Your Police

Your Police
24



Setelah orang-orang itu pergi, rifa dan raka menghampiri pemilik restoran yang duduk lemas karena ketakutan.


" apa bapak tidak apa-apa " raka memapah pemilik restoran untuk berdiri


" iya" suaranya tampak masih gemetaran


" sebenarnya mereka itu siapa" rifa bertanya yang kemudian dihentikan oleh raka


" kamu tidak lihat bapak ini masih ketakutan , sifat kamu yang selalu ingin tau membuat dia tampak lebih takut lagi" raka mengomeli rifa


Melihat tingkah laku raka yang mengomeli rifa pemilik restoran hanya tersenyum "tidak apa-apa nak , kekasihmu hanya bertanya kenapa kamu tampak kesal"


"dia bertanya disaat yang tidak tepat, eh tunggu dulu dia bukan kekasihku" raka membantah pemilik restoran


"lagian siapa juga yang mau jadi kekasihmu" rifa tampak jengkel


"tenanglah, mereka itu adalah anggota geng naga merah" pemilik itu mulai menjelaskan


"geng naga merah" rifa mencoba bertanya lebih jauh


"iya geng ini sangat ditakuti di sini, mereka sangat kejam, mereka meminta uang kepada kami untuk alasan jaga keamanan , mereka memaksa kami jika kami tidak memberi uang mereka akan menghancurkan tempat kami"


"kenapa tidak melapor kepada polisi" raka bertanya


"sudah pernah ada orang yang melapor tapi dia ketahaun lalu menghilang dan ditemukan beberapa hari kemudian dengan keadaan tidak bernyawa lagi" pemilik itu memasang raut wajah sedih


" apa mereka benar-benar sangat kejam" rifa merasa sangat marah mendengar cerita dari pemilik restoran itu


"mereka bahkan mau menyakiti anak kecil, mereka bukan hanya kejam, mereka benar-benar bukan manusia" pemilik toko tampak marah


"apa setiap mereka meminta uang akan membuat keributan seperti ini " raka kembali bertanya


"kalau kami tepat waktu mereka akan mengambil dengan tenang tapi kalau kami telat ya seperti yang barusan terjadi" pemilik itu berjalan meninggalkan raka dan rifa


Rifa tampak sangat marah, dan sangat ingin menangkap anggota geng naga merah itu . Lalu dia memutuskan untuk mengintai tempat -tempat itu.


Raka memperhatikan raut muka rifa . Dia tau apa yang sedang difikirkan oleh rifa.


" kamu jangan berfikir yang aneh-aneh mengerti" raka berbicara yang mengagetkan rifa dari lamunannya


"apa yang kamu bicarakan"


"aku tau apa yang kamu fikirkan , berhenti mencari masalah ok" raka memegang pundak rifa


" kamu tau ini berbahaya tapi kamu masih mau ikut campur urusan mereka" raka tambah kesal kepada rifa


" tapi mereka........." sebelum meneruskan kata-katanya rifa dibuat diam oleh tatapan raka


"untuk sekarang kamu harus mendengarkan aku" raka seolah mohon kepada rifa


"memangnya kenapa"


"tentu saja aku tidak ingin kamu dalam bahaya ataupun terluka" raka menaikan suaranya yang membuat rifa tercengang


"itu urusanku"


"tentu saja itu menjadi urusanku , karena aku tidak ingin orang yang kusukai terluka" lalu raka pergi meninggalkan restoran


Mendengar kata-kata raka rifa kaget dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Dia juga meninggalkan restoran , dia berjalan sambil melamun.


Hingga tidak sengaja menabrak lina yang kebetulan lewat.


"hei apa yang sedang kamu fikirkan" tanya lina yang mengoyang-goyangkan tubuh rifa


" eh kamu , kenapa kamu ada disini" rifa malah balik menanyai lina


"kamu ini , aku tanya apa kamu malah balik bertanya padaku"


"eh kamu tanya apa tadi" rifa kembali tersadar dari lamunannya


" sudahlah lupakan saja" lina menarik rifa duduk di bangku pinggir jalan


"kamu sedang apa disini" rifa kembali bertanya


"ayolah di deretan ini semuanya tempat makan tentu saja aku habis makan , kamu sendiri sedang apa disini


" aku juga habis makan dengan raka"


"raka ....... lalu orangnya kemana " lina celingukan melihat kanan kiri


" dia sudah pergi setelah mengatakan......." rifa kembali melamun


" wooi melamun mulu"


Rifa masih mencerna kata-kata yang diucapkan oleh raka .