkejut


" hmmmm ayo pergi" raka mengikuti rifa di sampingnya


Rifa kembali ke ruang komputer untuk menyelidiki tempat itu lagi. Saat melihat ulang rifa akhirnya menemukan petunjuk. Dia langsung mengerti bagaimana para pencuri itu masuk dan mengambil semua komputer itu.


Satu masalah sudah bisa di selesaikan dia lalu melihat perpustakaan yang terbakar. Saat melihat-lihat rifa tidak sengaja menabrak rak buku yang tidak terbakar. Lalu dia menemukan buku-buku itu berbau bensin. Dia mencoba mencari lebih dalam lagi tentang hal apa yang membuat perputakaan terbakar.


" ok aku tau sekarang " rifa menjentikan tangannya


"apa yang kamu tau" tanya raka yang dari tadi mendampingi rifa


"kamu nanti akan tau, ayo ikut aku" rifa meninggalkan ruang perpustakaan


" kenapa kamu berlari-lari" rezky menghentikan rifa yang sedang menuju ke reza


" tidak apa aku sudah tau , bagaimana para pencuri itu bersembunyi dan bagaimana perpustakaan terbakar" rifa berjalan kembali menuju reza


"tapi kamu........" rezky di hentikan oleh raka


" diam dan ikuti saja dia"


"reza kamu panggil saksi dan semua mahasiswa yang ada di tempat kejadian" rifa memerintahkan reza yang mendapat tatapan tajam dari raka dan rezky


" kenapa kamu memanggilnya nama" raka mencoba menyelidiki rifa


" ah iya aku sangat bersemangat jadi keceplosan memanggil nama pada polisi itu" rifa menggaruk -garuk kepalanya yang tidak gatal itu


reza kembali dengan semua saksi "mereka semua ada disini"


"ok sekarang aku bisa mulaikan" rifa memasang wajah serius


"saya hanya akan bertanya tentang alibi kalian saat kejadian seperti kemarin"


"bukankah kita semua sudah ditanyai kemarin" jawab petugas perputakaan


"tenanglah kalian hanya perlu menjawab seperti yang kalian alami" rifa memasang wajah seriusnya


Akhirnya mereka semua menjawab satu-persatu para saksi malam itu. Lalu rifa hanya meninggalkan wakil rektor dan penjaga perpustakaan. Sisanya di mintai untuk keluar dari ruangan. Itu membuat kedua saksi itu bingung dengan apa yang terjadi.